Friday, 8 March 2013

Paryadi Main Film Renjana

Paryadi, S. Hut

Paryadi Main Film Renjana

Oleh Ubay KPI

Mungkin tidak salah bila sosok Paryadi, S. Hut yang kini menjabat sebagai Wakil Walikota Pontianak sedikit disamakan dengan sosok M. Mahfud MD. Terutama dalam hal jabatan di beberapa tingkatan.
Kalau Mahfud MD dalam buku yang ditulis salah seorang wartawan dengan judul “Terus Mengalir”. Menuliskan beberapa tempat yang pernah dilalui oleh Mahfud MD. Seperti aktifis, politisi, dan di Mahkamah Konstitusi. Ada sedikit persamaan dengan sosok Paryadi. Di masa kuliah, Paryadi, S. Hut juga merupakan aktifis, pernah duduk di kursi legislative, dan kini di eksekutif sebagai Wakil Walikota Pontianak.
Namun, ada satu hal yang beda. Yakni, selain politisi dan birokrat, ternyata Paryadi juga memiliki kemampuan soal acting. Terbukti saat ini memerankan sosok Julio dalam film berjudul “Renjana” yang tayang di TVRI Kalbar beberapa waktu lalu. Film yang sedikit berisi mempromosikan makanan khas Pontianak, yakni lempok tersebut. Diakui oleh beberapa kalangan merupakan film yang bagus.
“Bagus ndak filmnya?” tanya Paryadi saat diwawancarai sejumlah wartawan dua hari lalu.
Spontan saja, salah seorang staffnya menyahut dengan jawaban “bagus”.
Ditanya soal perannya di film tersebut dan mimpi lain selain menjadi birokrat. Paryadi menceritakan kisahnya selama menjalani syuting film tersebut.
Menurutnya, memerankan dan syuting itu dirasakan susah. Mulai dari menghapal skrip. Hingga memainkan peran. “Selain ngapal di rumah, kadang di lapangan masih ngapal lagi. Dan tidak segampang yang kita pikirkan,” ujarnya.
“Main disinetron apa memang cite2 bapak?” tanya salah seorang wartawan.
Paryadi menjawab enteng. Dirinya menerima tawaran tersebut bukan karenanya cita-cita. Akan tetapi lebih kepada mengisi waktu luang. “Sebenarnya hanya untuk mengisi waktu kosong saja,” ungkapnya.
Selain itu. Paryadi juga menceritakan bahwa di waktu kuliah, dirinya pernah main drama teater. “Ya walau tidak menseriusi, sedikit ada kemampuan di dunia acting. Pengalaman waktu kuliah main teater,” pungkasnya. (Ubay KPI/Borneo Tribune)

Turun karena Kayu


M. Aminuddin, M. Si
Turun karena Kayu

Oleh Ubay KPI

Kontribusi perdagangan dan industry menurun drastic terhadap produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Yang paling berpengaruh merosotnya sumbangsih tersebut disebabkan pembabatan hutan sehingga kayu-kayu tak bisa lagi menjadi sector unggulan.
Semasa Kalbar memiliki kekayaan kayu yang besar, sumbangsih terhadap PDRB dari Disperindag Kalbar pernah mencapai 26 persen. Akan tetapi, setelah kayu kini kian langka sumbangsihnya hanya mencapai sekitar 16 persen. Itupun banyak ditopang dari sector sawit dan karet yang masih menjadi unggulan.
Plt. Disperindag Kalbar M. Aminuddin yang baru bekerja sejak 1 Februari lalu menjelaskan, pada mulanya kayu menjadi unggulan bersama sawit dan karet. Karenanya sumbangih terhadap PDRB sangatlah besar. Akan tetapi, Aminuddin masih optimis angka yang pernah dicapai dulu yakni 26 persen untuk PDRB akan kembali terulang bila pemanfaatan perdagangan dan industry terkelola dengan baik.
Beberapa cara yang akan dilakukan untuk perekonomian Kalbar ke depan yakni membangun industry hilir untuk memberikan nilai tambah. “Ke depan, harus membangun industry yang sehat. Dari situ, kita akan bisa mendongkrak kembali untuk pendapatan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Sedangkan untuk bauksit yang sekiranya menjadi andalan Kalbar, Aminuddin masih pesimis bisa tercapai dalam waktu dekat untuk membangun sebuah industry. Sebab, perlu dukungan banyak pihak. “Seperti listrik, harus memiliki daya yang kuat. Dan itu harus di-back up oleh yang lain,” tuturnya.
Sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Staff Ahli Bidang Pemerintahan Setda Kalbar ini mengaku, masih sangat awam dalam hal perdagangan dan industry. Akan tetapi, melalui amanah yang diberikan Gubernur Kalbar yang masih belum kepastiannya sampai kapan ia menduduki jabatan saat ini, dirinya berjanji akan mempelajari dan berusaha semaksimal mungkin.
“Saya akan berusaha memahami tentang tugas saya saat ini. Tentunya, saya juga butuh dukungan dari staff dan seluruh Disperindag yang ada di daerah. Yang penting lagi, dalam mendorong percepatan, diperlukan dan saya sangat menekankan data yang jelas,” pungkasnya. 

