Sunday, 24 April 2011

Kuliah Perdana Pasca Sarjana STAIN Pontianak Hadirkan Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.Pd

Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.Pd
Kuliah Perdana Pasca Sarjana STAIN Pontianak Hadirkan Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.Pd
Oleh Ubay KPI
Kuliah perdana program pasca sarjana Pendidikan Agama Islam STAIN Pontianak akan dihadiri Prof. Dr. Azyumardi Azra, M. Pd yang akan dilaksanakan di Gedung UPT STAIN Pontianak, Minggu (18/4) mendatang.
Kepastian kehadiran profesar yang sekaligus ahli sejarah dan intelektual Islam ini setelah pihak pengurus pasca sarja STAIN Pontianak bertemu langsung dengan Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.Pd beberapa waktu lalu di Jakarta dan bersedia memberi kuliah perdana untuk mahasiswa S2 STAIN Pontianak.
Dalam perkuliahan perdana nanti, Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.Pd akan membahas tema “Islam dan Masa Depan Peradaban Global”.
Selain menjadi keynote speaker pada kuliah perdana, Azyumardi Azra juga dipastikan menjadi dosen pengampu pada mata kuliah Kajian Islam Komprehensif yang akan diajarkan pada semester satu pertama.
Bagian Umum Akademika STAIN Pontianak, Firdaus menyampaikan kehadiran Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.Pd di program pasca sarjana STAIN Pontianak amatlah disambut baik dan diharapkan rintisan pertama program ini dapat mendorong kulaitas mahasiswa dengan dosen yang berkualitas mumpuni dan berkompeten.
Firdaus menambahkan, STAIN Pontianak juga memprogramkan, dalam setiap semester juga akan mengahdirkan dosen dari luar Kalimantan Barat yang berkompetensi yang membidangi. “Kita akan selalu mengedepankan layanan akademik bermutu bagi mahasiswa.


Minggu Ini Dana Pra PON Diperkirakan Cair

Minggu Ini Dana Pra PON Diperkirakan Cair
Oleh Ubay KPI
“Minggu ini menurut informasi dana untuk Pra PON sudah bisa cair. Dan bendahara KONi sudah beberapa kali ke pemerintah provinsi,” ungkap Sekretaris KONI Kalbar, Firdaus Zar’in saat memberikan sambutan pada acara peresmian pelaksanaan Pelatda Pra PON PASI Kalbar di Resto dan CafĂ© Alila, Selasa (12/4) malam lalu.
Kabar tersebut sangat ditanggapi antusias bukan hanya oleh Pengurus PASI Kalbar, namun juga oleh atlet PASI Kalbar yang berjumlah 22 atlet untuk Pra PON.
Firdaus Zar’in juga menyampaikan, atletik merupakan olahraga prioritas untuk Pra PON mendatang bagi Kalimantan Barat. Dengan target dua emas dan telah meloloskan satu atletnya untuk PON, PASI diharapkan mampu memberi sumbangsih medali untuk Kalbar.
Acara yang juga dihadiri Ketua PASI Kalbar, Franky Song juga menambah semangat atlet serta pengurus PASI lainnya.
Ketua Satgas Pra PON PASI Kalbar, Eka Kurniawan didampingi Sekretaris Satgasnya, Jusrianto menyampaikan, Juni merupakan final atau kepastian bagi PASI berapa atlet yang bisa lolos, namun target PASI untuk PON menargetkan 5-10 atlet.
“Sebenarnya kita Pelatda sudah mulai 1 April lalu, namun baru kita resmikan baru Selasa malam kemarin. Kita akan berusaha sebaik mungkin untuk atlet dan kita berharap atlet bisa mengerti dan memiliki tujuan yang sama,” ujar Eka.
Selama Pelatda, Eka menuturkan atlet yang berasal dari daerah luar Kota Pontianak ditempatkan di sebuah kost di daerah Jalan Danau Sentarum. “Untuk atlet kota masih belum kumpul, tapi nantinya juga akan dikumpulkan di satu tempat. Dan di kost tersebut kita penuhi seluruh kebutuhannya,” ungkap Eka.

