Wednesday, 13 July 2011

Keponakanku yang Degil

Kabar Bahagia Itu Bersama Takbir 
Oleh: Ubay KPI
Siang kemarin, pukul sebelas tidurku terhentakkan oleh suara yang seebenarnya sangat menggangu hayal mimpi dalam tidurku. Ku dikejutkan dengan suara kakak yang membangunkan saya memberi tahu bahwa kakak iparku pingsan dan akan dibawa ke rumah sakit setelah dua hari dua malam menahan sakit lantaran mau melahirkan.
Kusudah tahu bahwa kaka iparku memang telah dua hari merasa sakit mau melahirkan namun belum juga melahirkan sampai dengan siang kemarin. Bahkan kemarin malam saya juga sempat ke rumahnya yang pas di belakang rumahku sampai dengan pukul tiga dini hari menunggunya melahirkan. Kakak ipar saya istri dari abang kandung saya, Khairuman memang setiap kali mau melahirkan selalu mengalami kesusahan. Dari enam kali melahirkan semuanya susah dan memerlukan waktu lama sampai dengan tiga atau dua hari, dan dari enam kandungan sebelumnya, semua anaknya meninggal ada yang berusia satu hari, dan ada yang keguguran bahkan dari enam kandungan sebelumnya lahir sebelum waktunya paling tinggi usia tujuh bulan kandungan.
Siang kemarin, meski masih sempoyongan merasakan ngantuk, saya menuju rumahnya dan ternyata sudah ramai sekali tetangga yang datang ke rumahnya, bahkan sebagian banyak saudaraku yang berjumlah 10 orang datang juga. Aku bingung, dan tak tahu mau berbuat, setelah mengetahuinya pingsan untuk kedua kalinya, saya bulat dengan keluarga membawanya ke rumah bersalin meski sebenarnya kakak ipar tidak setuju lantaran takut. Saya bergegas mencari kendaraan dan alhmadulillah pick up milik pak haji di kampong tetangga tidak beroperasi keluar, sehingga bisa minta bantu kepadanya untuk membawa ke rumah bersalin.
Sekitar pukul satu siang, saya dan keluarga bawa kakak ipar ke rumah bersalin Bunda di Parit Pekong Siantan, sesampainya di sana, ternyata pihak rumah bersalin tak bersedia untuk membantunya lantaran kakak iparku mengalami sejarah yang tragis yakni kegagalan melahirkan enam kali sehingga pihak rumah bersalin merujuknya ke RS Yarsi.
Di Yarsi masuk pada pukul sekitar setengah tiga, dan langsung mengisi administrasi serta memberikan surat rujukan, di ruang adminstrasi saya benar-benar berbohong kepada pihak petugas, yakni member tahu bahwa anak sebelumnya yang enam, empat diantaranya hidup, dan dua meninggal, serta memberitahu sakit sejak kemarin malam dini hari, padahal sebenarnya semua enam anaknya tidak ada yang hidup, dan kakak ipar mengalami sakit sudah dua hari. Kebohongan itu saya lakukan karena khawatir pihak rumah sakit tidak menerimanya lagi. Saat abangku di-interview oleh petugas, terpaksana saya damping dan abangku menjawab pertanyaan suster sesuai dengan bicaraku yang ada di belakangnya dengan menggunakan bahasa ibu (Madura).
Setelah administrasi selesai, saya izin dengan keluarga untuk ke meninggalkannya guna mencari berita, sekitar jam setengah lima sore kemarin. Dalam perjalananku khawatir selalu ada karena dari keluarga di rumah sakit tidak ada informasi.
Setelah selesai liputan di Kota Baru, pas di depan kantor pajak Kalbar di perempatan Ayani-Kota Baru HP yang saya simpan disaku bajuku bergetar namun, tak langsung saya lihat karena masih mencari es untuk minum. Sampai dekat Mujahidin baru saya lihat, ternyata SMS dari keponakanku yanga ada di rumah sakit, ia member tahu bahwa kakak ipar sudah melahirkan. “Boy, sudah lahir, laki-laki” begitulah isi pesannya. Setelah melihat SMS itu, air mata ini menetes, dan sesekali saya usap merasakan sangat bahagia karena satu-satunya abang saya yang belum memiliki keturunan kini telah diberi oleh Allah.
Di atas motor saya langsung tancap gas menuju Yarsi untuk melihat keponakan baruku, dan di perjalanan saya sambil berdoa semoga keberkahan dan kemulian bulan Ramadan juga menjadi keberkahan bagi bayi yang baru lahir yang nantinya tetap berusia sampai membahagiakan orang tuanya.
Sesampainya di Yarsi, saya temui bayi tanpa dosa yang mungil itu, dan kulihat masih tidur. Saat ingin saya sentuh, dia bergerak. Mungkin terkejut karena pamannya yang terlalu kotor. Mungkin.
Wahai dzat yang memiliki Ramadan, Engkau taburkan berkah pada Ramadan, semoga Engkau juga memberi berkah pada bayi yang lahir di bulan-Mu yang penuh berkah.

Tuesday, 12 July 2011

Menyongsong Deklarasi Ketahanan Pangan

Menyongsong Deklarasi Ketahanan Pangan
Ubay KPI/Borneo Tribune
Sebulan penuh sejak 8 Juni lalu hingga 10 Juli 2011, Badan Karantina Pertanian Kelas I Pontianak Kementerian Pertanian melaksanakan serangkaian kegiatan dalam tajuk bulan bakti pertanian ke-143.
Semangat menyongsong sekaligus mendeklarasikan untuk ketahanan pangan di Kalimantan Barat. Acara yang ditutup dengan pembagian doorprize dan jalan santai bersama di halaman komplek TVRI Kalimantan Barat Minggu lalu, berlangsung dengan semangat kebersamaan antusias warga Kota Pontianak.
Dalam bulan bakti pertanian ini juga, Badan Karantina Pertanian Kelas I Pontianak Kementerian Pertanian, banyak melakukan kegiatan sosial lainnya, berkaitan dengan pertanian. Baik melalui bakti sosial, pengobatan dan konsultasi hewan kesayangan, penanaman pohon, serta beberapa kali seminar tentang pertanian.
Penanaman pohon dalam kegiatan ini dilakukan di tiga daerah sebanyak 12.000 pohon yang disebar di Sambas, Ketapang, dan Singkawang. Sedangkan seminar yang dilaksanakan awal Juli lalu menghadirkan dari banyak pakar, mulai dari Kementerian Pertanian, anggota DPR, dan dari perguruan tinggi.
Kepala Badan Karantina Pertanian Kelas I Pontianak Kementerian Pertanian, Azmal Az mengatakan karantina bukan hanya meliputi pertanian saja, hewan-hewan juga ikut dipantau bagaimana kesehatannya. Untuk tetap menjaga Kalimantan Barat dari virus-virus tanaman serta hewan.
Dengan bulan bakti pertanian, Azmal Az menambahkan, sekaligus untuk mengenalkan kepada masyarakat tugas pokok badan karantina dan memberikan solusi kepada masyarakat bagaimana mencegah penyakit masuk dan tersebar.
Di acara pamungkas bulan bakti pertanian Minggu lalu, Kepala Badan Karantina Pertanian Kelas I Pontianak Kementerian Pertanian juga menguji pemahaman masyarakat tentang pertanian, melalui kuisioner. Kuisioner dibarengi dengan pembagian doorprize.
“Pertanyaan untuk mendapatkan doorprize pasti tentang pertanian, artinya sejauh mana pengetahuan masyarakat tentang hal ini,” Azmal Az.

Olahraga Rakyat di Kalbar Belum Menemukan Celah


Tim voli putra Kalbar bersama official. FOTO: Humas PBVSI
Olahraga Rakyat di Kalbar Belum Menemukan Celah 
Ubay KPI/Borneo Tribune
Olahraga rakyat seperti sepak bola dan futsal di Kalimantan Barat masih belum juga mampu memberikan harapan serta hadiah membahagiakan kepada masyarakat Kalimantan Barat. Celah menembus prestasi lebih tinggi, belum ditemukan meski salah satu olahraga ini sangat sarat dengan kompetisi.
Sepak bola Kalimantan Barat gugur tampil di PON Riau 2012 mendatang. Tim Kalbar tak mampu bersaing dengan tim lainnya asal Kalimantan pada Pra Kualifikasi PON di Kaltim beberapa waktu. Hasil pahit di beberapa laga dirasakan tim Kalbar. Satu tiket yang diperebutkan untuk zona Kalimantan menjadi milik tuan rumah, Kalimantan Timur.
Begitu juga dengan tim futsal. Olahraga anak kandung dari sepakbola, dan olahraga yang sarat dengan kompetisi ini juga gagal lolos ko PON setelah di Pra PON beberapa waktu lalu juga menuai hasil tak memuaskan.
Sebaliknya, cabang voli yang juga terbilang olahraga rakyat. Sedikit memberi senyum kepada insan voli Kalimantan Barat. Olahraga ini mampu meraih tiket ke PON, meskipun hanya di sector putra. Sedangkan di sektor putri, voli Kalbar yang menurunkan murni pemain daerah gagal merebut tiket ke PON.
Tim voli putra Kalimantan Barat lolos ke PON setelah berjuang keras memanfaatkan peluang mengikuti babak play off. Sebelumnya, di kompetisi Pra PON pertama, tim bola voli Kalbar gagal. Hanya saja, Kalbar meraih tiket mengikuti babak play off dan mampu mengalahkan tim Banten.
Hasil manis juga ditorehkan cabang serupa dengan voli. Setelah sekian lama ingin mencicipi manis tampil di PON, akhirnya terwujud juga. Sepak takraw nomor beregu sukses menggenggam tiket ke PON setelah di Pra Kualifikasi PON beberapa waktu, tim sepak takraw beregu Kalbar meraih juara pertama mengalahkan tim tetangga, Kalimantan Barat.

