Tuesday, 27 February 2018

Bergabung Banser, Anggota Ini Dikatakan ‘MURTAD’


Anggota Banser Kota Pontianak saat pendidikan
Bergabung Banser, Anggota Ini Dikatakan ‘MURTAD’
CAD, PONTIANAK – Kejadiannya pada Senin (26/2/2018) malam di acara tabligh shalawat bersama Habib Fahmi Bin Abu Bakat Al-Idrus di Jalan Parwasal Pontianak Utara.
Saat acara tersebut saya memegang komando pasukan yang ikut melancarkan jalannya acara. Acara 13 anggota Banser di acara tersebut, ada yang menjaga lalu lintas di depan gang yang menjadi jalan masuk ke acara, ada yang bertugas di lokasi acara, dan dua fatser stay di dekat jamaah wanita.

Saya hanya memantau agar pasukan tetap berada di titik yang telah ditugaskan, tetap fokus pada tugasnya membantu jamaah dan panitia. Dalam situasi tenang saya tetap wajibkan pasukan ikut shalawatan bukan main HP atau bergurau sesama anggota.
Anggota Banser pada saat bersamaan juga membantu acara di Jalan Perdamaian, tepatnya di Jalan Karya bersama Habib Abdullah Ridho Bin Yahya. Di acara tersebut, sahabat-sahabat Banser dari Pontianak Tenggara, Pontianak Kota, dan Pontianak Barat yang bertugas di bawah komando Komandan Luqman.
Usai pembacaan doa di shalawatan dalam rangka Harlah Darul Musthafa dan GPAY yang di laksanakan di Parwasal, satu per satu anggota Banser saya pantau. Ada yang saya tugaskan membantu mengeluarkan sepeda motor jamaah yang akan pulang. Ada yang tetap stay di depan gang untuk menjaga lalu lintas.
Sedangkan Fatser, tetap menjaga jamaah wanita yang hendak keluar, termasuk merapikan sandal jamaah yang terkena seret jamaah lainnya sehingga berserakan.
Di situasi jamaah yang sudah mulai longgar, terdengarlah celetukan kata ‘MURTAD’ terhadap satu anggota Banser. Saya coba lihat orang yang mengeluarkan kata tersebut, namun tetap membiarkan ia pergi meninggalkan lokasi acara. Saya pikir anggota Banser yang ditatap orang tersebut mendengar kalimat yang baru saja keluar.
Anggota Banser tersebut memang baru di Banser. Ia merupakan lulusan Banser Angkatan III Kota Pontianak yang sebelumnya pernah mengabdi bersamaa ormas lain. Lantaran ada masalah dan tidak ada kecocokan di ormas tersebut, ia bergabung mantap hati bersama Banser Kota Pontianak.
Saya tak menghiraukan orang tersebut, sebab Banser sudah biasa di-bully. Kasarnya, Banser itu sudah kebal dengan bully dan cacian.
Setelah acara selesai seluruh pasukan kembali ke lokasi awal, depan Gang Ikhlas tempat diparkirnya sepeda motor seluruh anggota Banser. Sebelum bubar barisan saya sedikit memberikan evaluasi dan ucapan terima kasih.
Kami bersama anggota lainnya berlanjut ke sebuah café di Jalan 28 Oktober pada pukul 23.07 WIB. Saya menanyakan perihal perkataan tersebut kepada anggota Banser. Ternyata benar, anggota tersebut tidak mendengar, namun ada anggota Banser lain yang saat itu berada tak jauh dari saya juga mendengar kalimat tersebut.
Menanggapi hal tersebut, saya kembali briefing seluruh anggota Banser, untuk tidak membalas cacian dengan cacian.
"Ndan, saya ini sejak 2008 menjadi anggota di sana, namun saya memilih bergabung BANSER, bukan karena benci kepada mereka, tapi ini panggilan hati, saya yakin di BANSER lebih baik dan lebih jelas bagaimana mendidik para anggota," ujar anggota Banser yang mendengar kalimat MURTAD.
Cukup anggota Banser berjalan sesuai tugasnya saat di lapangan, anggota Banser tidak boleh adu argument dengan siapapun, apalagi dengan jamaah, sebab tujuan utamanya adalah shalawatan dan membantu suksesnya acara. Ada masalah di lapangan, tanggung jawab komandan.
Alhamdulillah, seluruh anggota Banser yang bertugas memahami dan SIAP 55 dengan apa yang saya sampaikan.
Dalam briefing sambil ngopi tersebut, tak lupa saya mengingatkan pula, untuk menanggapi setiap masalah dengan kepala dingin. Kalau perlu sambil kopi-an dan rokok-an agar tak banyak urat leher dan urat kepala yang tegang.
Tak perlu saya membahas kata’MURTAD’ yang terucap dari orang itu. Sebab MURTAD adalah bagi mereka yang pindah dari Islam ke agama lain. Tujuan kami jelas, menjaga ulama dan NKRI. Sesuai dengan garis koordinasi Satkornas.
Selamat bertugas dan mengabdi bersama kami para sahabat Banser lulusan Rasau Jaya, Sekadau, dan Kota Pontianak. Kalian semua yang berjumlah lebih 220 yang lulus pada bulan Februari 2018 ini, adalah sahabat kami. Selalu jaga etika saat bertugas, tanamkan dan selalu jaga dalam hatimu untuk senatiasa hormat kepada ulama, kiai, dan habaib.
Mereka adalah orang yang sangat pantas dihormati karena keilmuan, keimanannya, dan keturunannya. Gapailah tangan ulama, kiai, dan habaib. Cium tangannya saat sahabat-sahabat berjumpa mereka. Mereka adalah orang yang dekat dengan Allah SWT, mereka penyambung ilmu-ilmu Allah dan Nabi Muhammad, dan mereka adalah dzurriyahnya Baginda Nabi Muhammad SAW.

No comments:

Post a Comment