Topang Generasi Muda dengan Kewirausahaan

Ketua Prodi Ekonomi Islam, 
Ita Nurkhalifah saat memberi pemaparan
 di hadapan peserta pelatihan 
kewirausahaan, 
Jumat (15/4) pagi. FOTO: Ubay KPI
Topang Generasi Muda dengan Kewirausahaan
Oleh Ubay KPI
Dalam langkah mewujudkan generasi muda yang kreatif dalam bidang kewirausahaan, Program Studi Ekonomi Islam Jurusan Syariah STAIN Pontianak menggelar pelatihan kewirausahaan untuk mahasiswanya sebagai penopang kompetensi mahasiswa dan menciptakan lulusan yang baik. Pelatihan dilaksanakan di Gedung Pusat Study Center Jurusan Syariah, 15-17 April 2011.
Pelatihan yang menyajikan materi tentang kewirausahan, pengsaha tangguh, mencari dan mengelola permodalan,  strategi sukses melakukan pemasaran dan peaking produk diharapkan mampu menambah lapangan pekerjaan dan diterapkan baik masih dalam masa kuliah atau nantinya setelah lulus dari perkuliahan.
Pelatihan yang juga didukung oleh Disperindag Kalbar, Dinas Koperasi UMKM, dan Konsultan Usaha menjurus dengan pergolakan ekonomi masyarakat. Bersama-sama bertujuan mengurangi pengangguran serta mampu meciptakan sebuah usaha kreatif yang bisa merekrut beberapa orang sehingga mampu mengurangi pengangguran.  
Ketua Panitia Pelatihan yang juga Ketua Prodi Ekonomi Islam Jurusan Syariah STAIN Pontianak, Ita Nurkhalifah, S. EI, MM saat ditemui di ruang kerjanya siang kemarin menuturkan kegiatan pelatihan kewirausahaan dilaksanakan untuk memotifasi mahasiswa untuk terus semangat menatap yang akan datang. Serta menciptakan lulusan yang betul-betul penuh kompeten di bidangnya, yakni ekonomi Islam.
Bukan hanya sebatas pelatihan saja, Ita nurkhalifah juga menerangkan seluruh peserta yang berjumlah 58 nantinya juga akan dibawa studi lapangan ke sebuah perusahaan yang ada di Kota Pontianak supaya mengetahui langsung dan mengambil pelajaran dari perusahaan tersebut.
“Ini adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan Prodi Ekonomi Islam, selain pembelajaran khusus melalui mata kuliah,” ujarnya.
Salah satu mahasiswa yang juga peserta dalam pelatihan ini, Humaidi menanggapi baik dengan program pelatihan yang bukan hanya menekankan pada materi semata namun juga studi lapangan. “Dengan pelatihan kita pastinya menambah wawasan dan pengetahuan. Kita bagaimana bisa memanfaatkan hal ini sesuai dengan fokus kita pada perekonomian Islam,” ujarnya.