Fun Bike HUT Ke-1 Kodam XII Tanjungpura

Fun Bike HUT Ke-1 Kodam XII Tanjungpura 
Ubay KPI/Borneo Tribune
Merayakan ulang tahun yang pertama, Kodam XII Tanjungpura yang puncaknya akan dilaksanakan pada tanggal 17 Juli mendatang di Makodam Baru Jalan Soekarno Hatta Kabupaten Kubu Raya, Kodam XII Tanjungpura melaksanakan fun bike terbuka, Minggu (10/70 pagi ini.
Fun bike star dari depan Makodam XII Tanjungpura, 6.30 akan diikuti oleh seluruh jajaran Kodam XII Tanjungpura serta terbuka untuk umum. Selain itu, ikut juga meramaikan perayaan fun bike Ultah Kodam XII Tanjungpura sejumlah komunitas sepeda yang ada di Kota Pontianak.
Kapendam XII Tanjungpura, Letkol Infanteri, Desius dihubungi siang kemarin menerangkan, hari ini akan ada dua agenda yang akan dilaksanakan Kodam XII Tanjungpura dalam merayakan ulang tahun perdananya, ialah fun bike dan lomba burung berkicau. Lomba burung berkicau dijelaskan oleh Desius akan dilaksanakan di Komplek Stadion Sultan Syarif Abdurahman Pontianak sekitar pukul 08.00.
Kemudian diterangkan juga oleh Desius, fun bike bukan hanya bersepeda lantas selesai, namun usai keliling Kota Pontianak (sesuai rute) dengan bersepeda, Panitia Ulang Tahun Kodam XII Tanjungpura juga menyediakan sejumlah doorprize untuk peserta fun bike yang akan dibagikan setelah acara fun bike.
“Usai keliling kami juga menyediakan sejumlah doorprize kepada peserta yang akan dibagikan usai kegiatan,” ujar Kapendam XII Tanjungpura, Letkol. Infanteri. Desius.

Remamuda Kembali Dianggarkan

Piala Bergilir
Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menyerahkan piala juara umum kepada Ketua Remas Raudlatul Islamiyah, Kampung Jawa Tengah disaksikan panitia dan sejumlah undangan. FOTO: Ubay KPI
Remamuda Kembali Dianggarkan
Ubay KPI/Borneo Tribune
Pesta akbar Remaja Masjid Membangun Desa (Remamuda) tiga Kecamatan, Sungai Ambawang, Kuala Mandor, dan Sebangki yang digagas oleh BKPRMI Kecamatan Sungai Ambawang dan dilaksanakan setiap tahun dalam hal pendanaan akan kembali dianggarkan melalui APBD Kabupaten Kubu Raya.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan usai menutup secara resmi Remamuda XXV di Parit Seribut, Desa Jawa Tengah, Jumat (8/7) malam lalu.
Pesta remaja masjid yang menampilkan banyak kegiatan meliputi kesenian, olahraga, kerohanian dan sains diikuti oleh kurang lebih 60 remaja masjid. Kegiatan ini sangat mendapat dukungan dan antusias dari Pemkab Kubu Raya.
Setelah dirangkai dengan pengobatan gratis yang dilakukan Dinas Kesehatan Kubu Raya di sela-sela kegiatan Remamuda beberapa waktu lalu, untuk lebih memberikan penguatan, Bupati Kubu Raya mengharapkan Remamuda ke depan bisa dirangkai dengan kegiatan seminar .
“Kegiatan ini bagus, perlu ditambah semacam seminar untuk penguatan remaja masjid,” ujarnya.
Terkait pendanaan juga, Bupati Kubu Raya menyampaikan akan kembali diatur di Bagian Kesra Pemkab Kubu Raya. Tahun ini, Remamuda mendapat bantuan sebesar Rp 30 juta, lebih kecil dari Remamuda XIV sebelumnya saat di Gotong Royong, Kuala Mandor senilai Rp 35 juta. “Biar nanti Kesra yang atur, begitu juga dengan FKS TPA Sungai Ambawang, akan diupayakan untuk sama-sama dianggarkan,” kata Muda.
Sekretaris BKPRMI Kabupaten Kubu Raya, Irsan yang juga Anggota DPRD Kubu Raya dalam sambutannya menyampaikan, gawai Remamuda merupakan kegiatan bersama, dan untuk mensukseskannya juga perlu kerjasama dengan banyak lapisan masyarakat. “Ke depannya, jangan sampai lupa mengundang seluruh anggota DPRD Kubu Raya Dapil Sungai Ambawang-Kuala Mandor, tolong mereka sentuh untuk sama-sama memberikan perhatian,” ujarnya.
Di penghujung atau malam puncak Remamuda XXV lalu, yang dirangkai dengan penyerahan piala untuk juara. Keluar sebagai juara umum, Remas Raudlatul Islamiyah Kampung Jawa Tengah. Begitu juga dengan pemilihan tuanrumah Remamuda XXVI tahun 2012, ditetapkan Remas Al-Istiqomah Parit Aim Desa Ambawang Kuala.

Go Green, Go Healthy, Go Anniversary. HUT Kodam XII Tanjungpura Banjir Doorprize


Pelepasan
Kasdam XII Tanjungpura, Brigjen TNI Armyn Alianyang melepas peserta fun bike di depan Makodam XII Tanjungpura, Minggu (10/7) pagi FOTO: Ubay KPI
Go Green, Go Healthy, Go Anniversar
HUT Kodam XII Tanjungpura Banjir Doorprize
Ubay KPI/Borneo Tribune
Minggu yang cerah. Jalan Rahadi Usman tepatnya di depan Makodam XII Tanjungpura ramai didatangi perwira beserta sanak keluarga dan masyarakat Kota Pontianak dan Kubu Raya.
Sejak pukul enam pagi ratusan warga berdatangan ingin merayakan sejumlah rangkaian kegiatan perayaan hari ulang tahun Kodam Tanjungpura XII kali pertama setelah diresmikan tahun 2010 lalu.
Yakni dengan bersepeda santai keliling di Kota Pontianak. Mulai jenis terbaru sepeda warisan para veteran, sampai sepeda modifikasi yang menjulang setinggi dua meter lebih. Mereka sama-sama mengikuti perayaan HUT Kodam XII Tanjungpura yang pertama.
Sesuai jadwal, tepat pukul 06.30 Kasdam XII Tanjungpura, Brigjen TNI Armyn Alianyang melepas peserta fun bike ditandai dengan pengangkatan bendera dan pelepasan balon ke udara. Peserta langsung menyisir Jalan Kota Pontianak dengan diiringi motor pengawal melewati rute Jalan Tanjungpura, Pahlawan, Ayani hingga akhirnya kembali ke depan Makodam XII Tanjungpura.
Usai fun bike bersama, seluruh peserta disuguhkan dengan cemilan khas Kota Pontianak. Mereka bersama-sama menikmati sarapan pagi di alun-alun Kapuas. Hingga pukul 08.30, barulah pesta doorprize dimulai. Berbagai doorprize telah disediakan oleh panitia pelaksana HUT Kodam XII Tanjungpura. Dari beberapa doorprize sebagian merupakan partisipasi dari pihak luar, seperti Bank Kalbar, Hotel Mercure, Mahkota Hotel, Aston Hotel, Indosat, dan Teh Pucuk Harum.
Fun Bike yang mengusung tema “Go Green, Go Healty, Go Anniversary” merupakan salah satu dari banyak kegiatan. Ketua Panitia Pelaksana HUT Kodam XII Tanjungpura, Kolonel. Infanteri. Asep Joko mengatakan, sejumlah agenda kegiatan juga akan dilaksanakan, seperti bakti sosial 16 Juli mendatang, pengobatan gratis, khitanan massal, donor darah, dan tabligh akbar. Juga nantinya akan melaksanakan hiburan yang akan mendatangkan artis ibukota.
“Setelah bakti sosial nanti, kegiatan sosial dan syukuran akan dilaksanakan di Makodam baru di Jalan Soekarno-Hatta Kubu Raya pada tanggal 17 Juli mendatang,” ujarnya.

Friday, 8 July 2011

Airport Abdurrahman Wahid

Airport Abdurrahman Wahid    Pada akhir April 2000, Gus Dur sempat ke Malang, dan mendarat di Bandara Abdurrahman Saleh. Ini mengingatkan dia pada peristiwa belasan tahun silam, ketika dia mendarat di bandara yang sama dari Jakarta, saat masih ada penerbangan reguler dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Malang.

Waktu itu Gus Dur bersama antara lain Almarhum Jaksa Agung Sukarton Marmosujono. Sebagaimana lazimnya untuk rombongan orang penting, mereka pun disambut oleh pasukan Banser NU.

Ketika romobongan sudah berangkat ke Selorejo, sekitar 60 kilometer dari bandara, petugas Banser melapor pada poskonya melalui handy talky.