Wednesday, 6 March 2013

Harlah NU ke-87

M. Zeet Hamdy Assovie

Harlah NU ke-87
Donor Darah dan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat

Oleh Ubay KPI

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat, mempersiapkan beberapa agenda memperingati hari lahirnya yang ke-87. Donor darah dan pengobatan kesehatan gratis menjadi pilihan pengurus untuk dilaksanakan dalam mengisi peringatan harlah tahun ini.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Sekretariat PWNU Kalbar, Jalan Husein Hamzah, 19 Februari mendatang. Selain dua agenda tersebut, harlah juga diisi dengan peringatan puncak yang akan dilaksanakan di Pontianak Compention Center, 20 Februari mendatang.
Rencana kegiatan tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Harlah NU ke-87 PWNU Kalbar, Husein Tawik kepada sejumlah awak media saat menggelar konferensi pers di kediaman dinas Sekda Kalbar, Jalan Sutan Syahrir, Rabu (13/2) sore lalu lalu.
Husein Tawik dalam konferensi pers juga menjelaskan, dua kegiatan yang akan dilaksanakan bekerjasama dengan PMI Kalimantan Barat. Donor darah dan kesehatan gratis akan digelar bersamaan mulai pukul 08.00-12.00.
Sedangkan untuk perayaan puncak di PCC. Akan dilaksanakan pada tanggal 20 Februari pagi hari. Acara ini selain akan dihadiri oleh Gubernur Kalbar, juga akan dihadiri oleh Ketua PBNU, Said Aqil Siradj. “Informasi ini sekaligus menjadi undangan kepada warga nahdliyin yang ada di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Tawik menambahkan, pada acara puncak tersebut juga akan dilakukan MoU dengan PMI Kalbar serta pemerintah Kalimantan Barat. Hal ini dilakukan dalam upaya peningkatan SDM dan IPM Kalbar.
Sedangkan Ketua PWNU Kalbar, M. Zeet Hamdy Assovie menjelaskan, NU sebagai ormas terbesar di Indonesia telah diketahui bersama sangat identik dengan lahirnya bangsa ini. bersama-sama membangun karakter anak bangsa. Dan mendorong kemajuan masyarakat. Dan sangat ditekankan, NU sebuah organisasi yang sekuler dan tidak radikal.
Sebagaimana telah menjadi komitmen dalam diri NU. Terus mengawal bangsa dan terus mempertahankan martabat dan mendpng demokrasi terus berjalan.
“NU tidak berpolitik praktis. NU tetap berpijak pada kepentingan bangsa. NU tetaplah ingin bersama bangsa menghadapi krisi identitas yang melanda saat ini,” pungkasnya.

Membangun Pontianak yang Modern dan Humanis

MODERN DAN HUMANIS merupakan keinginan Firman Muntaco untuk Kota Pontianak. Di pelataran gedung, bersama istri dan simpatisannya, Firman menemui wartawan yang mengajukan pertanyaan. Niat dalam diri Firman yang bersikukuh ikut dalam pilwako Pontianak tahun ini untuk Pontianak lebih baik. Dan melakukan tindakan pasti terhadap apa yang belum dilakukan pemerintah saat, sedangkan hal tersebut sangatlah penting. Sabtu (2/3) pagi. FOTO: Ubay KPI

Membangun Pontianak yang Modern dan Humanis
Firman Daftar ke Golkar

Oleh Ubay KPI

Ratusan warga Kota Pontianak dari berbagai organisasi, mengantar bakal calon Walikota Pontianak Firman Muntaco ke Sekretariat Partai Golkar. Firman Muntaco merupakan orang pertama yang mendaftar ke Golkar di hari pertama pembukaan pendaftaran bakal calon walikota Pontianak. Dengan menggunakan mobil bernomor polisi B 20 FIR, Firman sampai ke Sekretariat Partai Golkar di Jalan Sutoyo sekitar pukul 09.30, Sabtu (2/3) pagi kemarin.
Sedikitnya ada delapan ragam seragam berbeda yang mengiringi pengambilan sekaligus pengembalian formulir kemarin, delapan organisasi tersebut yang menjadi simpatisan dan memberikan dukungan terhadap Firman Muntaco adalah Pemuda Pancasila, Pemuda Melayu Kalbar, Laskar Pemuda Melayu, Garda Maco, Benteng FM, Laskar Merah Putih, Gerkatin, dan Laskar keraton Kadriyah. Selain itu, juga ada simpatisan dari kalangan etnis yang mengenakan pakaian sesuai etnis masing-masing.
“Dukungan terhadap saya selain dari organisasi saya sendiri seperti Pemuda Pancasila dan Pemuda Melayu Kalbar, juga hadir dari kalangan etnis, ada Tionghoa, Jawa, Dayak, dan Madura,” ujarnya dalam pemaparan singkat Firman Muntaco di hadapan pengurus Partai Golkar Kota Pontianak dan simpatisannya.
Salah satu keinginan Firman Muntaco maju dalam pilwako Pontianak dan memimpin Kota Pontianak yang tak lain merupakan tanah kelahirannya, adalah ingin membangun Pontianak yang modern dan humanis. “Tak hanya modern, maju, namun juga berprikemanusian. Ramah kepada masyarakat, kepada lingkungan, PKL, dan demokrasi,” ujarnya di hadapan awak media usai menyerahkan formulir pendaftaran.
Didampingi istri dan simpatisannya, di teras secretariat Partai Golkar, Firman mengatakan sudah saatnya anak asli Kota Pontianak melangkah dan berani memimpin Kota Pontianak. perkataan ini tak dijelaskan oleh Firman kepada siapa dituju. Padahal masih banyak kandidat lain yang bernafsu ikut bertarung di Pilwako mendatang.
Hanya saja, Firman menekankan bahwa Pontianak memiliki generasi yang bagus dan tak kalah bagus dengan daerah lain.
Pontianak menurut Firman merupakan primadona Kalbar. Secara umum, misi Firman Muntaco adalah memperbaiki kekurangan. “Ada sesuatu yang ingin perbaiki dengan kawan,” ujarnya tanpa menyebutkan sector apa yang akan diperbaiki.


Soal rekomendasi dan penetapan, Firman menyerahkan kepada pimpinan wilayah dan pusat Partai Golkar. Pasalnya DPW dan DPP lebih tahu dan akan menilai serta mempertimbangkan hasil survey untuk menunjuk siapa yang akan menggunakan partai berlambang pohon beringin ini pada pilwako Pontianak mendatang.
Dicecar dengan pertanyaan keyakinan dirinya akan mampu terpilih, Firman menjawab dirinya tidak akan maju kalau tidak yakin terpilih. “Tentu saya yakin, kalau tak yakin untuk apa maju jadi walikota,” ungkapnya.
Proses pengambilan dan pengembalian formulir kemarin juga ada sambutan dari Ketua DPC Partai Golkar Kota Pontianak Herri Mustamin. Menurutnya, kedatangan Firman Muntaco merupakan orang pertama dan di hari pertama pembukaan pendaftaran bakal calon walikota di Paartai Golkar. Menurut Herri, hal tersebut merupakan bukti keseriusan Firman Muntaco maju dalam pilwako Pontianak 19 September mendatang.
Herri juga menegaskan, Partai Golkar memiliki pertimbangan dan indicator yang harus dipenuhi oleh bakal calon. Seperti elektabilitas, dan tentu menurut Herri mengutamakan kader partai sendiri. “Kami telah melakukan strategi. Penting bagi Golkar menyerap masukan dari masyarakat. Suara Golkar merupakan suara rakyat, begitu juga sebaliknya. Jadi, bila menurut warga Pontianak baik, maka baik pula bagi partai Golkar,” tuturnya.
Dalam penjaringan bakal calon walikota Pontianak tahun 2013 ini, Partai Golkar membuka pendaftaran hingga tanggal 11 Maret mendatang. Di hari pertama kemarin, baru Firman Muntaco yang telah mengambil dan mengembalikan formulir.

Firman Optimis Didukung Golkar


Firman Optimis Didukung Golkar

Oleh Ubay KPI

Politik menjelang pilwako Pontianak 2013 masih berputar pada sekitar parpol pengusung. Sebab, satu-satunya partai yang bisa mengusung tanpa koalisi yakni Partai Demokrat masih belum menetapkan nama yang akan diusung. Dalam kubu PD, ada dua nama yang sangat kuat, yakni Paryadi dan Hartono Azas.
Sedangkan kandidat lain, termasuk petahana Sutarmidji masih mencari kursi tambahan alias koalisi untuk lolos sebagai calon Walikota. Begitu juga Firman Muntaco yang merupakan kader Golkar. Masih mencari partai lain untuk diajak menjadi satu.
Firman Muntaco dan Sutarmdiji begitu sangat berhasrat untuk satu misi pada Pilwako. Namun di partai berlambang banteng moncong putih tersebut, juga ada nama lain seperti Paryadi yang juga mengambil formulir pendaftaran.
Nama Firman Muntaco memang sudah lama terpampang di sudut Kota Pontianak. Bahkan perkenalan nama tersebut hampir bersamaan dengan pilgub 2012 lalu. Firman merupakan salah satu yang berhasrat dapat digandengnya. Dengan dukungan banyak relawan, beberapa waktu lalu Firman Muntaco bersama Garda Maco-nya menyambangi Sekretariat PDI Perjuangan guna mengambil formulir pedaftaran.
Saat keluar dari secretariat, Firman Muntaco kepada awak media menyatakan PDI Perjuangan diharapkan dapat bergabung menjadi satu di Pilwako Pontianak, September mendatang.
Sedangkan saat ditanya soal Golkar, Firman dengan tegas mengatakan sangat optimis akan didukung Golkar di Pilwako mendatang meski ada nama lain kader Golkar yang juga muncul di permukaan, yakni Zulkarnaen Siregar.
“Saya yakin, dan optimis Golkar akan mendukung saya,” ujarnya tegas.
Tidak hanya waktu itu. Di suatu kesempatan Firman pernah menjawab pertanyaan wartawan dengan pertanyaan balik soal yang sama. Yakni arah Golkar di Pilwako mendatang. “Menurut kamu, mungkin ndak Golkar tidak mendukung saya?” ujarnya kepada wartawan.
Tidak ada keraguan pada partai Golkar yang dianggap aman, dirinya saat ini mengatakan konsen melakukan komunikasi dengan PDI Perjuangan. Sebab direncanakan Firman hanya akan mendaftar ke PDI Perjuangan dan Golkar saja.
"Dengan PDI P kita lakukan komunikasi secara terus-menerus. Komunikasi itu untuk mendapat dukungan dari PDIP. Kita memang ingin mendapat dukungan dari PDIP," tandas Firman Muntaco beberapa waktu lalu.

Firman Muntaco Harap Dukungan dari PDI-P


Firman Muntaco Harap Dukungan dari PDI-P

Oleh Ubay KPI

Firman Muntaco, yang merupakan kader Partai Golkar, Sabtu (23/2) kemarin mengambil formulir di Sekretariat PDI Perjuangan Kota Pontianak. Pengambilan formulir tersebut tak ada lain yang dimaksud, selain mengharap dukungan dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Pada perhelatan Pemilukada Kota Pontianak yang akan digelar 19 September 2013 mendatang.
Nama Firman Muntaco yang juga Bupati Melawi ini muncul di Kota Pontianak sejak beberapa tahun lalu. Beberapa baliho bergambar dirinya banyak bertebaran di sudut Kota Pontianak. Meski orang kabupaten Melawi. Namun aslinya Firman Muntaco merupakan kelahiran asli di Kota Pontianak. masa pendidikannya selama remaja di Pontianak.
Karenanya, ia ingin kembali ke Pontianak mengabdikan diri pada tanah kelahiran.
Dalam beberapa kesempatan dan saat mengambil formulir, Firman Muntaco menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam Pilkada Kota Pontianak didasari dengan kenyakinan yang kuat menang bersaing dengan kandidat lainnya. “Kalau tidak yakin menang, untuk apa maju dan mencalonkan diri jadi walikota,” ujarnya.
Sosok yang dikenal tegas ini selain sebagai kader partai berlambang pohon beringin, juga merupakan orang nomor satu di Kalimantan Barat pada organisasi Pemuda Pancasila. Selain itu, dia juga merupakan orang nomor satu di Kalimantan Barat pada organisasi kepemudaan etnis Melayu.
“Dengan keyakinan yang kuat, serta dukungan dari banyak kalangan, saya optimis menang,” timpalnya lagi.
Selain di PDI Perjuangan. Firman Muntaco juga memastikan akan mendaftar di partainya sendiri yakni Golkar. “Ya, kita akan mengajak PDI Perjuangan untuk berkoalisi bersama Golkar,” ungkapnya.

Format Tampilkan Teater Sebulan Lebih

BOKS TEATER dipajang dipelataran Taman Budaya Kalbar. Setiap boks berisi empat sampul judul teater yang akan tampil pada Parade Teater Khatulistiwa. FOTO: Ubay KPI


Format Tampilkan Teater Sebulan Lebih

Oleh Ubay KPI

Setelah melewati berbagai kegiatan, yang tak lain merupakan pembekalan kepada seniman teater. Yakni workshop-workshop seperti keaktoran, penyutradaraan, artistic seni dan pertunjukan. Kini sampai pada waktunya, Forum Teater akan menampilkan pertunjukan teater.
Tak tanggung-tanggung, kegiatan yang dikemas dengan Parade Teater Khatulistiwa ini akan dihelat sebulan lebih yang akan menampilkan teater setiap hari mulai tanggal 2 Februari hingga 14 April mendatang di Taman Budaya, Pontianak.
Dengan mengangkat tema “Mencintai Tradisi, Mengenal Kehidupan”. Parade teater yang digawangi oleh Format ini akan menampilkan sebanyak 24 kelompok pecinta teater atau sanggar. Setiap sanggar diperkenankan maksimal tampil dua kali dalam dua hari.
Ketua Format Mugiono saat ditemui di Taman Budaya siang kemarin mengatakan, dari 24 sanggar teater tersebut ada beberapa yang tikut serta. Selain kurang persiapan juga terkendala seleksi. Sebab menurut Mugiono, panitia juga melakukan pemantauan ke setiap lokasi sanggar untuk melihat kenyataan di lapangan. “Apakah mereka benar-benar latihan dan persiapan atau tidak, target kita adalah mereka menampilkan yang terbaik dan tentu berkualitas,” ujarnya kemarin.
24 sanggar teater yang akan ikut dalam Parade Teater Khatulistiwa tahun ini berasal dari beberapa daerah. Yakni Pontianak, Sintang, Kubu Raya, bahkan ada dari Yogyakarta.
Sedangkan Ketua Panitia Parade Teater Khatulistiwa Nur Danu Sandy saat dikonfirmasi siang kemarin terkait persiapan. Ia menjelaskan persiapan kegiatan sudah menghampiri sempurna. Tinggal mengunggu action saat pelaksanaan.
Danu Sandy juga menyampaikan, opening seremony yang akan dilaksanakan malam nanti sudah dilakukan persiapan. Termasuk kepastian beberapa pejabat yang akan hadir. Tokoh-tokoh yang akan hadir dalam pembukaan nanti malam di pelataran Taman Budaya Kalbar, yakni Wakil Walikota Pontianak Paryadi, Pangdam XII Tanjungpura, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Paskas Lanud Supadio, dan dari Dinas Pariwisata Kota Pontianak.

Konsep SIAP untuk “Pontianak Sejahtera”

Paryadi, S. Hut

Konsep SIAP untuk “Pontianak Sejahtera”
Paryadi: Sejahtera Muara Segala Program

Oleh Ubay KPI

“Pontianak Sejahtera” menjadi jargon atau semboyan Paryadi, S. Hut dalam pencalonannya menjadi walikota Pontianak. konsep yang dicanangkan untuk mewujudkan ‘Pontianak Sejahtera’ adalah Santun, Inovatif, Aktif, dan Profesional (SIAP). Dua semboyan tersebut dikenalkan Paryadi usai mendaftar ke PDI Perjuangan beberapa waktu lalu.
Paryadi menjelaskan, semboyan tersebut bukan dibuat tanpa alasan. Sejahtera merupakan muara dari segala bentuk upaya pemerintahan dan berbagai program yang dilaksanakan. Sejahtera menurutnya tak hanya bersifat pada warga, bila warga sejahtera, maka aparatur pemerintah juga harus sejahtera. “Aparatur pemerintah sebagai pelayan harus juga sejahtera. Sehingga tak ada kecemburuan,” ujarnya.
Konsep SIAP sendiri lebih mengarah pada pembentukan pelayanan publik, konsep SIAP. Yakni, santun, inovatif, aktif dan professional punya kaitan erat menuju muara ‘Pontianak Sejahtera’.
Paryadi juga menambahkan, kesejahteraan masyarakat bisa diukur dengan tingkat kemiskinan yang menurun, tidak sekedar dengan luncuran program. Akan tetapi juga haris dimulai dari masyarakat yang memiliki keahlian.
Dalam meningkaykan keahlian masyarakat, Paryadi mengatakan untuk di Pontianak lebih gampang ketimbang daerah lainnya di Kalbar. Sebab di Pontianak memiliki SMK yang jurusannya lengkap.
“Masyarakat bisa meningkatkan kesejahteran dengan keterampilan dan keahlian. Misalnya otomotif, las, jahit, tata boga, dan lainnya. Itu bisa dikembangkan sebaba di SMK keterampilan dan keahlian seperti itu sudah ada,” pungkasnya.

Sutarmidji Salahkan Wartawan


Kesbangpol di Posisi Buntut
Midji: Wartawan yang Salah

Oleh Ubay KPI

Kesbangpol Kota Pontianak masih tercatan di posisi buntut alias paling bawah dari 34 SKPD yang ada di Kota Pontianak. Kesbangpol secara prestasi administrasi mendapat nilai kurang. Nyaris sama dengan Kecamatan Pontianak Tenggara yang lebih mendapat nilai sedikit lebih bagus, yakni cukup.
Penilaian tersebut dibeberkan Walikota Pontianak Sutarmidji usai Penandatanganan Dokumen Penetapan Kinerja Pemkot dan SKPD di Lingkungan Pemkot Pontianak, di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Walikota. Senin (4/3) siang kemarin.
Terhadap prestasi kesbangpol yang masih terpuruk dibanding dengan SKPD lainnya tersebut, Sutarmidji terus menekan Kesbangpol untuk bekerja lebih. Baik dalam administrasi yang menjadi muara segala urusan sampai pada pelaksanaan.
“Selaku pimpinan harus tegas, disiplin dalam melaksanakan aturan. Adminitrasi itu muara untuk out put. Kalau itu salah, bisa ikut salah,” ujarnya kepada awak media.
Akan tetapi, Midji tak memungkiri di Kesbangpol saat ini sedikit sudah ada perbaikan dibanding sebelumnya. “Mungkin karena ngurus politik,” ujar Midji dengan sedikit tertawa.
Terkait penandatanganan dokumen penetapan kinerja, Midji menjelaskan merupakan suatu langkah untuk menghindari adanya korupsi. Hal ini sesuai dengan cita-cita Pemkot yang telah dikomitmenkan bersama menjadi Kota Bebas Korupsi.
Menurut Midji, Semua daerah bercita-cita bebas korupsi. Karenanya, Midji berjanji pemerintah Kota Pontianak akan terus melihat dan mengupayakan semaksimal mungkin tidak ada pengelolaan anggaran yang tidak transparan.
“Saya pastikan, di kota (Pontianak) tidak ada yang fiktif. Saya pastikan itu. Dan semuanya kite laksanakan sesuai ketentuan. Pelatihan perlu, penyusunan dan lainnya sebagai pedoman,” tuturnya.
Sutarmidji kemarin juga menjawab pertanyaan wartawan, soal predikat Kota Pontianak yang berhasil menggondol prestasi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang sempat menjadi sorotan banyak kalangan hingga ke dewan. Dalam hal ini, Sutarmidji sempat mengeluarkan kata-kata menyalahkan wartawan. “Yang salah wartawan ini kan, yang bingung kite. WTP yang disoroti. Apapun hasilnya WTP itu jauh lebih baik dibandingkan dengan yang belum WTP. Itu tak bisa dibantah. Lucunya kan ada anggota dewan misalnya. Yang disorot yang WTP. Die itu harus memberikan pembelajaran kepada masyarakat. Tidak semua hal harus dicurigai. Dan kami tertib,” ungkapnya.

SCI SMKN 3 Pontianak Berani Terima Pesanan Batik Jumlah Besar

BATIK SMKN 3 Pontianak dipajang di pelataran sekolah. Merupakan hasil asli kreatifitas siswa SMKN 3 Pontianak. Terlihat juga Pembina Spesialis Corak Ingsang (SCI) Wasilah menerangkan kepada salah seorang dari Disperindagkop dan UKM Kota Pontianak, Ersa yang datang melakukan survey. Jumat (1/3) sore kemarin. FOTO: Ubay KPI