Tenaga Kesehatan Kalbar Bertambah

Tenaga Kesehatan Kalbar Bertambah
Oleh Ubay KPI

Tenaga untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kalimantan Barat bertambah setelah lima mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Tanjungpura Pontianak resmi dilantik di Aula FKIK Untan Pontianak, Jumat (15/4) kemarin.
Rektor Untan yang baru dilantik beberapa waktu lalu, Prof. Dr. Thamrin Usman menuturkan kelima mahasiswa tersebut nantinya akan diberi kesempatan untuk melatih keterampilannya dalam kegiatan magang di rumah sakit, Puskesmas, atau klinik-klinik.
Thamrin menambahkan, lulusan FKIK Untan tersebut diharapkan bisa mengabdikan dirinya untuk masyarakat supaya menjadi orang berguna. Sebagai dokter spesialis muda, Thamrin juga mengharapkan juga bisa mewujudkan cita-cita daerah menjadikan Kalbar sehat atau membantu kesehatan masyarakat Kalbar.
Terkait dengan Rumah Sakit Pendidikan di FKIK Untan, Thamrin mengungkapkan pihaknya ke depan akan membenahi atau melengkapi struktur setelah operasional diperoleh dan mendapatkan rekomendasi dari pemerintah pusat.
“Nantinya dokter-dokter yang ada saat ini akan kita rekrut untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit. Jika itu disetujui,” ujar Thmarin.
Wakil Walikota Pontianak Paryadi mengatakan dokter-dokter muda tersebut nantinya bisa memenuhi kebutuhan dokter di Kalimantan Barat khususnya Pontianak yang hingga saat ini masih kurang.
 “Kita harapkan, untuk mewujudkan Kalimantan Barat sehat nantinya siswa lulusan SMA banyak yang mengarah ke fakultas ini yang nantinya bisa membantu tenaga medis di Kalimantan Barat,” tutur Paryadi.

Belasan Tahun Jalan Bekas TPA Tak Diperhatikan

Belasan Tahun Jalan Bekas TPA Tak Diperhatikan
Oleh Ubay KPI

Jalan perbatasan Kota Pontianak paling timur di Kecamatan Pontianak Utara yang berdampingan dengan Sungai Malaya sebagai pemisah kota dan kabupaten yang belasan tahun lalu difungsikan sebagai tempat pembuangan akhir sampai saat belum mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Pontianak.
Jalan yang menjadi akses penduduk Kubu Raya yang berada di Desa Mega Timur sebelah utara untuk ke kota tersebut belum tersentuh pembangunan. Bahkan, jalan amat susah untuk dilalui karena bekas aspal yang ditambal sulam.
Pasca pembuangan sampah dipindah ke Jalan Kebangkitan Nasional, nyaris ‘bekas jalan TPA’ terlepas kontrol pembangunan. Hal ini banyak mengundang tanya bagi penduduk perbatasan kota yang merasa dianak tirikan oleh pemerintah kota lantaran akses jalan yang tidak pernah diperhatikan.
Seperti yang dikatakan salah satu warga, Rusdi mengatakan, sudah belasan tahun jalan tersebut dibiarkan begitu saja. Padahal menurutnya jalan tersebut digunakan warga untuk mensuplai hasil perkebunannya ke Kota Pontianak.
“Kami merasa sangat dianaktirikan, sebab sejak sebelum tahun 2000 jalan ini memang tidak pernah dibangun. Jangankan dibangun, ditinjau saja kayaknya ndak pernah. Mana peran pemerintah yang ingin mensejahterakan masyarakatnya,” ujar Rusdi.
Mengenai hal ini, Anggota DPRD Kota Pontianak Dapil Pontianak Utara, Midin saat dihubungi kemarin sore mengatakan jalan tersebut pernah dibicarakan di rapat anggota dewan, hanya saja terjadi tarik ulur antara Pemkot dan Pemprov. Salah satunya saling menuding bagian hak. Namun, Pemkot sudah mengambil niat baik akan memperbaiki jalan tersebut dalam waktu dekat dengan menggunakan dana Pemkot.
Kepala Dinas PU Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, saat dikonfirmasi kemarin sore menjelaskan, PU Kota Pontianak telah menganggarkan untuk perbaikan tambal sulam jalan tersebut. PU akan menganggarkan di tahun 2012 untuk melakukan perbaikan. “Kita sudah membicarakan hal itu, dan kita akan anggarkan tahun 2012 nanti. Nanti juga akan kami tinjau ke lapangan sejauh mana kerusakan jalan tersebut. Kami bukan tidak memperhatikan, namun karena anggaran yang tidak memadai untuk pembangunan sampai ke situ,” jelas Edi Kamtono.
  