“Halo, halo, rojer,” kata Mas Banser. “Lapor: Abdurahman Saleh sudah mendarat di airport Abdurrahman Wahid!”

Yah, kebalik.

Cinta yang Hilang

Diah Anggraeni
Cinta yang Hilang
By Diah Anggraeni

Hari berganti……
Seiring waktu menjauh pergi
Jejak jejak nadiku bawa tanpa mimpi
Bahtera pun kudaki
Hakikat tangis pasrah nurani………..

      Kau yang aku cinta………..
      Dedaunan takdir telah jauh mengubur masa tentang cinta kita
      Luruh dan sirna tanpa  tanpa kata serta sapa
Namun kini nuktah –nuktah kenangan hadir tak terduga
Aura cinta pertamapun  kembali seiring hadirnya sebuah nama………

Oh………….. kekasih.
Benarkah dirimu kini adanya…….????
Atau semua hanyalah mimpi menyemaikan asa fatamurgana…..
Lalu kucoba meminta pada yang ada
Bingkiskan tanya “apakah arti ini semua?”.
Duh…..    Ilahi Robbi……….
Haruskah luka yang sedari dulu kini sirna kan terasa
Dan mengapakah ingatan hati ini berkaca setelah lama kumelupakannya
Ataukah ini karma atas diriku yang terlalu percaya bahwa cinta pertama tak akan bisa ku upakan jua……
Wahai……… jagad dewa batara………..
Tak guna lari dari cinta ke lain cinta
Tersia kuraup kesah dari wajah ke lain wajah
Bila kini kuterhempas perih oleh legenda asmara lama…..

      Duhai angin pengembara…..........
Sampaikanlah rasa rindu ini
Hembuskanlah aura bayangnya
Agar diri ini percaya bahwa dia benar adanya.
Wahai bias purnama…….
      Bawalah sabda hatiku padanya
      Pancarkanlah rona asa nurani kupadanya
      Agar ia tahu………
      Bila luka dari cinta pertama tak sanggup kulupa.
Akhirnya……………..
Semuga dan semuga kau bahagia atas luka yang kembali kurasa

                                                               


Wednesday, 6 July 2011

Persaingan Juara Semakin Ketat

Finalis.
Sepuluh finalis lomba busana muslim muslimah sebelum memasuki babak grand final yang bukan hanya akan dinilai gaya mereka, namun sekaligus akan diuji kemampuan pengetahuannya. FOTO: Ubay KPI

Persaingan Juara Semakin Ketat 
Oleh Ubay KPI
Persaingan untuk menjadi juara pada event Remamuda XXV Parit Seribut, Desa Jawa tengah, Kecamatan Sungai Ambawang yang akan berakhir malam nanti kian ketat. Antar remaja masjid saling adu kompetensi di setiap cabang lomba untuk menampilkan yang terbaik.
Hasil sementara yang sudah jelas pemenangnya ialah di cabang olahraga, seperti tenis meja. Kampung Jawa Tengah tetap bertahta disusul Parit Na’im Desa Jawa Timur. Sedangkan untuk voli masih baru memasuki babak delapan besar. Begitu juga bulu tangkis, masih belum menyelesaikan pertandingan. Akan tetapi, sang juara tahun lalu, utusan Remas Tanjung Pasir Kuala Mandor masih belum terhenti. Diprediksikan tim ini bakal menjadi juara kembali.
Untuk cabang lomba kerohanian atau yang bersangkutan dengan kejurian, BKPRMI Kecamatan Sungai Ambawang menegaskan masih belum bisa mengumumkan siapa saja yang memperoleh juara meskipun nilai sudah masuk ke panitia. Hal itu karena masih belum dirapatkan dengan dewan hakim, BKPRMI, dan panitia.
Akan tetapi, hasil pantauan melihat hasil perolehan juara masing-masing remaja masjid yang diperlihatkan siang kemarin, perolehan juara tahun ini nampak banyak perubahan seiring dengan banyaknya peserta yang ikut. Begitu juga dengan kandidat juara umum, sampai dengan sore kemarin belum bisa diprediksi.
Banyak sekali perubahan juara pada tahun ini. Akan tetapi, kontingen berlabel juara tahun sebelumnya juga tidak kalah dalam persaingan. Seperti Tanjung Pasir juara umum tahun lalu, Parit Aim, Parit Masigi, Parit Surabaya, Parit Medan, Parit Wanlui, Darun Nasy’in, Rantau Panjang dan Kampung Jawa Tengah juga masih terlihat masuk dalam daftar juara yang diperlihatkan panitia sore kemarin.
“Sedangkan untuk kontingen lain juga banyak yang menempati juara, begitu juga dengan kontingen baru,” ujar salah satu panitia.

BBM Normal, Harga Diluar Kebiasaan

BBM Normal, Harga Diluar Kebiasaan 
Oleh Ubay KPI

Meski tak lagi kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar minyak jenis premium. SPBU di Kota Pontianak pun tak lagi panjang dengan antrean calon konsumen. Namun di sejumlah kios-kios bensin tepi jalan tetap memberlakukan harga Rp 6.000 per liter.
Hal itu mengundang pertanyaan sejumlah pengendara roda dua baik kepada pemilik kios dan pemerintah Kota Pontianak yang masih tetap menjual bensin di luar kebiasaan sewaktu BBM normal.
“Ada apa sebenarnya, kok harganya tetap 6000, dulu sebelum minyak susah kan harganya 5000, kenapa tidak kembali harga itu kan BBM sekarang normal,” ujar Purwanto, salah satu warga Kota Pontianak.
Begitu juga yang dikatakan oleh Andi Setiawan salah satu pelajar di Kota Pontianak, ia menjelaskan, 95 % pedagang bensin di Kota Pontianak tetap menjual Rp 6.000. Menurut Andi, semestinya harga bensin Rp 5.000. “Saya juga tidak tahu, apa SPBU masih belum melayani pakai jeriken atau karena mereka yang tidak mau menurunkan harga?” Tanya Andi.
Pemerintah selalu memproklamirkan untuk kesejahteraan rakyat dalam berbagai sisi. “Untuk hal bensin, yang sejahtera itu pedagangnya, tapi masyarakat lainnya belum tentu. Ya kalau satu hari cuma butuh 1 liter, kalau lebih? Tinggal dikalikan sebulan aja berapa jumlahnya?” tegas Iwan, pekerja buruh bangunan.
Iwan juga berharap, pemerintah cepat bertindak dengan harga bensin yang masih tetap Rp 6.000, seperti pada awal-awal kelangkaan BBM beberapa waktu lalu, pemerintah cepat mengambil keputusan menetapkan harga maksimal BBM di kios.
Salah satu pemiliki kios bensin yang meminta tidak dipublikasikan namanya, saat dikonfirmasi mengenai harga tersebut, kemarin mengatakan pedagang kios enggan menurunkan harga karena imbas dari kelangkaan beberapa waktu lalu. “Lebih banyak untungnya pasti bang, dan pedagang kios juga kompak. Meskipun BBM sekarang sudah lancar,” katanya.

Peduli Pemuda, Paryadi Kunjungi Remamuda XXV

Paryadi saat memberikan wejangan di hadapan penonton lomba busana di panggung utama Remamuda XXV, di Parit Seribut, Desa Jawa Tengah. Paryadi disambut gembira penonton dan remaja masjid atas kepeduliannya kepada kegiatan pemuda.
Peduli Pemuda, Paryadi Kunjungi Remamuda XXV 
Oleh Ubay KPI

Dalam menjaga hubungan silaturahmi dan terus mendukung kegiatan positif kepemudaan, khususnya remaja masjid, tokoh pemuda yang kini menjabat sebagai Wakil Walikota Pontianak dan pernah menjabat sebagai Ketua IPNU Kalbar, Paryadi mengunjungi event akbar Remamuda XXV di Parit Seribut Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya, Senin (4/7) malam.
Kunjungan Paryadi, selain menyerahkan bantuan secara simbolis kepada panitia penyelenggara, sebagai bentuk partisipasinya dalam kegiatan yang menyelenggarakan berbagai cabang lomba meliputi kerohanian, olahraga, sain, dan seni ini.
Kunjungan yang bersamaan dengan malam grand final cabang lomba busana muslim-muslimah disambut hangat oleh panitia HUT Remamuda XXV dan BKPRMI Kecamatan Sungai Ambawang. Selain itu, Paryadi juga menyampaikan wejangan di hadapan finalis lomba busana muslim-muslimah dan hadirin. Kemudian dilanjutkan menyinggahi Sekretariat BKPRMI Kecamatan Sungai Ambawang di lokasi kegiatan yang tak jauh dari panggung utama Remaja Masjid Membangun Desa (Remamuda XXV).
Dalam wejangan singkatnya, sebelum menyerahkan bantuan secara simbolis kepada panitia pelaksana, Paryadi menyampaikan tetap mendukung segala apresiasi positif yang dilakukan pemuda, khususnya remaja masjid. Ia mengatakan tetap akan ikut serta mensukseskan kegiatan positif tersebut, baik dengan bantuan moril atau materil.
Ketua Panitia Remamuda XXV Hairi Dahlan yang menerima bantuan secara simbolis di hadapan penonton malam itu. “Hal ini merupakan dorongan motivasi dari Paryadi kepada pemuda untuk terus meningkatkan prestasi dan silaturahmi antar remaja masjid,” ungkapnya.
Sambutan baik juga dilontarkan oleh salah satu peserta Remamuda dengan kepedulian yang dilakukan Paryadi terhadap remaja masjid. Sobirin menyampaikan salam bangga kepada tokoh pemuda satu ini. Sebab di sela-sela kesibukannya sehari-hari, masih bisa meluangkan waktu untuk hadir di kerumunan remaja masjid.
“Suatu contoh yang baik dan sangat penting ditiru oleh tokoh pemuda atau tokoh masyarakat lainnya. Saya yakin, dengan bentuk perhatian para tokoh, secara tidak langsung memberi motifasi kepada kaum pemuda,” ujarnya.

