Tuesday, 16 January 2018

Ini Cara Jitu Agar Tidak Tertipu Pedagang Durian


Banser Makan Durian
Ini Cara Jitu Agar Tidak Tertipu Pedagang Durian

Oleh Ubay KPI

Saya termasuk pecinta durian, apalagi saat ini di Kalimantan Barat lagi musim durian, hamper berbarengan dengan musim langsat.
Bicara durian, yang paling dikenal di Kalimantan Barat, khususnya domisili saya di Kota Pontianak adalah durian Balai Karangan. Durian dari daerah ini kerap menjadi pembuka
banjirnya durian datang ke Pontianak. Selain itu, ada juga durian dari Singkawang, Sanggau, Sekadau dan Kapuas Hulu.
Sedangkan untuk durian yang paling banyak diminati lantaran kelezatannya dan dagingnya yang super tebal, dengan biji buah yang lumrahnya kecil-kecil, adalah durian dari daerah Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Biasa orang Pontianak menyebutnya Durian Jawi.
Cukup mudah membedakan antara Durian Jawi dengan durian dari daerah lain, yakni warnanya yang khas. Kebanyakan Durian Jawi warnanya hijau mentereng, sedangkan durian daerah lainnya umunya banyak yang kuning. Perbedaan warna itu masih belum diketahui secara pasti penyebabnya. Apa karena durian dari daerah lain lantaran dari daerah perbukitan? Sedang Durian Jawi asli durian dataran rendah. Menunggu hasil penelitian saja, oke.
Pribadi saya mengatakan, banyak penjual durian di Kota Pontianak nakal-nakal alias tidak jujur dalam menjual. Kadang meski bukan durian Balai Karangan atau Durian Jawi, pedagang kadang menyebutnya durian dari daerah tersebut. Alhasil, setelah membeli dan dibawa pulang, bukan makan durian dengan penuh nikmat, namun dengan penuh jengkel dan kecewa lantaran kadang dagingnya tipis-tipis. Besar biji dari pada daging. 
Ini lebih jago makan durian

Sebagai pecinta durian, saya akan berbagi tips agar kawan-kawan, khususnya tamu dari luar Pontianak bisa menikmati durian yang enak dan puas menikmatinya.
Pertama, jangan percaya penuh dengan pedagang durian, sebab jaman now tak banyak dijumpai pedagang yang jujur.
Kedua, kalau bisa memilih sendiri ciri khas durian, pilih sendiri saat membeli sebelum dibawa pulang. Umumnya, durian dengan mata duri yang besar punya kualitas bagus. Ciumlah dengan cara mengepalkan tangan dengan lebang di tengah, kemudian tempelkan kepalan tangan sambil dihirup kuat-kuat. Aromanya akan lebih terasa.
Ketiga, periksa lobang pada bagian durian, kadang ada lobang yang tembus ke isi yang sengaja ditutupi oleh pedagang. Bisa tidak jeli, dari lubang tersebut setelah dibuka banyak ulat di dalam alias buah tidak bisa dimakan.
Keempat, buah dengan berat yang ringan biasanya buahnya oke, karena besar kemungkinan biji buah kecil. Namun hal ini tidak semuanya, sebab kadang buah ringan namun isinya mentah.
Kelima, bila hendak membawa pulang durian untuk makan di rumah, sebaiknya sebelum membeli meminta kepada pedagang untuk dibukanya sedikit untuk memastikan buah tidak, busuk, mentah atau rusak.
Terakhir yang keenam, inilah cara saya menikmati durian. Ialah makan di tempat langsung. Makan durian di tempat pedagangnya langsung jarang diakali oleh pedagang. Sebab pedagang akan memilihkan dan membuka buah yang bagus untuk disuguhkan kepada kita. Bila kita mendapat durian yang mentah, kita bisa komplain langsung, begitu juga bila durian yang disuguhkan busuk, kita komplain dan biasanya pedagang akan mengganti dengan yang lebih bagus.
Tapi ingat, bila mengikuti cara yang keenam, anda jangan lupa untuk menanyakan harga terlebih dahulu sebelum anda menikmati. Perjelas dulu soal harga satuan, baru anda mesan. Jangan sampai anda menjadi korban ke-sadis-an pedagang seperti yang terjadi pada tahun lalu, dimana ada tamu dari luar Pontianak makan durian di tempat, tidak bicara harga dulu, langsung main makan. Setelah selesai kemudian ia harus membayar jutaan rupiah dari empat buah durian yang telah dimakan.
Sedikit saya akan menyertaan soal harga durian saat ini di Kota Pontianak. Per tanggal 16 Januari 2018, harga durian dengan ukuran besar berada di kisaran harga Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu. Untuk ukuran sedang di harga Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu.
Demikian berbagi saya pada hari ini. Semoga bermanfaat dan asli makan durian bukan menikmati biji durian. (*)

No comments:

Post a Comment