SCI SMKN 3 Pontianak Berani Terima Pesanan Batik Jumlah Besar

Oleh Ubay KPI

Spesialis Corak Ingsang adalah komunitas batik yang dimiliki SMKN 3 Pontianak Pontianak, dulunya pecinta batik di SMKN 3 Pontianak bernama Batik Wadah SMKN 3 Pontianak. Seiring dengan banyaknya siswa yang mahir dan berpengalaman dalam memproduksi batik, kini SMKN 3 Pontianak sudah berani menantang konsumen dalam jumlah besar.
Satu tahun lalu, siswa kreatif SMKN 3 Pontianak masih mengandalkan batik Jawa. Namun sejak akhir 202 lalu, semakin meningkatkan kreatifitasnya dan berani mengangkat symbol daerah, khususnya Kalimantan Barat.
Bahkan, pengkombinasian corak sudah sangat terlihat dari hasil-hasil batik yang telah selesai diolah. Seperti corak ingsang dan lidah buaya, corak Dayak dan China. Sudah mulai tampak. Bahkan, ada hasil spektakuler yang telah diproduksi SMKN 3 Pontianak. Yakni batik tiga dimensi dengan corak kombinasi insang, lidah buaya, dan China.
Ketua Spesialis Corak Ingsang (SCI) SMKN 3 Pontianak Wasilah saat ditemui disela-sela memantau 300 siswa SMKN 3 Pontianak melakukan produksi batik berbagai corak, Jumat (1/3) sore kamarin di SMKN 3 Pontianak, Wasilah mengatakan produksi SMKN 3 Pontianak kini tak hanya bermain di Pontianak. Namun sudah ke nasional dan internasional. Hanya saja, untuk melakukan produksi dalam jumlah banyak, pihaknya tidak berani karena sangat terkendala dengan sarana dan peralatan.
“Kalau jumlah ratusan, kami masih sanggup dengan kerja para siswa yang sudah mahir. Tapi kalau sudah ribuan, kita tidak berani. Makanya, kami mengharapkan bantuan pemerintah dalam mengupayakan adanya peralatan dan sarana,” ujarnya kemarin.
Kemarin, juga ada pihak Disperindagkop dan UMKM Kota Pontianak yang datang menyaksikan langsung bagaimana siswa-siswa memproduksi batik. Ersa, Kasi di bidang industry datang melihat kondisi para siswa membatik di pelataran sekolah yang juga merupakan lokasi parkir kendaraan. Pengeringan dilakukan di lapangan sekolah. Begitu juga proses pengecapan dilakukan dilokasi yang bergabung dengan lokasi parkir.
Kepada Borneo Tribune, Ersa menyatakan merasa bangga dengan kreasi siswa yang penuh semangat menciptakan batik khas daerah. Yang sangat ia berikan jempol, SMKN 3 Pontianak tak hanya memperhatikan corak yang populer di Pontianak yakni ingsang, namun corak Dayak juga ikut dipopulerkan. Karenanya, pemerintah melalui Disperindagkop dan UMKM tahun ini memberikan bantuan sesuai yang diajukan oleh pihak sekolah.
“Ini masih tahap awal. Untuk produksi lebih besar dan dukungan pemerintah, saya masih belum bisa memberikan komentar,” ujar Ersa.
Salah satu siswa kelas atas yang menjadi mentor sekaligus pembina karena memiliki kemampuan yang hebat dalam membatik, Erlin Claudya saat dittanya soal fasilitas, ia mengatakan masih belum mengganggu semangat rekan-rekannya. Akan tetapi menurutnya, itu menjadi salah satu kendala. “Tapi kawan-kawan tetap semangat. Dan kami pun lebih semangat,” ujarnya.
Ditanya soal proses, Erlin mengatakan proses yang dibutuhkan cukup panjang. Hanya saja hal itu tergantung motif yang akan dibuat.
Soal bahan baku, SMKN 3 Pontianak menurut Erlin menggunakan kain katun asli. Selain memiliki kelebihan menyerap tinta atau malam lebih baik. Juga memiliki ketahanan dalam mempertahankan warna batik.
“Harapan kami,  ya ini bisa dikembangkan. Mengenai pemensanan, kami siap kerjakan kalau hanya dalam jumlah ratusan. Silahkan datang saja kesini (SMKN 3 Pontianak), ujar Erlin dengan nada seakan menantang konsumen.
Erlin juga sempat menjelaskan proses-proses yang dilalui dalam menghasilkan dua meter batik. Mulai dari persiapan lukisan, mengecap, membilas, menjemur, sampai pada penakaran warna. “Bahan-bahan pewarna yang kita gunakan murni yang alami. Makanya ketahanan warna sangat baik dan terjamin,” pungkasnya.

Berikut saya lampirkan beberapa foto kegiatan dan proses membatik di SMKN 3 Pontianak

Motif bunga-bunga

Motif bunga-bunga

Batik dengan motif bunga-bunga diberi bayangan dengan menggunakan cotton bud

Batik-batik SMKN 3 Pontianak dipajang dibagian dinding sekolah

Memberikan bayangan pada motif cetak

Memberikan bayangan

Pemberian warna dasar kain setelah diberi motif

Ditiriskan setelah diberi warna dasar

Pemberian warna dasar kain yang awalnya polos putih

Sebelum diberi warna, kain dibentangkan agar tidak ada kerutan

Pemberian warna pada kain dilakukan dengan perlahan agar mendapatkan hasil yang rata.
Dari atas ke bawah, kemudian sebaliknya

Salah satu staff Disperindag Kota Pontianak Ersa (duduk kiri) melihat hasil batik karya siswa SMKN 3 Pontianak

Memberi warna dasar kain yyang dilakukan pada sebuah bak yang telah diberi zat pewarna alami

Setelah pemberian warna, kain dibentangkan sebelum dijemur agar mendapatkan hasil warna yang rata

Pewarnaan kain dengan zat pewarna yang bersumber dari alam

Beberapa batik yang selesai dengan berbagai corak dan warna



Proses batik cap dengan motif corak ingsang (Khas Melayu)

Batik cap dengan motif lidah buaya bermahkota. Menyimbolkan Pontianak merupakan penghasil lidah buaya
dan olahan lidah buaya merupakan khas Kota Pontianak

