Saturday, 27 August 2011

Masjid Besar Nikmatullah Sungai Pinyuh

Masjid Besar Nikmatullah Sungai Pinyuh
Pusat Persinggahan
Oleh  Johan Wahyudi
Masjid Besar Nikmatullah Sungai Pinyuh didirikan sejak tahun 1966-an. Masjid ini, berada di pinggir jalan raya, tidak jauh dari pusat kota Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Pontianak. Masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Sungai Pinyuh ini, diresmikan pada era kepemimpinan Camat Gusti Amiruddin Hamid.
“Pada tahun 1966, masjid ini dibangun. Dimana masjid ini, dibangun dengan semangat gotong royong masyarakat Sungai Pinyuh. Dengan cara mengumpulkan bahan bangunan dari masyarakat per RT. Pembangunan masjid juga dilaksanakan secara bergotong royong," kata Imam Masjid Besar  Nikmatullah Sungai Pinyuh, Ibrahim Arahman, ditemui di Sekretaris Masjid, Sabtu (27/8), kemarin.
Tempat yang strategis tersebut, membuat masjid yang memiliki empat pilar, dengan seluruh dinding dan lanti dilapisi keramik, serta mimbar dari kayu jati dengan ukiran yang indah, selalu menjadi pusat persinggahan bagi umat muslim dari berbagai kabupaten kota di Kalbar, bahkan warga negara tetangga Malaysia dan Brunai Darussalam untuk melaksanakan ibadah salat.
“Mungkin tempatnya yang strategis di pinggir jalan dan dekat pusat kota Sungai Pinyuh, sehingga saat masuk waktu salat, masyarakat muslim yang melaksanakan perjalanan singgah untuk melaksanakan ibadah di sini. Bahkan sering kali, warga Malaysia dan Brunai salat di sini,” kata Pak Yem, sapan akrab Imam Masjid ini.
Dan berjalannya waktu dan meningkatknya jumlah jamaah yang melaksanakan ibadah, masjid yang memiliki luas bangunan sekitar 20 x 20 meter, luas area 40 x 40 meter, telah dilaksanakan rehab sebanyak dua kali pada tahun 1994 dan 1998.
“Alhamdullilah, bangun masjid ini semakin baik dari waktu ke waktu. Sekarang seluruh fasilitas masjid bisa dibilang lengkap. Baik tempat wudhu perempuan dan laki-laki sudah berpisah, sekretariat masjid dan remaja masjid, tempat parkir, bahkan tempat penitipan barang juga ada. Itu semua demi keyamanan, masyarakat yang beribadah di masjid ini,” katanya.
Bahkan masjid yang memiliki atap bangunan berbentuk prisma, dengan kubah bulat tersebut, telah menjadi pusat pendidikan Islam bagi masyarakat setempat. Dimana selalu mengadakan pengajian, bahkan ceramah-ceramah agama dengan menghadirkan ustadz-ustadz kondang untuk memberikan tausyiah pada saat hari-hari besar agama Islam.
“Masjid ini, juga menjadi pusat pendidikan bagi umat muslim, khususnya di kecamatan Sungai Pinyuh. Apalagi di bulan puasa ini, berbagai kegiatan kita laksanakan. Seperti pesantren kilat, tadarus Al Quran, tausiyah Subuh dan berbagai kegiatan lainnya,” kata Ibrahim.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment