Wednesday, 30 March 2011

Kunjungan Pelajar

Pelajar MTsN 2 Pontianak diabadikan di halaman kantor Borneo Metro bersama tim redaksi usai melakukan kunjungan


Kunjungan Pelajar

Satu yang membanggakan para awak Borneo Metro, Sabtu (26/2) sekitar pukul 10.00 WIB kami dikunjungi 60 siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Pontianak.
Pemberitahuan tersebut dilayangkan 2 minggu lalu. Para pelajar yang menuntut ilmu di sekolah yang terletak di Jalan M Yamin, Kota Baru ini berminat lebih mengenal prosesi awal hingga terbitnya sebuah Koran.
Ibarat pepatah orang Kalbar mengatakan ‘Kecil telapak tangan, nyiru kami tadahkan’. Begitu ungkapkan kesediaan kami menerima kunjungan tersebut.
Sejak pagi, staf umum PT Borneo Tribune Press telah menyiapkan air mineral dan permen untuk menyambut para pelajar ini. Begitu juga para wartawan dan redaktur yang telah hadir sejak pagi menunggu. Raut senang terlihat dari para pemburu berita ini.
Tepat pukul 10.00, rombongan pertama datang. Mereka pun memasuki dapur redaksi-gabungan Borneo Metro dan Borneo Tribune. Tak lama kemudian, puluhan siswa-siswi lainnya juga berdatangan. Ruangan pun dipadati para pelajar. Untunglah, tiga AC yang terpasang mampu memberikan hawa sejuk, membuat suasana tetap segar.
Pembaca sekalian, para pelajar dan dewan guru terlihat antusias. Mereka secara bergiliran bertanya, dari cara menulis sampai mencetak Koran. Lebih menyenangkan lagi, para pelajar juga berminat mengirimkan tulisan mereka. Sampai sore kemarin sudah belasan puisi yang dikirimkan mereka.
Minat mengenal dan belajar dari para pelajar patut diapresiasi. Kami pun membuka ruang kapan saja hendak belajar lebih mendalam, kru redaksi siap belajar bersama-sama.
Pembaca sekalian, kunjungan ini membuat kru redaksi haru. Maklum saja, sebagai Koran baru mereka merasakan pahit manisnya bekerja menumbuhkan dan mengembangkan media sehingga bisa diterima masyarakat luas.  Belum tekanan-tekanan lainnya yang menjadi pelemah dalam berkarya. Pembaca sekalian, terimakasih atas kepercayaannya yang terus tumbuh dan menjadikan kami salah satu pilihan sebagai referensi.

Walikota Lantik Pejabat Eselon III dan IV

Salahsatu pejabat esselon yang baru dilantik menandatangani surat pelantikan disaksikan Walikota Pontianak, Sutarmidji, Rabu siang. FOTO: Jemi Humas

Salah satu pejabat eselon yang baru dilantik menandatangani surat pelantikan di hadapan Walikota Pontianak, Rabu siang. FOTO: Humas Pemkot

Walikota Lantik Pejabat Eselon III dan IV
Sutarmidji: Ingatkan Jangan Gadaikan Jabatan 
Oleh Ubay KPI

Pontianak – Kembali, Walikota Pontianak, Sutarmidji, bertempat di aula Sultan Syarif Abdurahman (SSA) kantor Walikota Pontianak, Rabu (9/2) melantik sejumlah pejabat eselon III dan IV di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.
Sebanyak 16 pejabat eselon III dan 67 eselon dilantik. Total jumlah keseluruhan pejabat eselon III dan IV yang dilantik sebanyak 83 orang.
Banyak pejabat yang dilantik menurut Sutarmidji dikarenakan banyaknya pejabat yang pensiun. “Artinya, kalau ada pejabat eselon dua yang pensiun sebanyak 4 orang berarti ada pergeseran 16 orang. Karena sekarang kita sedang mengajukan 4 pajabat eselon dua ke provinsi,” ujar Sutarmidji.
Sutarmidji menambahkan, jika tidak ada halangan, di bulan Februari ini Pemerintah Kota Pontianak sudah ada Sekretaris Daerah (Sekda) yang definitif dan empat orang pejabat eselon II  yang akan dilantik. Sedangkan untuk tahun ini juga, di Pemerintah Kota Pontianak juga akan ada sekitar empat sampai lima orang pejabat eselon II yang akan memasuki masa pensiun.
Dengan itu, Sutarmidji meminta dalam melakukan rotasi dan promosi jabatan agar Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) tidak lagi terbebankan dengan adanya permasalahan dimana antara eselon III seperti kepala seksi atau bidang tidak bisa bekerja sama dengan kepala dinasnya atau badan.
“Saya tidak mau dengar lagi ada Kasi atau Kabid yang tidak bisa bekerja sama dengan Kepala Dinas atau Kepala Badan-nya. Kalau masih terjadi lagi, saya tidak akan melakukan rotasi atau pertukaran apa pun pada jabatan eselon III dan IV di dinas itu tapi kepala dinasnya yang mau saya simpan. Jadi, jangan ada lagi kepala kantor yang tidak bisa bekerja sama dengan stafnya,” tegas Sutarmidji.
“Kepala kantor harus tegas, kepala dinas harus tegas dan kepala badan harus tegas tapi tegas itu ada aturannya, jangan aturan kita sendiri,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Sutarmidji juga mengingatkan kepada unsur kelurahan untuk tidak menggadaikan jabatannya dalam melaksanakan tugas di kelurarahan. Sutarmidji juga meminta kepada jajarannya agara memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Ia juga menegaskan, agar Kepala Seksi di kelurahan tidak memungut biaya apa pun kepada masyarakat.
“Kepada kepala seksi di kelurahan, saya minta jangan saudara gadaikan jabatan saudara itu dengan meminta dua ribu atau lima ribu setiap orang berurusan, bikin malu saja,” tegas Sutarmidji. 

Warga Curiga Kongkalikong. Walikota Heran Bensin di Kios Masih Ada


Warga Curiga Kongkalikong
Walikota Heran Bensin di Kios Masih Ada
Oleh Ubay KPI

Pontianak – Walikota Pontianak, Sutarmidji heran kenapa di SPBU sampai antri berkepanjangan sedangkan di tingkat pengecer ada, padahal konsumen sudah tidak diperbolehkan menggunakan jiriken.
“Saya juga tidak tahu jelas mereka dapat darimana. Kok di tingkat pengecer ada. Saya minta pertamina serius menanggapi hal ini dalam 2 hari,” ujar Midji.
Ditanya mengenai harga di tingkat pengecer yang cukup tinggi apakah pemerintah akan mengambil kebijakan menetapkan harga BBM di tingkat pengecer? Sutarmidji hanya menjawab pemerintah tidak mungkin buat batasan-batasan. Sebab ngontrolnya susah.
Karena kelangkaan dan mengapa pengecer masih memiliki BBM untuk dijual, beberapa masyarakat Kota Pontianak  timbul kecurigaan. Bahkan, salah satu warga Kota Pontianak yang tidak ingin menyebutkan identitasnya mengatakan saat ini terjadi pembelotan profesi kenapa di pengecer tetap ada BBM sedangkan di SPBU harus antri.
Menurutnya, ia pernah menemukan sebuah oplet menguras tangki minyaknya dan dijual ke pengecer dengan harga yang lebih tinggi dan kemudian pengecer menjual lebih tinggi juga.
“Saya melihat sendiri hal itu bang, karena penasaran saya ikuti lagi oplet tersebut dan ternyata ia antri kembali minyak di BBM. Jadi pemerintah harus memantau agar pengguna motor tidak harus membeli BBM dengan harga yang sangat tinggi,” ucapnya.
Steven yang ditemui saat motornya kehabisan bensin di sekitar Jalan Tanjung Raya Pontianak tadi malam saat ditanya soal harga minyak mengatakan harga BBM di pengecer sebesar Rp20 ribu dan ia hanya membeli setengah liter lantaran uangnya pas-pasan.
“Dua tempat saya tanya bang semua 20 ribu, awalnya saya tak beli karena terlalu mahal, tapi karena yang lain juga 20, akhirnya saya beli setengah liter saja asal sampai rumah,” ujar pekerja swasta ini.