Profesionalitas Modal Pendidikan Indonesia

Profesionalitas Modal Pendidikan Indonesia
Oleh Ubay KPI

“Tidak bisa maju pendidikan Indonesia tanpa profesional yang tinggi seorang pendidik dalam mewujudkan mencerdaskan generasi muda Indonesia. Pendidikan tidak bisa hanya bermodalkan keinginan seperti yang telah banyak terjadi”.
Itulah yang disampaikan Prof. Dr. Azyumardi Azra, M. Pd, pakar pendidikan Indonesia usai memberikan kuliah perdana pasca sarjana Pendidikan Agama Islam STAIN Pontianak, Senin (18/4) siang kemarin.
Prof. Dr. Azyumardi Azra, M. Pd juga menegaskan, mendirikan sebuah pendidikan saat ini tidak bisa hanya bermodal semangat dakwah, namun profesionalnya juga harus diperhatikan. Seperti halnya banyak madrasah yang tenaga pengajarnya yang tak sesuai dengan bidangnya. “Kualitas pendidik harus diperhatikan, kemampuannya juga harus ditingkatkan. Sebab banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan bidangnya,” ujarnya.
Terhadap program pemerintah  yang melaksanakan kualifikasi guru, Prof. Dr. Azyumardi Azra, M. Pd mengatakan sangat baik untuk kompetensi guru. “Itu memang suatu pilihan, apalagi mereka yang sudah PNS. Sekarang bagaimana guru fokus pada bidangnya, tidak asal ngajar. Karena dampaknya ialah pada keberhasilan anak didik”.
Dikonfirmasi mengenai kesediannya mengajar salah satu mata kuliah pada pasca sarjana Pendidikan Agama Islam STAIN Pontianak, Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.Pd menegaskan dirinya telah siap dan bersedia mengampu mata kuliah Kajian Islam Komprehensif. 

PSSI Kalbar Usulkan Zulfadhli Masuk Komite Eksekutif

PSSI Kalbar Usulkan Zulfadhli Masuk Komite Eksekutif
Oleh Ubay KPI

Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kalbar secara resmi mendaftarkan Ketua PSSI Kalbar, Zulfadhli masuk dalam komite eksekutif PSSI Pusat pada kongres PSSI yang dilaksanakan di Jakarta 14 April lalu.
Hal itu disampaikan Sekretaris PSSI Kalbar, M. Husni saat dihubungi via telepon, Minggu (17/4).
M. Husni juga menyampaikan keputusan mendaftarkan Zulfadhli untuk masuk di komite eksekutif selain menginginkan perubahan juga berharap dengan adanya putra Kalimantan Barat duduk di PSSI Pusat bisa memberi pencerahan dan perubahan pada persepakbolaan daerah dan mengawal setiap tim Kalbar yang mengikuti kompetisi di tingkat nasional.
Temu silaturahmi dengan komite normalisasi yang dipegang Agum Gumelar yang kemudian menjadi kongres lantaran seluruh PSSI se-Indonesia hadir tersebut menurut M. Husni suatu hal yang tidak direncanakan sebelumnya. Keputusan menjadikan silatutahmi menjadi kongres tersebut diambil pada saat itu juga dengan alasan hadirnya seluruh perwakilan PSSI seluruh Indonesia.
Hasil dari kongres 14 April lalu disampaikan M. Husni yakni membentuk komite pemilihan, membentuk komite banding, membentuk tim untuk mengkaji statuta, mencabut sanksi yang dikeluarkan PSSI yang lama yang dikeluarkan oleh komite eksekutif tanpa persetujuan kongres, dan menetapkan tiga calon tuan rumah kongres yakni Surabaya, Solo, dan Jakarta pada  20 Mei mendatang untuk pemilihan ketua, wakil ketua, dan komite eksekutif.
Disampaikan juga oleh M. Husni dari kongres yang dilaksanakan 14 April lalu, Ketua Komite Normalisasi PSSI, Agum Gumelar akan membawa seluruh hasil kongres tersebut ke Swiss kepada FIFA untuk diketahui.
Dan seyogyanya pendaftaran untuk calon ketua PSSI yang berakhir pada 17 April lalu diperpanjang hingga sampai tanggal 23 April mendatang.