Tingkatkan Ekonomi Pemuda dengan Lele

Tingkatkan Ekonomi Pemuda dengan Lele 
Oleh Ubay KPI

Banyaknya tuntutan kebutuhan hidup dan pentingnya pemuda bisa mandiri bisa diciptakan dengan peternakan lele.  Hal itu yang dilakukan pemuda Desa Mega Timur khususnya di Dusun Mega Sempurna dalam upaya peningkatan ekonomi pemuda.
Berawal dari modal bantuan pemerintah, pemuda Desa Mega Timur mengembangkan usaha budidaya lele di pekarangan rumah dengan bermodal terpal dibentuk memanjang seperti kolam untuk penangkaran lele. Terpal merupakan pengganti dari kolam yang biasanya dibuat secara permanen dengan semen.
Peternakan ikan bagi pemuda ini sudah berlangsung lama dan sudah menuai hasil. Meskipun ada resiko dalam usaha ini, namun keuntungan juga mudah diperoleh. Hanya membutuhkan waktu tiga bulan, lele sudah bisa panen dan dipasarkan.
 Wasil, peternak lele yang pernah memperoleh hasil dari panen pertamanya beberapa waktu menjelaskan, peliharaan lele sangat mudah dan modalnya juga bisa ditebak. Di samping menggunakan pakan yang biasa dijual di pasar, lele juga bisa diberi isi dalam ayam. “Dan itu menambah pertumbuhan ikan, meskipun kadang ada juga pertumbuhan ikan tidak sama,” ujarnya.
Kesulitan yang dihadapi budidaya ikan lele, ialah ketika pertama kali memasukkan bibit. “Kadang bibit kecil itu tidak sesuai dengan air yang ada, resikonya bibit mati. Itu seringkali dialami kawan-kawan yang memelihara lele,” ujarnya.
Dari itu, Pokja budidaya lele di Desa Mega Timur mengharapkan penyuluhan bagaimana teknis dan cara dalam pemeliharaan lele.

Tuesday, 5 July 2011

Konsentrasi Pra PON

Konsentrasi Pra PON 
Oleh Ubay KPI

Pengprov Taekwondo Indonesia Kalimantan Barat tidak terlalu jauh memikirkan prestasi untuk tingkat nasional. Beberapa cabang lainnya juga menyiapkan diri mengikuti Pra PON, dan ada juga yang telah gagal. TI Kalbar lebih konsentrasi pada Pra PON yang akan dilaksanakan Desember mendatang.
Hal itu disampaikan Sekum TI Kalbar, Ambo Mangan beberapa waktu lalu usai pembukaan kejuaraan taekwondo tingkat provinsi untuk junior dan pra junior di gedung Pobu Untan.
Ambo Mangan  menegaskan, TI Kalbar terus menjaring atlet terbaiknya untuk masuk dalam skuad taekwondo Kalbar. Memperoleh tiket sebanyak-banyaknya ke PON merupakan target awal bagi TI Kalbar sebelum nantinya berlaga di PON. “Pra PON yang utama, bila Pra PON lolos, langkah selanjutnya ialah PON,” ungkapnya.
Saat ini, TI Kalbar memiliki 2 atlet taekwondo berpotensi yang dalam waktu dekat akan mewakili Indonesia ke tingkat internasional, ialah Tania akan ikut serta dalam kejuaran di Vietnam dan Deni kejuaran di Malaysia.
Dengan keterwakilan dua atlet Kalbar ke nasional ini semakin membuka ruang taekwondo Kalbar untuk prestasi di tingkat nasional. Diketahui pada PON lalu taekwondo mampu menyumbang medali meskipun hanya medali perunggu.

Remamuda XXV Pacu Minat Menulis

Remamuda XXV
Pacu Minat Menulis
Oleh Ubay KPI

Event tahunan Remamuda XXV, BKPRMI Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya di Parit Seribut Desa Jawa Tengah memasuki hari kelima, beberapa cabang lomba telah berlangsung dan selesai dilaksanakan. Rabu (6/7) akan berlangsung lomba karya tulis ilmiah yang merupakan cabang lomba sain.
Karya tulis ilmiah merupakan salah satu lomba yang bergengsi selain Musabaqah Fahmil Quran (MFQ). SC cabang lomba karya ilmiah, Salman dikonfirmasi siang kemarin menuturkan, peraturan lomba ini sangat mudah, peserta hanya diwajibkan mengumpulkan karyanya sebanyak minimal lima lembar dengan referensi yang cukup. Lomba ini terbilang bari di Remamuda Sungai Ambawang, meskipun baru namun animo peserta sangat besar, dari 63 kontingen yang ikut serta, 70% ikut dalam lomba ini.
Untuk mengurangi plagiat dalam sebuah karya, panitia juga memilih dewan penilai yang sesuai dengan bidangnya. “Sekarang banyak sekali artikel dan makalah yang dapat ditemukan melalui internet, namun panitia sudah mengantisipasi itu. Yang melanggar ketentuan karya ilmiah akan langsung didiskualifikasi,” ujarnya.
Selain pengumpulan karya ilmiah, peserta juga diharuskan mempersentasikan karya masing-masing di depan penilai.
Mantan Ketua BKPRMI Kecamatan Sungai Ambawang, Latief saat dihubungi beberapa waktu lalu mengatakan lomba karya ilmiah sangat penting untuk memacu semangat remaja masjid khususnya untuk membuat karya dan menuangkan ide. Sebagaimana banyak diketahui istilah bahwa menulis adalah simbol keabadian. “Dengan lomba ini kita pacu bagaimana rekan-rekan mencintai dunia kepenulisan, atau setidaknya mereka yang belum memulai, dapat memulainya dengan adanya lomba ini,” ungkapnya.
Ketua BKPRMI Kecamatan Sungai Ambawang, Agus Sulaiman juga menyampaikan sebagaimana ditegaskan oleh Latief,  menulis adalah bagian untuk keabadian. “Juga, dengan menulis remaja bisa memiliki karya, bukan hanya untuk dinikmati diri sendiri, namun juga orang lain. Yang juga bisa memberikan manfaat. Sekecil apapun tulisan itu pastilah ada makna,” ujarnya.
Diakui Agus Sulaiman, untuk membuka minat menulis memang sangatlah tidak mudah. Begitu juga dengan peserta remaja masjid. Agus menceritakan, pada awal diadakannya lomba karya ilmiah, pesertanya memang sangat minim. “Alhamdulillah, untuk tahun ini sudah banyak peminatnya. Dan ini suatu nilai plus,” katanya.

Menjemput Prestasi Tingkat Nasional

Menjemput Prestasi Tingkat Nasional 
Oleh Ubay KPI

Sebanyak 56 siswa tingkat SMP dan SMA berprestasi Kalimantan Barat berangkat menjemput prestasi tingkat nasional pada Olimpiade Olahraga dan Seni Nasional (O2SN) di Surabaya, 3-8 Juli 2011. Mereka akan beradu prestasi dengan daerah lainnya se-Indonesia di berbagai cabang olahraga dan seni.
Setelah dilepas oleh Kabid Pendidikan Menengah dan Umum Dinas Pendidikan Kalimantan Barat, Marjono, Sabtu (2/7) malam lalu, 55 siswa langsung berangkat pada hari Minggu menuju Surabaya. Segudang impian mengharumkan nama daerah menjadi tujuan bagi siswa yang berprestasi di tingkat provinsi. Meski tak ada target dari Dinas Pendidikan Kalimantan Barat, namun dari beberapa peserta meyakinkan tak ingin memperoleh hasil buruk pada O2SN tahun ini.
Seperti dikatakan Ayu, salah satu peserta Kalimantan Barat, dirinya berkomitmen, membawa medali untuk Kalimantan Barat merupakan tujuan utama. “Saya siap bersaing dengan dengan siswa provinsi lain, mohon dukungan semua masyarakat Kalbar,” ujarnya optimis.
Kabid Pendidikan Menengah dan Umum Dinas Pendidikan Kalimantan Barat, Marjono dihubungi siang kemarin menuturkan, beberapa lomba sudah dilaksanakan dan sejauh ini, ia menyampaikan kondisi peserta asal Kalbar tidak ada kendala. “Semua ikut lomba, dan kami tidak membebankan kepada anak-anak untuk prestasi. Akan tetapi, mereka pastinya sudah tahu dan sadar dengan sendirinya, untuk apa mereka datang ke Surabaya,” ujarnya.
Hanya saja, Marjono tetap berharap Kalbar tetap bisa membawa medali dalam event nasional ini. “Sebelumnya Kalbar selalu membawa medali emas, semoga saja tahun ini lebih baik,” katanya.