Kemenag Pontianak Seleksi Santri se-Kota Pontianak

Seleksi - Salah satu peserta seleki mempresentasikan dari bab yang tekah dibacanya di hadapan dewan penilai serta menjawab pertanyaan yang diajukan, Sabtu (5/2) sore. FOTO: Ubay KPI

Kemenag Pontianak Seleksi Santri se-Kota Pontianak
 Oleh Ubay KPI
Pontianak – Menjelang pelaksanaan seleksi Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tingkat provinsi yang rencananya akan dilaksanakan Maret mendatang, Kementerian Agama Kota Pontianak menyeleksi santri pondok pesantren se-Kota Pontianak.
Acara pembukaan yang dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Mathlaul Anwar Jalan Pak Benceng Pontianak oleh Wakil Walikota Pontianak, Jumat (4/2) malam dan diikuti tujuh pondok pesantren se-Kota Pontianak.
Tujuh pesantren yang mengirimkan santrinya mengikuti seleksi qiroatil kutub tahun ini terdiri atas Ponpes Al_jihad Sungai Jawi, Ponpes darul Khoirat Jalan Dr. Wahidin, Ponpes Mambaus Shafa Pontianak Timur, Ponpes as-Salam Jalan Husein Hamzah, Ponpes Mathlaul Anwar Jalan Pak Benceng, Ponpes Darun Na’im Jalan Ampera dan Ponpes Walisongo Jalan Ampera.
Sampai sore kemarin, pelaksanaan seleksi MQK Kota Pontianak sudah memasuki tingkat wustha atau telah menyelesaikan semua seleksi di tingkat ula.
Menurut Ketua Pelaksana Seleksi MQK, M.Syurip Asy’ari saat ditemui di tempat pelaksanaan di aula Ponpes Mathlaul Anwar Pontianak siang kemarin mengatakan direncanakan malamnya akan menyelesaikan seluruh tingkat yang diperlombakan termasuk debat bahasa arab.
“Kalau waktunya cukup malam ini (tadi malam) seluruhnya akan diselesaikan, termsuk debat bahasa arab, namun bila tak selesai maka akan dilanjutkan besok pagi (pagi ini) dan sorenya akan langsung acara penutupan,” kata M. Syusrip Asya’ri.
***
Netralitas Dewan Juri
Sebelas kitab yang diseleksikan pada seleksi MQK Kota Pontianak yang terdiri dari kitab Sullam at-Taufiq, Jurumiyah, dan Ta’lim al-Muta’allim untuk tingkat ula, kitab Tafsir Jalalain, Fath al-Qorib, Subul as-Salam, dan ‘Amrithi untuk tingkat wustha, dan kitab Ibu Aqil, Ibnu Katsir, Ihya’ Ulumuddin, dan Fath al-Mu’in untuk tingkat ulya.
Untuk mejaga netralitas dalam penilaian sehingga menemukan santri yang memang berkompeten di kitab masing-masing, dikatakan Ketua Panitia, M. Syurip Asy’ari menunjuk dewan juri atau penilai yang memang mendalami kitab-kitab tersebut dan kemampuannya memang tidak diragukan.
Panitia pelaksana menetapkan Ustad Umar Qiyam pengasuh Madrasah Diniyah Husnul Yaqin Pontianak Utara, Ustad Syaifudin Zuhri dari Masjid At-Taqwa Polri Pontianak dan KH. Hasyim Dahlan dari Al-Mujtahid Pal XIII.
“Ketiga penilai tersebut memang sudah tidak diragukan kualitas pengetahuannya terhadap kitab kuning, dan dari mereka tidak memiliki keterwakilan peserta dalam seleksi ini, jadi kami sangat menjaga netralitas dewan penilai dalam penilaian,” ujarnya.
***
Pertanyaan Sulit
Bukan hanya sebatas membaca dan memaknai serta menjelaskan apa yang telah dibaca oleh peserta seleksi, selain itu, dewan penilai juga mempertanyakan secara rinci mulai dari tasrif lafadz, kedudukan lafadz sampai dengan harokat fathah, kasroh, dan dommah.
Pertanyaan yang diajukan sewan penilai kepada peserta sangat mendetail sampai ke hal yang kecil namun fatal dalam pemaknaan dan maksud bila hal itu keliru. Tak jarang pertanyaan yang diajukan dewan penilai membingungkan peserta seleksi.
Salah satu tim penilai, Ustad Umar Qiyam saat dikonfirmasi sore kemarin mengenai pertanyaan yang diajukan kepada peserta seleksi yang tak jarang beputar-putar pertanyaannya mengungkapkan hal itu merupakan bagian untuk mencapai target yakni memilih santri yang betul-betul mengerti dengan apa yang telah dibaca, bukan hanya maksud dan kebenaran bacaannya, namun ilmu alat sebagai modal dasar untuk bisa membaca kitab kuning juga mereka ketahui.
“Kita ingin mereka mengerti betul dan tahu ilmu sharraf dan anhwu serta I’lalnya dan ilmu terkait lainnya. Sebab ini untuk seleksi ke tingkat provinsi, jadi di seleksi tingkat kota ini kita betul-betul ingin memilih santri yang berkualitas sehingga nantinya mereka mamu bersaing dengan santri lainnya di tingkat provinsi,” tutur Umar Qiyam.