Sebulan, 960 Kiloliter Solar untuk Nelayan

Sebulan, 960 Kiloliter Solar untuk Nelayan
Oleh Ubay KPI

Sebanyak 960 kiloliter solar didistribusikan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBN) Nelayan setiap bulan oleh PT Pertamina Wilayah Kalimantan Barat untuk memenuhi kebutuhan nelayan yang ada di Kalimantan Barat.
Hal itu diungkapkan oleh Sales Representative Retail VI Pemasaran PT Pertamina Kalimantan Barat, John Haidir saat dihubungi, Selasa (19/4) sore kemarin.
“Per bulan kita memang telah siapkan sebanyak itu khusus untuk nelayan,” ujarnya.
Di Kalimantan Barat, terdapat sebanyak sembilan lokasi untuk pengisian bahan bakar solar khusus untuk nelayan di antaranya, Kota Singkawang, Pemangkat dan Sungai Pinyuh Kabupaten Pontianak. Menurut John Haidir, untuk pemasokan bahan bakar tersebut PT Pertamina juga berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan masing-masing wilayah.
Dijelaskan pula oleh John Haidir, kebutuhan solar di Kalimantan Barat sebenarnya berkisar 600-700 ton per tahun, namun hal itu tidak pasti sebab tergantung cuaca. “Kalau cuaca buruk dan otomatis nelayan tidak melaut bisa jadi hanya separuh atau jumlah itu tidak habis. Dan kalau cuaca bagus, bisa-bisa jumlah itu habis atau malah bertambah,” tuturnya kepada wartawan.
Soal seringnya nelayan luar daerah Kalbar yang ikut mengantri solar di kawasan Kalimantan Barat, John Haidir tidak memungkiri hal itu. “Maka, kadang nelayan mengeluh kehabisan solar” tambahnya.
John Haidir mengimbau kepada nelayan untuk membeli solar di SPDN dan melakukan koordinasi dengan DKP di masing-masing kabupaten/kota agar tetap lancar dan solar tetap tercukupi.

Terobosan Baru Billiard Kalbar

Terobosan Baru Billiard Kalbar
Oleh Ubay KPI

Persatuan Olahraga Billiard Seluruh Indonesia (POBSI) Kalimantan Barat melakukan terobosan baru menghadapi Pra PON XVIII 2011. Atlet-atlet yang dipersiapkan untuk Pra PON tidak hanya digodok di Kalimantan Barat, namun juga berlatih di luar Kalbar untuk lebih mengasah skill permainan lebih baik.
Sebelas nama yang dipersiapkan untuk Pra PON untuk kejar target lolos PON, lima diantaranya konsentrasi di Jakarta selebihnya berlatih secara kontinyu di Kalimantan Barat  sejak awal April lalu.
Wakil Ketua POBSI Kalbar, Ngatiman saat dihubungi sore kemarin menyatakan dengan keberhasilan salah satu pebilliard Kalbar pada turnamen nasional beberapa waktu menjadi motivasi pebilliar lainnya untuk mewujudkan harapan Kalbar. “Kita menargetkan mampu lolos PON dan bisa menyumbang medali untuk Kalbar. Tumpuan kita bukan hanya atlet yang berlatih di luar Kalbar saja, namun juga yang di daerah kita tetap menaruh harapan setidaknya bisa lolos PON,” ujarnya.
Dikatakan juga, Pra PON yang sebelumnya beredar informasi akan dilaksanakan tahun 2012 berubah jadwal. Pelaksanaan Pra PON akan dilaksanakan di Medan pada awal Juli mendatang.
Kalbar yang memastikan mengirim sebelas atlet akan diperkuat oleh pebilliard tim inti yakni Sahroni, Budi. S, Rudiyanto, Rico Herman, dan Hendri. Sedangkan untuk snoker yang terdiri dari 4 atlet masih menunggu hasil seleksi di Ketapang. Dan duanya akan ditambah dengan atlet putrid yakni Dewi dan Selviana.

