Saturday, 14 February 2015

Dipercaya Jadi Ketua Alumni, Kok Bisa?

Dipercaya Jadi Ketua Alumni, Kok Bisa?

Pasca keluar dari Pondok Pesantren Sayyidul Quro awal 2006 lalu, nyaris jarang ngumpul-ngumpul bareng sesama santri dan seangkatan. Kemudian entah dapat ilham dari mana, salah seorang santri yang jauh lebih muda dari saya, punya inisiatif mengumpulkan para alumni.
7  Februari lalu tepatnya, ada 40 santri hadir, berkumpul bersama di dalem ustadz. Mulai dari angkatan pertama sekali, yang kebetulan saya jadi bagian dari yang pertama mengisi pondok pesantren, sampe paling bayi ada yang mewakili.
Agendanya menurut informasi, membentuk sejenis organisasi. Lebih umum di kalangan pesantren disebut ikatan alumni.

Saya sengaja datang agak lambat dari yang lainnya dalam pertemuan tersebut. Hati saya dari rumah sudah berkata, kalau kawan-kawan akan menunjuk saya menjadi yang pertama menjabat sebagai ketua alumni.
Dugaan saya tak meleset, seluruh alumni yang hadir sepakat saya menjadi ketua. Alasan mereka cuma satu, paling senior dari semuanya. Bukan dari sisi usia, tapi dari sisi orang yang mengisi pesantren.
Saya tak bisa menolak. Dengan niat mengabdi pada pesantren, meneruskan ilmu Allah yang saya pelajari, dan menjaga hubungan sesama alumni dan pesantren, saya terima amanah dari kawan-kawan.
Tapi, saya tak habis pikir. Kok bisa semua sepakat. Secara finansial saya lemah, ada yang lebih dari saya. Pengetahuan apalagi, kuliah saja tak selesai-selesai. Padahal banyak alumni lain yang sudah sarjana dan punya keuletan dalam kuliah.
Setelah melihat ke belakang, mungkin ini amanah yang memang harus saya emban sebagai sesepuh alumni. Bukan resiko bagi saya, tapi tantangan bagaimana mengambil pelajaran dari sebelumnya.
Bila merunut ke belakang, seperti saya sebutkan di atas, saya santri pertama di Pondok Pesantren Sayyidul Quro, saat masih di pondok saya juga santri pertama yang menjabat sebagai ketua di internal pondok. Amanah selanjutnya, ya sekarang ini, sebagai Ketua Ikatan Alumni Pondok Pesantren Sayyidul Quro.
Agendaq pertama yang akan kami jalankan, ialah melakukan kumpul sesama alumni setiap satu bulan sekali. kegiatan ini dilakukan pindah dari rumah santri yang satu, kemudian di bulan selanjutnya pindah lagi. Harapannya terjalin hubungan sesama alumni, baik komunikasi dan hati yang sama-sama pernah diciptakan dari pondok yang sama.
Kedua, saya melakukan lelang kepada alumni. Ialah lelang pembayaran tagihan  listrik pondok dalam setiap bulan. Selain membantu keuangan pondok dan meringankan adik-adik yang masih ada di pondok, lelang ini untuk memperkuat ikatan santri dengan pondok, sekaligus untuk amal.
Syukur Alhamdulillah, pada lelang malam itu sudah mendapatkan lima donatur. Artinya untuk lima bukan ke depan terhitung sejak Februari tahun 2015, sudah ada yang menyanggupi melunasi.
Donatur ini salah satunya adalah saya, kemudian Darwis, satu kelas di pendidikan diniyah. Ahmadi adik tingkat saya, Syahrullah juga angkatan pas di bawah saya. Dan Suparman, yang satu ini terbilang masih sangat senior, sebab 2014 adik satu ini baru meninggalkan pondok.

No comments:

Post a Comment