Kain polos putih dipersiapkan untuk dibuat bati cap



Batik corak lidah buaya bermahkota

Batik cap motif khas Dayak


Monday, 4 March 2013

Berita Harus Faktual dan Aktual


Berita Harus Faktual dan Aktual

Oleh Ubay KPI

Mengawali catatan saya pagi ini. Terlebih dahulu saya sampaikan kepada kawan-kawan, bahwa catatan yang akan anda baca ini merupakan sebuah ringkasan dan penjabaran dari saya pribadi.
Catatan ini merupakan hasil bacaan saya dari buku Menulis Berita di Media Massa karya Inung Cahya S yang diterbitkan oleh PT Citra Aji Pratama, Yogyakarta tahun 2012.
Dari judul di atas, kawan sudah pasti punya bayangan apa yang akan saya tulis ini. Lagi-lagi, kawan akan bertemu dengan tulisan saya tenyang jurnalistik. Tentang sebuah berita.
Factual dan actual merupakan sebuah sifat pasti dalam sebuah pemberitaan. Makanya, dua kalimat tersebut kerap ditemukan dalam sebuah definisi berita. Factual artinya berdasarkan kenyataan, sedangkan actual artinya kekinian atau baru.
Dua sifat tersebut melekat pada media-media massa yang ada. Bukan hanya di Indonesia akan tetapi di seluruh dunia.
Jadi, bukanlah sebuah berita bila sebuah tulisan yang ada di media, baik cetak, elektronik, atau online tidak sesuai kenyataan. Tidak sesuai hasil observasi, reporting, waeancara, atau release. Makanya, kalau boleh saya katakan, najis hukumnya memasukkan opini sendiri ke dalam sebuah berita. Khususnya bagi wartawan. Najis berarti tidak suci, dengan tidak suci maka sudah pasti kotor. Kalau sudah tidak suci, bila diibaratkan pada orang salat, maka sudah pasti salatnya tidak sah, tidak diterima.
Karenanya, sifat pertama berita adalah kenyataan. Hal nyata yang didapat atau terhimpun si penulis berita melalui berbagai cara tersebut.
Nah yang kedua yaitu actual. Kini atau baru. Kenapa harus baru? Secara logika, bila berita yang disajikan oleh media sifatnya sudah basi atau lama. Maka otomatis akan kurang diminati pembaca, otomatis juga tentunya media tersebut tidak akan diterima banyak orang. Kasarnya, untuk apa membaca berita yang sudah lama dan basi. Sedangkan yang menjadi kebutuhan masyarakat atau pembaca adalah informasi yang baru atau yang sedang hangat-hangat terjadi. Atau juga peristiwa yang baru terjadi, bukan satu tahun yang lalu.
Akan tetapi, bukan tidak mungkin dalam sebuah berita menyisipkan sebuah informasi yang lama. Seperti halnya lengsernya Suharto dari kursi Presiden RI. Kerap kita temukan dalam sisipan kalimat berita saat ini. Khususnya dalam pergerakan mahasiswa, politik, dan kenegaraan. Akan tetapi, berita seperti itu tidak akan menjadi berita utama di saat ini.
Atau seperti yang lagi hangat-hangatnya saat ini, yakni berhentinya Anas Urbaningrum dari Demokrat. Ada sebuah celotehan kalau Anas adalah seorang anak yang tidak diharapkan kelahirannya. Tentu pembaca sudah banyak tahu informasi tentang Anas Urbaningrum. Atau meski tidak banyak, tentu pernah mendengar.
Anas oleh seorang penyiar televise pernah diibaratkan dengan Nabi Musa yang melawan Fir’aun. Musa dirawat oleh Fir’aun hingga besar. Lalu kemudian menjadi musuh Fira’un.
Hampir sama dengan Anas. Saat ini ia seakan menjadi lawan Demokrat. Bukan hanya itu, akan tetapi akan mengobok-obok Cikeas.
Nah, itulah yang saya maksud dengan menyisipkan. Akan tetapi perlu diketahui, sisipan kalimat seperti haruslah sebuah kejadian nyata yang pernah terjadi sebelumnya, bukan sebuah opini. Ingat, bukan sebuah opini!
Itulah dua sifat yang harus ada dalam sebuah berita. Factual dan actual.
Berita atau informasi tidak bisa dipungkiri merupakan sebuah kebutuhan. Tak hanya politisi, pejabat, pengusaha, pelajar, atau mahasiswa. Namun informasi atau berita sekarang sudah menjadi kebutuhan hingga lapisan masyarakat. Tentu pembaca sudah kerap menemukan pedagang pasar baca Koran. Pembantu rumah tangga nonton televise acara berita. Atau bahkan, pernah melihat pemulung masih membaca sobekan Koran yang akan dukumpulkan untuk dijual.
Inung Cahya dalam bukunya tersebut menuliskan definisi berita adalah sebuah hasil pelaporan, baik secara lisan, tulisan ataupun tertulis yang bersumber dari realitas kehidupan sehari-hari. Sebagai bentuk laporan, berita harus berisi tentang kejadian-kejadian terbaru. Informasi yang disampaikan sebagai bahan berita pun harus dianggap penting dan menarik bagi masyarakat.
Pengertian tersebut diperkuat oleh dua tokoh jurnalistik. Yakni Mitchel V. Charnley dan Jacob Oetama. Mitchel mendifinisikan berita lapran terhangat tentang fakta yang menarik dan penting bagi khalayak. Sedang menurut Jacob Oetama adalah laporan tentang berbagai fakta setelah dimuat di media massa.
Dari bukunya Inung, saya juga menemukan asal kata berita yang baru. Selama dua tahun saya bergelut di dunia jurnalistik, belum pernah saya membaca di buku atau di internet tentang asal kata berita yang berasal dari bahasa Sanskerta.
Inung memaparkan bahwa berita itu berasal dari vrit, yang berarti terjadi atau ada. Sedang dalam bahasa Inggris berita disebut write yang berarti menulis. Dari dua kata tersebut sebagian besar orang Indonesia  melafalkan menjadi vritta atau berita.