Sunday, 3 July 2011

Pengukuhan Pemuda Muhammadiyah Kalbar

Pengukuhan Pemuda Muhammadiyah Kalbar 
Kembangkan Ideologi Muhammadiyah
Oleh Ubay KPI
Setelah pemilihan kepengurusan baru PW Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Hotel Mercure Pontianak, 26-27 Februari lalu, Pengurus PW Pemuda Muhammadiyah Kalbar secara resmi dikukuhkan oleh PP Pemuda Muhammadiyah di Wisma Nusantara, Sbatu (25/6) pagi kemarin.
PW Pemuda Muhammadiyah pada tahun sebelumnya dipimpin ole Wasilun, estafet kepemimpinan pada periode 2011/2014 ini, Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Barat dipimpin Firman. Ketua demisionir, Wasilun yang kini menjadi pengurus PW Muhammadiyah mengharapkan Pemuda Muhammadiyah tetap berpijak pada ideologynya, yakni gerakan dakwah. Hal itu menurut Wasilun harus dikembangkan karena hal itu merupakan tujuanm dasar Muhammadiyah.
Terlebih lagi pada masa ini, Wasilun menyebutkan ada tiga ruang yang  bisa dimasuki, pertama politik, PNS, dan interprenership. Pemuda Muhammadiyah menurutnya harus bisa masuk pada ruang ketiga, interprenership. Di posisi ini dikatakan Wasilun sangat potensial bagi Pemuda Muhammadiyah, dna pengurus harus meningkatkan kembali entrepreneurship supaya punya kemandirian.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Kalbar terpilih, Firman usai pelantikan kemarin juga menyampaikan di awal kepengurusannya akan langsung melakukan singkronisasi sesuai dengan kebijakan PP Pemuda Muhammadiyah. Gerakan dakwah dan social kemasyarakatan akan terus ditingkatkan. “Pemberdayaan kepemudaan adalah langkah pertama akan dilakukan,” ungkapnya.
Terlebih lagi menjelang Ramadan, Pemuda Muhammadiyah juga telah merancang program kerja selama bulan Ramadan. “Untuk Ramadan memang telah ada seruan dari PW Muhammadiyah melaksanakan program serta menyusun peta bersama PW Muhammadiyah,” ujar Firman.
Kesiapan melakukan program Ramadan dan satu tahun ke depan, dijelaskan oleh Firman akan langsung dimusyawarahkan pada Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Barat yang dilangsungkan usai pelantikan kemarin.

SMAN 10 Layak Menjadi Sekolah Pilihan

SMAN 10 Layak Menjadi Sekolah Pilihan
Oleh Ubay KPI

Meski seumur jagung atau masih dalam perjalanan satu tahun ajaran, melihat prestasi dan sarana yang dimiliki SMAN 10 Pontianak, sekolah menengah atas ini layak menjadi sekolah pilihan bagi lulusan SMP atau yang memiliki ijazah paket B.
Karena, SMAN 10 Pontianak sudah menunjukka sekolah yang bisa bersaing dengan SMA lainnya di Kota Pontianak. Beberapa prestasi telah diukir oleh siswa sekolah ini, bukan hanya dalam segi pendidikan, namun juga seni dan olahraga.
Tahun ini, merupakan tahun pertama penerimaan siswa baru secara online, dan SMAN 10 Pontianak juga masuk dalam program ini. Masa pendaftaran yakni 4-7 Juli mendatang.
Menjadikan sekolah maju bertaraf internasional merupakan visi sekolah dengan julukan Smanten ini. Seperti yang dikatakan oleh Ketua OSIS SMAN 10 Pontianak, Pandini mengatakan, meski ia berada di sekolah yang baru lahir, namun tekad guru serat siswa tak ada gengsi. Ia merasa dalam pendidikan dan pelayanan yang diberikan sekolah ini sudah sangat baik dan sama dengan sekolah lainnya.
“Saya bangga sekolah di SMAN 10 Pontianak, bersama guru dan siswa, kami sama-sama ingin memajukan sekolah seiring sejalan bergandeng tangan,” ungkapnya.
Keterbukaan dan keluesan mengikuti beberapa rangkaian kegiatan di luar sekolah sangat diberikan oleh sekolah. “SMAN 10 Pontianak baru, namun prestasi tidak harus baru. Bebera prestasi di tingkat daerah telah kawan-kawan buktikan,” ungkap Eka Ayu salah satu siswa X SMAN 10 Pontianak.
Pujian bukan hanya datang dari siswa, namun juga datang dari Walikota Pontianak Sutarmidji saat hadir dalam penutupan Expo SMAN 10 Pontianak beberapa waktu lalu. Sutarmidji mengatakan SMAN 10 Pontianak layak menjadi pilihan utama bagi lulusan SMP. Hal itu ia melihat dari prestasi pendidikan dan lainnya di sekolah ini.
Kepala Sekolah SMAN 10 Pontianak, Deden Dikmat Chaidir juga mengatakan, sebagai kepala sekolah ia tetap komitmen dengan amanah yang diberikan. “Menjadikan sekolah yang bisa menciptakan SDM yang berkualitas merupakan cita-cita sekolah, dan cita-cita saya pribadi. Apa yang diinginkan siswa untuk perkembangan pendidikan dan bakat akan terus kami upayakan,” ujarnya. 


Expo Madrasah dan Pentas PAI Kemenag Kalbar

Lomba Perdana
Pertandingan pertama Expo Madrasah dan Pekan Keterampilan dan Seni (Pentas) PAI se-Kalimantan Barat cabang olahraga tenis meja dilaksanakan di GOR Pangsuma Pontianak dan dibuka oleh Sekda Kalbar. FOTO: Zainul Arifin/Humas Kemenang Kalbar
Expo Madrasah dan Pentas PAI Kemenag Kalbar 
Membangun Kultur Ilmiah di Lingkungan Madrasah
Oleh Ubay KPI
Expo Madrasah dan Pekan Keterampilan dan Seni (Pentas) PAI se-Kalimantan Barat digulirkan. Setelah kabupaten/kota melakukan seleksi di tingkat daerah, mereka bertemu dengan siswa berprestasi daerah lainnya di ajang Expo dan Pentas PAI di tingkat provinsi untuk beradu kualitas menuju ajang Expo dan Pentas  PAI tingkat nasional.
Sebanyak 615 siswa mengikuti ajang yang dimotori oleh Kementerian Agama Kalimantan Barat, pembukaan telah dilakukan dan dihadiri langsung Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, M. Zeet Hamdy Assovie. 14 kabupaten/kota mengirimkan siswa terbaiknya dan mengikuti acara pembukaan di Gor Pangsuma Pontianak, Senin (27/6) pagi kemarin yang dimulai dengan de vile dari halaman Museum Kalbar menuju GOR Pangsuma.
Expo Madrasah Pentas PAI mempertandingkan sebanyak 17 cabang lomba dan pertandingan. Mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah. Bukan hanya untuk tingkat siswa, dalam ajang ini juga memperlombakan para dewan guru dari berbagai tingkatan pendidikan.
Direktur Madrasah Kementerian Agama Kalimantan Barat, H. A. Saefudin pada sambutan dalam pembukaan pagi kemarin menyampaikan ajang Expo Madrasah dan Pentas PAI merupakan ajang untuk meningkatkan kratifitas dan kemampuan untuk menjadi yang terbaik. Sekaligus sebagai ajang untuk mencari siswa terbaik sebagai perwakilan Kalbar pada ajang tingkat nasional.
Di tingkat nasional, Pentas PAI akan dilaksanakan di Asrama Haji Bekasi, 12-16 Juli mendatang, dan Expo Madrasah akan dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede, 19-22 Juli 2011.
Sekda Kalbar, M. Zeet Hamdy Assovie usai membuka acara kemarin kepada wartawan mengatakan pendidikan madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, dan madrasah aliyah memiliki peran yang penting dalam pembangunan daerah. Sekolah madrasah menjadi pilar dalam pembangunan untuk membentuk generasi yang memiliki kekuatan diri dalam menghadapi globalisasi. “Pemprov tetap mendukung niat baik ini. Madrasah adalah pilar pembangunan dan kegiatan seperti ini harus digalakkan,” ungkapnya.
Expo Madrasah dan Pekan Keterampilan dan Seni (Pentas) PAI se-Kalimantan Barat mempertandingkan 17 lomba dan pertandingan, yakni pidato SD, pidato SMP, baca Alquran dan saritilawah SD, nasyid SMA/SMK, khutbah Jumat, cerdas cermat SMP, tenis meja, catur, MTQ, kaligrafi, pidato bahasa Inggris, pidato bahasa Arab, atletik, fahmil Quran, pidato bahasa Indonesia, dan badminton. Sedangkan cabang lomba untuk dewan guru yakni kreasi pembelajaran PAI berbasis ICT tingkat SD, SMP, SMA, kepala RA, dan guru RA.
Dari banyak lomba dan pertandingan dalam ajang ini menggunakan tempat. Seperti di GOR Pangsuma, Aula Asrama Haji, Masjid Wahdatul Ummah, Aula Dekopinwil, MAN 2 Pontianak, Masjid Luqmanul Hakim MAN 2 Pontianak, Aula MAN 2 Pontianak, lintasan sentetik SSA, GOR Bumi Khatulistiwa, dan Aula Kemenag Provinsi Kalimantan Barat.
Ketua Panitia Expo Madrasah dan Pekan Keterampilan dan Seni (Pentas) PAI se-Kalimantan Barat tahun 2011, Ridwansyah menjelaskan untuk penginapan peserta dari daerah menggunakan Asrama Haji Pontianak dan Dekopinwil Kalimantan Barat. Ia mengharapkan ajang ini berjalan dengan baik dan lancar serta menjadi kegiatan yang dapat menjalin lebih erat hubungan silaturahmi antar sekolah.

