Thursday, 12 September 2013

Masyarakat Utara Tetap Harapkan Paryadi sebagai Walikota

Paryadi, S, Hut yang berpasangan dengan Sebastian menjadi kandidat
kuat memenangkan Pilwako Pontianak 19 September mendatang. FOTO: Ubay KPI
Masyarakat Utara Tetap Harapkan Paryadi sebagai Walikota
Oleh Ubay KPI

Warga Pontianak Utara teatap berharap, sosok Paryadi tetap bertahan di kantor walikota Pontianak hingga 5 tahun mendatang. Dengan duduk sebagai walikota Pontianak bersama calon wakilnya Sebastian. Harapan tersebut disampaikan salah satu warga Pontianak Utara, Hamdani saat ditemui di kawasan terminal Siantan, Jumat (6/9) kemarin siang.
Pasalnya, Paryadi selama menjadi wakil walikota Pontianak telah banyak berbuat meskipun tak maksimal, mengingat posisinya hanya sebagai wakil. Termasuk, dalam perjuangan membangun rumah sakit di Pontianak Utara yang tak terwujud karena terbangun di Pontianak.
Begitu juga alternative membangun penghubung pusat kota dengan Pontianak Utara melalui rencananya membangun jembatan Kapuas III, adalah langkah baik untuk mempercepat pembangunan dan akses pusat dan Pontianak Utara.
“Saya, secara pribadi sangat mendukung Paryadi-Sebastian meskipun selama empat tahun ini kurang hanya wakil walikota,” ujar bapak 3 orang anak berdarah Melayu ini.
Beberapa program strategis sebenarnya ada dalam dirinya, namun terhambat selama menjadi wakil walikota. Termasuk sosoknya yang low profile dan ramah tamah, punya kesan tersendiri bagi Hamdani.
“Dia termasuk politisi yang santun, selama ini tak pernah kami mendengar sisi negative, baik sifat maupun tingkahnya,” tambah Hamdani.
Tak jauh berbeda dengan yang dituturkan Hamdani. Selviana warga Gang Generasi Pontianak Utara menuturkan, harapannya tetap Paryadi dan Sebastian menjadi pemimpin di Kota Pontianak untuk 5 tahun mendatang.
Selviana mengaku, meski tak ikut berbaur dalam tim pemenangan dan ikut serta dalam kampanye yang dilakukan pasangan PAS di Pontianak Utara, Jumat (6/9) kemarin, dirinya secara hati nurani tetap punya pilihan padanya.
“Kita bukan hanya membutuhkan pemimpin yang pintar, cerdas, dan tegas. Namun juga beretika punya sopan santun. Bukankah banyak orang besar-besar mengatakan, jaga etika dan sopan santun, sedangkan itu hanya omong belaka tanpa dilakukan oleh dirinya sendiri,” ungkap ibu dari dua anak ini.
Pada hari kelima kampanye terbuka, pasangan Pasti PAS Paryadi dan Sebastian melakukan kampanye terbuka di Pontianak Utara. Menyambangi pasar tradisional, kunjungan ke cagar budaya Kota Pontianak Pemakaman Batu Layang, kemudian dilanjutkan ke kawasan penduduk di lokasi pembuangan sampah, Jalan Kebangkitan Nasional.
Pasangan Paryadi-Sebastian diiringi oleh tim relawan dan simpatisan. Awalnya rombongan hanya beberapa motor, namun kemudian semakin membludak, masyarakat yang awalnya tidak mengikuti kampanye, ikut iring-iringan dengan pasangan PAS. Namun iring-iringan tak menyebabkan kemacetan.
Selain 7 program pokok yang dipaparkan, di hadapan masyarakat di Jalan Kebangkitan dan sekitarnya, Paryadi memaparkan beberapa terobosan baru, lebih khusus kepada masyarakat di Pontianak Utara dalam melakukan percepatan pembangunan dan pendidikan.
Hal ini senada dengan yang disampaikan Paryadi di hadapan masyarakat Pontianak Timur pada kampanye Kamis (5/9) lalu.
Meski demikian, bukan berarti daerah lain tidak ikut diperhatikan. “Dalam pembangunan, maka kami masukkan pembangunan yang merata. Sesuai keadaan di lapanga. Memperhatikan dimana yang betul-betul perlu diperbaiki. Bukan untuk semata-mata keinginan, namun lebih kepada kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Sorak sorai pun menggema kala Paryadi menyampaikan pernyataan tersebut. Seperti sorakan “Paryadi-Sebastian Pasti PAS” dan sorakan “Nomor 4 Pilihan Tepat”.
Bahkan, ada salah satu simpatisan yang ikut dalam kampanye kemarin menyatakan. Semaksimal mungkin akan berbuat untuk kemenangan Paryadi dan Sebastian, khususnya di Pontianak Utara. “Bila melihat pemilihan yang lalu (2008), Bapak Paryadi banyak mendulang suara di Pontianak. Kami yakin dan akan berbuat, pemilihan kali diusahakan mengulang perolehan suara melebihi empat tahun lalu, untuk Paryadi dan Sebastian,” ujar Wawan Kurniawan.




  

No comments:

Post a Comment