Hari Ini, 194 Mahasiswa Poltekkes Diwisuda

Gedung kampus Poltekkes Kemenkes Pontianak
Hari Ini, 194 Mahasiswa Poltekkes Diwisuda
Oleh Ubay KPI

Politeknik Kesehatan Pontianak Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Pontianak akan menggelar wisuda ke-11 yang akan diikuti sebanyak 194 mahasiswa di Auditorium Untan, hari ini Kamis (21/4) pagi.
Prosesi wisuda pagi ini akan diikuti dari lima jurusan yakni Kesehatan Lingkungan D3 dan D4, Jurusan Gizi, Jurusan Gigi, Jurusan Kebidanan dan Jurusan Keperawatan.
Ketua Panitia Wisuda, Drs. Asmarullah di sela-sela melakukan galedi bersih di Auditorium Untan sore kemarin, menjelaskan rincian 194 mahasiswa tersebut. 15 wisudawan Kesehatan Lingkungan D3, 25 wisudawan Kesehatan Lingkungan D4 (Sarjana Saint Terapan/STT), 40 wisudawan D3 Kesehatan Gigi, 108 wisudawan D3 Kebidanan, 3 wisudawan D3 Keperawatan, dan 3 wisudawan D3 Gizi.
Ia menambahkan jumlah peserta wisuda tidak seperti pada wisuda semester genap. Ia juga mengatakan prosesi wisuda akan dilaksanakan mulai pukul 08.00 dan segala persiapan telah dilakukan oleh panitia serta galedi bersih sudah maksimal.
Direktur Poltekkes Kemenkes Pontianak, Khayan, SKM. M. Kes menyatakan persiapan wisuda XI sudah matang dan juga rencananya akan dihadiri oleh Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan dan Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, dr. Andi Jap M, Kes.
Khayan juga menambahkan, lulusan pada wisuda kali ini juga ada yang dalam tugas belajar dari beberapa daerah seperti dari Kepulauan Maya Kabupaten Ketapang, Trans Satai Kabupaten Sambas dan Jagoi Babang Bengkayang. Dijelaskan oleh Khayan, M. Kes untuk mahasiswa yang tugas belajar pendidikan yang ditempuh adalah D4 dan D3 khusus. “Untuk D4 dibiayai pemerintah yang merupakan peningkatan dari D3. Sedangkan yang D3 khusus semula dari D1. Mereka selain untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat juga dituntut mengembangkan profesi masing-masing,” ujarnya.
Kasubag Akademik Kemahasiswaan dan Sistem Informasi Poltekkes Kemenkes Pontianak, Drs. Asmarullah yang juga Ketua Wisuda XI mengatakan terdapat sembilan mahasiswa mendapat predikat “Dengan Pujian”, 178 mahasiswa dengan predikat “Sangat Memuaskan”, dan tujuh mahasiswa dengan predikat “Memuaskan”.
Sedangkan untuk IPK tertinggi Wisuda XI tahun ini di antaranya, Solehuddin dengan IPK 3,50 lulusan D4 Kesling, Hermagilda IPK 3,48 lulusan D3 Kebidanan, Setio Wahyu IPK 3,20 lulusan D3 Kesling, Reny Rumanat Ocktarya IPK 3,16 lulusan D3 Gizi, Rizqi Noviareka AH IPK 3,04 lulusan D3 Kesehatan Gigi, dan Yesiatriani Yenni IPK 2,27 lulusan D3 Keperawatan.