Menuju Petani Sejahtera

Menuju Petani Sejahtera 
Awang Sofian Razali Terpilih Secara Aklamasi
Oleh Ubay KPI
Dalam mewujudkan petani yang lebih sejahtera, dan mendapatkan kemudahan dalam pengembangan pertanian, lembaga tani memiliki peran penting dalam memberikan fasilitas kemudahan kepada petani. Jalan masih belum buntu untuk menemukan, hal itulah yang akan dilakukan oleh kepengurusan baru HKTI Kalimantan Barat yang akan dilantik di Mahkota Hotel, Selasa (28/6) malam nanti oleh Ketua DPN HKTI, Dr. Oesman Sapta.
Ketua DPN HKTI akan secara resmi melantik kepengurusan HKTI Kalimantan Barat yang diketuai oleh Awang Sofian Razali yang juga ketua tim formatur bersama Suhaidi, Abdul Kadir, Hilman Hamid, dan Radian. Awang Ishak Razali terpilih secara aklamasi periode 2011-2015 melalui kesepakatan anggota HKTI Kalimantan Barat untuk lima tahun ke depan.
Demi pencapaian kesejahteraan dan konsolidasi organisasi, HKTI Kalimantan Barat juga membentuk beberapa komite dalam melaksanakan tugas menjadi organisasi yang bisa memberikan manfaat kepada petani. Komite pendukung organisasi yang dibentuk yakni komite organisasi dan keanggotaan, data, dan Infokom, pertanian holtikultur dan ketahanan pangan, perkebunan dan kehutanan, peternakan dan perikanan, permodalan dan perbankan, UMKM dan koperasi, perindustrian dan perdagangan, agro indutri dan alhinta, pengembangan SDM, advokasi hukum, perundang-undangan, dan ketanahan, Litbang dan lingkungan, pemuda tani, dan wanita tani.
Dalam menjalankan estafet organisasi lima tahun ke depan, Awang Sofian Razali dibantu oleh beberapa pengurus lainnya yang menempati posisi wakil ketua yang diisi oleh Radian, M. Sadik, Suryansyah, Sy. Izar Asyuri, Aida Muchtar, Rihap Natsir Silalahi, Sy. Abdullah Alkadrie, Jamaludin, Marsel, Sigit Sapto Wibowo, Marselius, Andry Hudaya Wijaya, dan Sahardi. Sekretaris HKTI Kalbar ditempati Ishak Sulaiman. Nurjadi dan Abdul Kadir sebagai Wakil Sekretaris.
Di kebendaharaan, Setiawan Lim, Firzan Aziz dan Andri Ali Aswad sebagai wakil bendara. Dalam menyokong berkembangnya serta terlaksananya program kerja HKTI Kalbar juga dibentuk Badan Pertimbangan Organisasi (DPO) yang terdiri dari Zulfadli, Edi Suratman, M. Rahmatullah Rizieq, Aminardi, Chairil Effendy, dan beberapa anggota lainnya.
Dihubungi siang kemarin, ketua terpilih yang akan dilantik, Awang Sofian Razali menyampaikan pertama kali yang akan dilakukan dalam kepemimpinannya ialah konsolidasi organisasi dengan membentuk kepengurusan di tingkat kabupaten/kota se-Kalbar yang telah habis masa kepengurusannya. Menjalankan amanat Musprov yakni rapat kerja untuk menyusun program kerja.
“Yang diamanatkan pula oleh Musprov yakni membentuk kelembagaan yang kuat sebab selama ini kelembagaan tani sangat lemah. Maka kita akan meningkatkan kemitraan HKTI dengan pemerintah, pengusaha, dan instansi lainnya menuju tani sejahtera,” ujarnya.
Kepengurusan HKTI Kalimantan Barat periode 2011-2015 akan dilakukan malam nanti di Mahkota Hotel yang akan dimulai sejak pukul 18.30.

Tiada, namun Tetap Ada

Kepala Sekolah
Satu-satunya kepala sekolah yang masih ada, Abdul Wahab Jamil diberikan bingkisan oleh salah satu alumni SPG Negeri Pontianak pada temu kangen siang kemarin. Begitu juga dengan guru lainnya turut diberi bingkisan. FOTO: Ubay KPI/Borneo Tribune
Tiada, namun Tetap Ada 
Oleh Ubay KPI
Tahun 1991 merupakan tahun terakhir proses belajar mengajar di sekolah yang mencetak seorang pendidik. Kini telah tiada, namun keharuman nama Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri Pontianak tetap ada. Bukan hanya baru bagi sang guru, namun juga alumninya sampai dengan saat ini melanjutkan estafet sang Oemar Bakrie demi sebuah kecerdasan bangsa.
Sekolah itu memang telah tiada, namun sisa prasastinya tetap kokoh di Kampus II FKIP Untan Jalan Karya Bakti Pontianak. Siang kemarin kemarin, melalui fasilitator angkatan tahun 1987, alumni SPG Negeri Pontianak berkumpul di halaman sekolah yang dulu pernah ia tempati selama tiga tahun. Lebih dari 200 lebih alumni berkumpul bersama dengan guru setianya dulu, dan juga dengan satu-satunya mantan Kepala Sekolah SPG Negeri Pontianak yang hingga saat ini masih ada, Abdul Wahab Jamil. Mereka bertemu dalam temu kangen alumni SPG Negeri Pontianak dengan menyongsong semboyan “SPG boleh bubar, silaturahmi tetap jalan”.
Silaturahmi menjadi jalan untuk tetap mengenang bahwa SPG Negeri Pontianak pernah ada. Melalui alumni ia tetap abadi. Karena ia pernah lahir dalam buaian SPG Negeri Pontianak. Dari mereka telah banyak yang meniti sukses, bukan hanya sebatas guru sekolah, namun juga telah menembus guru besar.
Tawa, canda, dan pelukan di antara mereka siang kemarin di bawah tarup yang di hadapan berdiri kokoh panggung acara mereka lepaskan. Kebahagiaan puluhan tahun lalu seakan tersketsa kembali meski dalam pertemuan yang amat singkat. Menyanyi, berpuisi, dan laku lainnya ia tampilkan. Bukan hanya antar alumni saja, siang kemarin juga ada sekitar 20 lebih guru yang pernah mengajar di SPG Negeri Pontianak hadir menikmati temu kangen anak didiknya.
Kenangan lalu juga dikisahkan kembali oleh sang Kepala Sekolah, Abdul Wahab Jamil, ia menyampaikan sebuah kisah yang tak pernah ia lupa. Kisah bagaimana perjalanan SPG Negeri Pontianak mulai dari 10 siswa hingga ratusan siswa dalam setiap angkatan. Begitu juga dengan cita-citanya menciptakan generasi penerus perjuangan pahlawan tanpa tanda jasa. Anak tercintanya digiring untuk melanjutkan estafet perjuangannya menjadi seorang pendidik.
Meski tak semua dari lulusan SPG Negeri Pontianak menjadi pendidik atau guru, namun dari sekian banyak alumni yang hadir siang kemarin adalah seorang guru. Diakui oleh Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, M. Ayyub di sela-sela acara siang kemarin, temu kangen tahun ini merupakan kali pertama dilaksanakan alumni SPG Negeri Pontianak dengan menghadirkan guru-guru SPG Negeri Pontianak. Selanjutnya, akan dibentuk sebuah organisasi yang bisa mewadahi dari alumni SPG Negeri Pontianak. “Insya Allah ke depan bukan hanya sebatas kegiatan seremonial saja, namun lebih dikemas dengan kegiatan lainnya,” ujarnya.