Adpel Belum Pastikan Alur Perairan Normal

Pihak Administrator Pelabuhan (Adpel) saat melajukan jumpa pers terkait karamnya kapan KLM Rahmatia Sentosa. FOTO: Ubay KPI

Adpel Belum Pastikan Alur Perairan Normal
 Oleh Ubay KPI
Pontianak - Administrator Pelabuhan (Adpel) Pontianak belum bisa memastikan kapan alur perairan menuju pelabuhan Pontianak kembali normal seperti biasanya pasca insiden bertabraknya kapal yang terjadi beberapa hari yang lalu.
Ketua Kantor Administrator Pelabuhan Pontianak, Sugiono pada jumpa pers, Selasa (15/2) siang kemarin mengatakan, pihak Adpel Pontianak akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengevakuasi KLM Rahmatia Sentosa yang tenggelam di laur perairan Muara Jungkat.
Hingga kemarin, Sugiono menerangkan, posisi KLM Rahmatia Sentosa yang berisikan 14.000 sak semen atau lebih kurang 760 ton susah berkurang, namun pihak Adpel masih belum dapat merincikan berda semen yang sudah dibuang ke laut.
Sugiono menambahkan, pihak Adpel akan berusaha secara maksimal untuk mengangkat kapal mengingat kondisi muatan kapal yang berisi semen sudha menjadi batu. Dalam kondisi seperti itu, semen bisa dibongkar dan kapal bisa digeser ke samping dengan menggunakan tagboat agar kapal tidak mengganggu alur perairan.
Selain menggunakan tagboat, Adpel juga menggunakan tenaga 20 orang untuk membantu evakuasi kapal. Untuk memperlancar alur perairan menuju pelabuhan, Adpel memerintahkan Pelindo II untuk memandu kapal yang memiliki draft tidak lebih dari empat meter untuk keluar masuk Pelabuhan Pontianak.
Dalam proses pengapungan kapal KLM Rahmatia Sentosa, meski Adpel memiliki 12 balon pengapung, butuh waktu yang tidak bisa ditentukan. “Apalagi pengapungan balon ini perlu tenaga ahli dan Adpel tengah mengupayakan mendatangkan dari Jakarta atau Batam,” Kata Sugiono.
“Kami masih dalam proses negosiasi,” tambahnya.
Dijelaskan Sugiono, pihaknya kesulitan dalam mengevakuasi karena kapal terbuat dari kayu dan memiliki muatan semen yang saat ini sudah membatu. Sehingga semen banyak melekat pada kapal dan perlu dilakukan cara penyelaman dengan memasang jala dan memasang box besi.Kemudian semen tersebut banyak yang melekat sehingga harus dilakukan dengan cara penyelaman dengan memasang jala-jala, memasang box besi
“Diangkat satu-satu dengan cram yang membutuhkan banyak waktu,” tuturnya.
Saat ini kondisi belum sepenuhnya normal, namun kapal kapal yang berdraft dibawah 4 meter bisa melalui alur perairan tersebut. Sehingga kapal kapal pengangkut BBM maupun sembako tidak ada masalah melalui perairan tersebut.
Sementara kronologis tabrakan tersebut, pihaknya menggunakan asas praduga tak bersalah, sementara ini kita lihat kejadian ini adalah human error yang bisa disebabkan karena tidak adanya komunikasi radio antara 2 kapal  atau komunikasi antara kapal dengan operator pemandu
Dalam hal ini dari pihak Adpel sedang menyelidiki dengan membuat Berita Acara Pemeriksaan Pendahuluan (BAPP) kedua belah pihak ABK kapal. Dari hasil BAPP ini akan disimpulkan siapa yang bertanggung jawab yang nantinya akan disampaikan ke Mahkamah Pelayaran.
“Dan nantinya di mahkamah pelayaran sendiri yang memutuskan siapa yang bersalah dan bertanggung jawab akibat tubrukan kedua kapal tersebut. Yakni KLM Rahmatia Sentosa dan KM Wewah,” tandasnya.