Setelah Subuh
Di Kamar Pondok Kelahiran
Senin, 4 Maret 2013. Pukul 04.50

Wednesday, 27 February 2013

Menulis Berita Itu Mudah Bila Ditemukan Lead-nya


Menulis Berita Itu Mudah Bila Ditemukan Lead-nya

Oleh Ubay KPI

Pernah saya membaca sebuah buku, begitu runut dan jelas memaparkan sebuah cara menulis berita. Akan tetapi, membuat sebuah berita itu ternyata tak sesulit dengan apa yang dipaparkan dalam sebuah buku yang menerangkan panjang lebar sebuah cara menulis berita.
Dari perjalanan singkat saya selama menjadi wartawan. Saya punya anggarapan, kesulitan berita itu terletak pada kepala berita atau dalam bahasa jurnalistik adalah lead berita.
Mengapa saya katakan demikian. Sebab ketika kita sudah menemukan lead, maka ke bawahnya akan ikut dengan sendirinya. Tentu kawan-kawan masih ingat, bagaimana ketentuan menulis berita dengan teori 5W+1H yang disimbolkan dengan piramida terbalik. Dimana, penulis dituntut memasukkan seluruh teori dasar tersebut pada lead pertama atau kedua.
Setelah itu ditemukan, maka ke bawahnya akan mengalir dengan sendiri. Kawan-kawan tinggal  menambahkan tulisan tersebut dengan data lainnya sesuai hasil wawancara dan data-data yang dimiliki. Atau boleh juga ditambah hasil reportase. Tapi ingat kawan-kawan, ini sebuah pengalaman saya dalam menulis berita langsung atau bahasa kerennya straight news. Tentu akan sangat berbeda ketika kita menulis dalam bentuk soft news yang nyaris sama dengan sebuah feature. Dimana, soft news merupakan isinya semakin ke bawah semakin penting. Atau biasa para pemateri pelatihan jurnalistik membandingkan tulisan feature dengan sebuah gelas yang di tengahnya sempit lalu bagian bawahnya besar.
Banyak cerita yang saya dapatkan dari kawan-kawan dalam menentukan lead berita. Lead berita memiliki kaitan kuat dengan sebuah angle atau judul berita. Makanya, sering kita temukan penjelasan judul berita selalu dijelaskan pada paragraph pertama atau kedua dalam berita.
Seorang redaktur Koran nasional, Mas Yosrizal dari Koran Tempo pernah bercerita, ada wartawannya yang memiliki kebiasaan ke WC terlebih dahulu untuk menentukan lead berita. Berbeda dengan saya, biasanya saya untuk menulis berita lebih sering memandangi layar computer atau dengan memegang kepala bagian samping dengan kedua tangan. Kadang juga dengan menyandarkan kepala pada kedua tangan yang saling berpegangan di belakang kepala.
Cukup sampai di sini dulu berbagi pengalaman ini. Semoga ada manfaatnya.

Menjelang Tidur
Di Kamar Pondok Kelahiran
Selasa, 26 Februari 2013. Pukul 03.12

Saturday, 2 February 2013

Wow, BPK Temukan Penyelewengan Dana di RSUD Soedarso


Wow, BPK Temukan Penyelewengan Dana di RSUD Soedarso

Oleh Ubay KPI

Hasil pemeriksaan keuangan yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Kalbar di RSUD Soedarso, menemukan ada penyelewengan dan yang dilakukan pihak rumah sakit. Penyelewengan dana tersebut dari sector retribusi pelayanan kesehatan yang tidak disetor oleh pihak rumah sakit kepada pemerintah daerah.
Dalam siaran pers yang disampaikan Humas BPK Perwakilan Kalbar usai penyerahan laporna hasil pemeriksaan di tujuh entensitas di Kalbar, menyebutkan, RSUD Soedarso belum sepenuhnya melaksanakan operasional sesuai dengan Peraturan Pemerintan Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Serta perda Provinsi Kalbar Nomor 4 tahun 2008 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Perda Provinsi Kalbar Nomor 12 Tahun 2005 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan.
Selain pendapatan retribusi pelayanan kesehatan yang tidka disetor ke kas daerah, BPK juga menemukan tiga pelanggaran lainnya, yakni pengajuan tagihan kalian layanan kesehatan kepada pihak penjamin terlambat, pengelolaan tagihan biaya pelayanan kesehatan kepada pihak ketiga selaku penjamin tidak tertib, dan realisasi belanja jasa pelayanan kesehatan tahun 2011 sampai 2012 bulan agustus tidak sesuai ketentuan.
“Hasil pemeriksaan kinerja di RSUD masih kurang efentif, hal ini tercermin dalam tahapan-tahapan pelaksanaan program yang tidak tertib. Seperti perencanaan, pelaksanaan pelaporan, monitoring, dan evaluasi,” ungkap Kepala BPK Perwakilan Kalbar Adi Sudibyo.
Menurut Adi, temuan-temuan tersebut harus segera ditindaklanjuti oleh rumah sakit dan entensitas lainnya yang masih ada kesalahan. Sebab, bila tak segera diperbaiki maka akan mempengaruhi raport daerah atau entitas yang sebentar lagi akan dilaksanakan penilaian.
Selain menyoroti soal bulan berjalan dengan baiknya kinerja di rumah sakit Soedarso, Adi Sudibyo juga mengingatkan kepada seluruh entensitas agar segera melakukan konekting sebelum pelaksanaan e-adudit. Menurut Adi, BPK telah memasang agen konsolidasi atau konekting di tiga entitas. Yakni di Pemerintah Provinsi Kalbar, Kota Pontianak, dan Kabupaten Sanggau.