Hidayatus Shibyan, Satu-satunya Sekolah Tingkat Atas

Motifasi Paryadi saat memberikan bingkisan motifasi kepada siswa berprestasi Hidayatus Shibyan pada malam puncak Tasyakuran ke-34, Sabtu malam lalu. FOTO: Ubay KPI
Hidayatus Shibyan, Satu-satunya Sekolah Tingkat Atas
Oleh Ubay KPI
Menjadi sekolah primadona di dlingkungan desa yang terdiri dari dua dusun. Dusun Mega Sempurna dan Mega Kencana. Sekolah yang berada di Parit Naim, Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, yang sebenarnya sangat dekat sekali dengan Kota Pontianak. Namun sekolah ini menjadi sekolah yang ramai diminati bukan hanya masyarakat lingkungan sekitar namun juga bagi masyarakat Kecamatan Kuala Mandor. Luas Desa Mega Timur yang penduduknya melebihi dari jumlah masyarakat Kecamatan Batu Ampar ini memang belum memiliki sekolah tingkat atas. Dari mereka sebelumnya banyak melanjutkanya sekolah tingkat atasnya ke Kota Pontianak. Semenjak tahun 2002, Yayasan Hidayatus Shibyan mendirikan tingkat atas dengan model madrasah aliyah, kelengkapan dari madrasah tsanawiyah dan ibtidaiyah yang ia telah miliki.  Mulai dari delapan siswa angkatan pertama tahun 2002 hingga saat ini mampu bertahan dan mampu menampung siswa hingga 30 lebih untuk setiap angkatan. Sekolah yang boleh dikatakan sedikit maju seukuran sekolah tingkat atas pedesaan. Sekolah yang dibangun dengan swadaya masyarakat pada awalnya ini kini telah memiliki fasilitas pendukung, seperti laboratorium bahasa, lab komputer, dan lab IPA. Sedangkan untuk perpustakaan masih belum memiliki koleksi banyak buku dan perlu sentuhan khusus dari pemerintah untuk lebih memajukan semangat minat baca siswa. Seperti pada rutinitas akhir tahun pelajaran usai pelaksanaan ujian akhir nasional dan sekolah, Yayasan Hidayatus Shibyan selalu melaksanakan tasyakuran dalam bentuk perlombaan dan keagamaan (ceramah). Seraya melepas siswa kelas XII yang telah mengikuti UN dengan prosesi perpisahan disaksikan ratusan siswa serta orang tua murid. Dalam seremonial malam puncak Tasyakuran ke-34 Yayasan Hidayatus Shibyan, Sabtu (25/6) lalu, turut dihadiri pejabat Kabupaten Kubu Raya, serta Kepala Mega Timur, Sahir Mannani yang juga alumni Hidayatus Shibyan. Seremonial malam puncak juga dihadiri oleh tokoh Madura Kalimantan Barat, Paryadi, S. Hut yang juga menyerahkan bingkisan motifasi kepada siswa berprestasi Hidayatus Shibyan, khususnya kepada peringkat 1, 2, dan 3 kelas 6 madrasah ibtidayah, madrasah tsanawiyah, dan madrasah aliyah. Seremonial pelepasan siswa kelas XII Madrasah Aliyah Hidayatus Shibyan juga dihiasi dengan tetes air mata murid serta guru. Melepas siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dengan sejuta harapan menemukan kesuksesan di tingkat yang lebih tinggi dan nantinya bisa mengabdikan diri kembali sekolah yang membesarkannya. Tahun ini, dalam pelaksanaan UN, Yayasan Hidayatus Shibyan dari tingkat MI, MTs, dan MA berhasil meraih prestasi yang membanggakan. Dari semua tingkatan lulus 100%.  “Semoga mereka tidak melupakan dan tetap menjaga naman baik Hidayatus Shibyan dimana pun mereka berada,” ujar Kepala Sekolah MA Hidayatus Shibyan, Nurkayan Madjid. Sebuah pesan kepada siswa Kelas XII yang telah meninggalkan sekolah dari Kepala Yayasan Hidayatus Shibyan, Abdus Salam Syam, tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi demi sebuah kemajuan diri, daerah, dan sekolah tercinta.

2012, Anggota BMT UGT Gunakan ATM

2012, Anggota BMT UGT Gunakan ATM 
Oleh Rosalinda

Ketua Pengurus Baitul Mal Wattamwil Usaha Gabungan Terpadu (BMT UGT) Sidogiri, Mahmud Ali Zain mengatakan pada awal tahun 2012 koperasinya akan dilakukan secara online, dan semua anggotanya bisa menggunakan ATM, serta dapat dijangkau di Jatim, Kalteng, Kaltim dan Kalbar.
Selain itu koperasi syariah ini juga dilakukan trasparan, dimana semua pendapatan dan kentungan yang didapat bisa diketahui anggota melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT).
“Sekarang ini jumlah Capem BMT UGT sebanyak 171 Capem yang menyebar hampir seluruh daerah, sementara perputaran uang di BMT UGT dalam setahun mencapai Rp 1,3 triliun dengan jumlah aset Rp 300 miliar,” kata Mahmud, Sabtu (26/6) malam di Kota baru.
Mahmud mengatakan ia juga akan menambah modal BMT UGT Kota Baru sebesar Rp 125 juta yang diambil dari dana BMT UGT Sidogiri.
Ia berharap dengan adanya koperasi syariah ini bisa membantu masyarakat kecil yang nantinya berubah menjadi menengah, dan sementara ini BMT UGT Kota Baru belum bisa meminjamkan modal yang besar seperti perbankan, namun pelayanan yang diberikan koperasi tidak sulit.

Koperasi Syariah Tak Kalah dengan Konvensional

Koperasi Syariah Tak Kalah dengan Konvensional 
Oleh Rosalinda

Keberadaan koperasi syariah BMT UGT Kota Baru telah membuktikan bahwa syariah tidak kalah dengan koperasi konvensional keuangan lainnya.
“Koperasi syariah bisa dijadikan motivator dan penyemangat dalam perkoperasian berbasis syariah khususnya di Kota Pontianak,” kata Asiaten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Pontianak, Kasri Sukirno, Sabtu (25/6) malam di BMT UGT Kota baru.
Kasri mengatakan berdasarkan data komperatif perkembangan koperasi konvensional dan koperasi berbasis syariah tahun 2010, yang ada di Kota Pontianak dapat disimpulkan masih perlu kerja keras khususnya untuk koperasi berbasis syariah yang ada di Kota Pontianak.
Salah satu yang harus dilakukan yakni pemberdayaan ekonomi umat melalui masjid, dan menggerakkan potensi yang ada sesuai dengan lembaga BMT atau koperasi yang berbasis syariah.  Meningkatkan kreatifitas koperasi yang berbasis syariah yang ada agar dapat berkiprah dalam rangka pemberdayaan ekonomi umat khususnya di masyarakat. Saling kerjasama atas asah asih asuh antar koperasi syariah.
Namun demikian kata Kasri yang harus diperhatikan persoalan-persoalan yang dihadapi koperasi dapat dijadikan introspeksi untuk melakukan perbaikan, dan selalu melakukan koordinasi. “Dengan pergerakan ini koperasi sebagai lokomatif penggerak ekonomi kerakyatan sehingga mampu mensejahterakan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

"PU Ikut Melaksanakan Saja"

"PU Ikut Melaksanakan Saja" 
Ubay KPI
Kota Pontianak terus melakukan program penghijauan, untuk mengurangi polusi udara serta memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Beberapa ruas jalan sudah tampak banyak penghijauan. Namun untuk lokasi penghijauan yang bisa dijadikan tempat hiburan bagi masyarakat kota Pontianak sangatlah minim. Hanya ada beberapa lokasi yang bisa dinikmati saat ini.
Lokasi penghijauan yang bisa menjadi rekreasi bagi masyarakat yang dimiliki Kota Pontianak seperti taman Untan, Alun-alun Kapuas, dan lokasi SSA. Tiga tempat itu sangatlah tidak memadai dengan kebutuhan masyarakat. Dari itu, meski bukan merupakan program kerjanya, Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak ikut andil dalam memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Dalam berbagai kegiatan proyek, Dinas PU Kota Pontianak kerapkali turut melakukan penghijauan dengan menanam pohon di berem-berem jalan. “Sebenarnya untuk lokasi hiburan alam itu bukan program kerja PU, namun ada dinas khusus, namun kita ikut melaksanakan saja,” ungkap Kepala Dinas PU Kota Pontianak, Eddy Kamtono.
Beberapa lokasi taman penghijauan yang direncanakan pengerjaannya oleh Dinas PU Kota Pontianak seperti di depan kantor KNPI Kalbar, Kota Baru, yang bekerjasama dengan Kementerian Agama Kalbar. Dan di Pontianak Utara juga direncanakan akan dibangun rekreasi taman hijau tepatnya berdekatan dengan pasar Puring Siantan. Dan depan Politeknik Negeri Pontianak sudah jadi tinggal perawatan.
Dalam mewujudkan kota yang hijau dan udara bersih, Eddy Kamtono juga mengajak masyarakat Kota Pontianak tutur serta menjaga setiap penghijauan yang telah ditanam di beberapa berem jalan.
Selama ini, ada beberapa tanaman penghijauan yang hampir mati bahkan tidak terjaga dengan baik pertumbuhannya, seperti di sekitar Jalan Pahlawan, Jalan Gajah Mada, dan beberapa lokasi lainnya.
Banyak ditemukan tanaman hijau yang telah ditanam mati lantaran kurangnya kebersamaan mewujudkan kota yang hijau.
“Jangan sampai menebang pohon yang telah ada,” ujarnya.
Dijelaskan pula oleh Eddy, Kota Pontianak memang sangat minim lokasi untuk dibentuk taman. Hal itu termasuk yang menjadi kendala untuk melakukan pembangunan ruang terbuka hijau. PU Kota Pontianak terus mendorong untuk penghijauan dengan melakukan penanaman pohon di badan jalan.


Lokasi Taman Penghijauan
1. Di depan kantor KNPI Kalbar, Kota Baru (bekerjasama Kementerian Agama Kalbar/rencana).
2. Dekat pasar Puring Siantan (rencana).
3. Depan Politeknik Negeri Pontianak (perawatan).



352 Orang Peroleh Beasiswa Untan

352 Orang Peroleh Beasiswa Untan 
Biaya Hidup Ditanggung

Kemiskinan adalah ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan sehingga dapat mematikan semangat untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Salah satu cara keluar dari jurang kemiskinan adalah melalui pendidikan. Untan sebagai universitas terbesar di Kalimantan Barat menyadari hal ini dan berupaya agar masyarakat kurang mampu dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi melalui beasiswa penuh outreaching.
Animo masyarakat melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi melalui jalur beasiswa penuh outreaching yang ditawarkan di Untan sangat tinggi. Berdasarkan Kepmen Nomor 34 Tahun 2010 tentang Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi bahwa penerimaan rnahasisvva baru tahun ini dilaksanakan melalui dua jalur yaitu jalur nasional yang terdiri dari ujian tertulis dan undangan SNMPTN (60%) dilaksanakan secara nasional dan jalur mandiri (40%) yang dilaksanakan oleh masing-masing perguruan tinggi. Perubahan mencolok tahun 2011 adalah seluruh jalur nasional dilakukan secara online. Bahkan peluang untuk mendapatkan beasiswa miskin tapi berprestasi (Bidik Misi) yang diberikan kepada 20,000 calon mahasiswa tersebar di seluruh PTN di Indonesia pun melalui online. Minimnya akses informasi dan teknologi menjadi kendala sekolah dan siswa di daerah untuk memperebutkan beasiswa dan akses pendidikan ke perguruan tinggi. Menyikapi hal tersebut Untan tidak mau lepas tangan dan berinisiatif melakukan penyeleksian pada siswa yang tidak mampu dan memfasilitasi pendaftaran ke jalur Bidik Misi sehingga peluang untuk mendapatkan beasiswa Bidik Misi akan semakin tinggi. Terbukti ada 2.074 pelamar diregistrasi oleh Untan ke Bidik Misi tahun 2011 ini.
Sejak tahun 2006, Untan telah mengupayakan penerimaan siswa tidak mampu melalui jalur beasiswa penuh outreaching lewat unit comdev dan outreaching. Seiring berjalannya waktu gayung pun seakan bersambut, pemerintah, instansi-instansi, dan masyarakat mulai berinisiatif membantu Untan dalam menyediakan bantuan beasiswa kepada siswa-siswa tidak mampu. Beranjak dari 43 siswa di tahun 2007, kini ada 388 mahasiswa di Untan sebagai penerima beasiswa penuh outreaching.
Tahun ini, 4 Juli 2011 merupakan hari yang ditunggu-tunggu siswa SMA se-Kalimantan Barat, lulusan 2011 dan 2010 yang sebelumnya tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi. Hari inilah pengumuman penerima beasiswa penuh untuk biaya sarjananya melalui jalur mandiri outreaching/comdev Universitas Tanjungpura. 352 orang yang terpilih akan meraih kesempatan emas menjadi mahasiswa Untan tanpa melalui tes dan tanpa membayar biaya pendidikan. Tambah lagi mereka akan memperoleh biaya hidup, biaya tempat tinggal dan biaya buku selama 4 tahun berturut-turut. Ke-352 kandidat terpilih ditambah 237 kandidat cadangan diumumkan pada media cetak serta website Untan (wnw. untan. ac. id).
Program beasiswa penuh outreaching/comdev Universitas Tanjungpura adalah wujud kepedulian Untan untuk meningkatkan pemerataan dan perluasan akses pendidikan bagi masyarakat terpencil dan atau miskin serta menjamin keberlangsungan mahasiswa yang bersangkutan agar dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu, sehingga pada akhirnya akan mampu mempercepat pembangunan/pengembangan wilayah di daerah Kalbar. Beasiswa ini diperuntukkan bagi siswa yang memiliki prestasi akademik 30% teratas, namun berasal dari daerah terpencil, miskin dan marginal.
Dari 633 SMA/MA dan SMK sederajat di Kalbar, 311 sekolah ambil bagian. Tercatat 2.546 pelamar yang mendaftar dari berbagai pelosok Kalbar maupun di luar Kalbar. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 2.074 pelamar. Sayangnya, masih banyak
pelamar beasiswa ini (486 siswa) yang tidak dapat diproses. Keterlambatan dan ketidaklengkapan berkas lamaran merupakan alasan sebagian besar lamaran tersebut tidak diproses. Diharapkan tahun depan kendala ini tidak terjadi.
Penerima beasiswa ini tersebar di 38 program studi S1 pada 9 fakultas di Untan. Berbeda pada tahun sebelumnya, tahun 2011 terjadi penambahan penerima beasiswa pada beberapa program studi, antara lain di FKIP yaitu Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi dan prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik, di FMIPA yaitu Prodi Sistem Komputer, dan di Fakultas Kedokteran yaitu Prodi Ilmu Keperawatan, dan Prodi Farmasi. Untuk tahun ini kelima prodi tambahan itu masing-masing mendapat I penerima beasiswa. Khusus beasiswa penuh untuk program studi pendidikan dokter diberikan kepada 2 orang. Pemberian beasiswa untuk 2 orang ini merupakan hasil seleksi ketat ujar Pembantu Rektor I, Saeri Sagiman. Pembantu Rektor III, Eddy Suratman, menambahkan bahwa survey tempat tinggal kedua calon tersebut juga untuk menentukan keputusan yang tepat sasaran. Lonjakan animo pilihan siswa ada di program studi FKIP diikuti program studi Akutansi dan Manajemen di Fakultas Ekonomi, Teknik Informatika di Fakultas Teknik. Banyaknya pelamar menuju ke prodi tertentu menyebabkan para pelamar harus bersaing secara ketat.
Peningkatan sumber pendanaan mulai meluas tidak hanya instansi tetapi juga masyarakat baik secara individu maupun kelompok mengulurkan bantuan. Sumber pembiayaan beasiswa tahun 2011 dari Program Beasiswa Bidik Misi (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi ¬Kementerian Pendidikan Nasional) untuk 300 orang, Program I-MBERE (World Bank dan Untan) 20 orang, Pemda Sekadau 30 orang, masyarakat 1 orang (masyarakat BPKP dan individu), dan Untan Mandiri 1 orang. Rektor Universitas Tanjungpura, Thamrin Usman, merespon dengan penuh antusias adanya upaya dari berbagai pihak. Sudah saatnya kita saling bahu membahu mencerdaskan anak bangsa. Beban itu menjadi ringan saat semua pihak bersinergi dan diharapkan persoalan pendidikan ini membantu mengakselerasi pengentasan kemiskinan.
Dari seluruh pelamar (2.546 orang) 64,37% di antaranya adalah perempuan, 43,55% berasal dari keluarga petani. Jumlah yang tinggi dari siswa perempuan menunjukkan animo ke perguruan tinggi didominasi oleh kaum hawa. Hal ini tidak berbeda dengan tahun sebelumnya.
Ketua Comdev dan Outreaching Untan, Entin Daningsih menambahkan, pada tahun ini jumlah pelamar tertinggi berasal dari Kabupaten Sambas (353 pelamar) diikuti oleh Kabupaten Landak. Sedangkan paling sedikit berasal dari Sekadau (68 pelamar) dan Melawi (70 pelamar). Belum diketahui apa penyebab perbedaan jumlah pelamar yang mencolok ini. Yang jelas semakin banyak pelamar, kesempatan persaingan untuk mendapatkan juga cukup tinggi. Apalagi jumlah siswa-siswa ini mempunyai daya kompetitif tinggi. Jumlah kuota tertinggi diraih oleh Kabupaten Sambas. Barometer keberhasilan program pemberian beasiswa ini akan dievaluasi dan menjadi penentu jumlah dan kualitas di masa yang akan datang. (rilis)

Saturday, 2 July 2011

Study Tour Santo Paulus ke Swinburne Sarawak

Siswa dan dewan guru SMA Santo Paulus berbaghround kampus Swinburne

Study Tour Santo Paulus ke Swinburne Sarawak 
Oleh Ubay dan Valensius Ngardi

SMA Santo Paulus mengisi liburan akhir semester tahun-2011 melalui Study Tour (ST), di Kuching-Serawak tanggal 26-30 Juni 2011. Kegiatan ini dikuti oleh 61 pelajar dan tiga orang guru serta dua pendamping basket SMA Santo Paulus. Peserta ST mendapatkan kesempatan perkenalan sistem perkuliahan di Swinburne University.
Frans, utusan guru dari ST mengatakan melalui ST dapat memberi wawasan yang luas kepada siswa untuk melihat dunia luar, tidak hanya berpusat pada lingkungan sendiri, tetapi dapat melihat kebiasaan hidup di negeri orang, pun dikatakan senada oleh Lenny, bahwa menurutnya kegiatan ST ini kreatif dan cukup bergengsi “Karena kita juga bisa menampilkan kemampuan pelajar Indonesia baik dalam penggunaan teknologi pendidikan maupun pola dan pengembang skill dalam kompetisi basket," ungkapnya.
Dikatakannya, bahwa peserta study tour yang ikut dalam kegiatan ini 60 persen ditanggung oleh kampus, baik penginapan, konsumsi maupun bis antar jemput selama kegiatan ST berlangsung.
“ST kali ini sangat menyenangkan karena sisi edukasinya menjadi utama baik dalam pengenalan di labotarium engineering maupun di multimedia dan tidak kalah penting mengunjungi museum Serawak,” kata Mia.
Eko, guru komputer menegaskan hal yang sama bahwa 5 program dalam kampus ini menjawab apa yang diinginkan oleh siswa SMA Santo Paulus yakni Programe Engineering, Commerce/Businnes, Information and Communication Technologies, Science, Design.
"Saya bangga karena bisa mengetahui berbagai macam hal dalam ST" kata Ketua OSIS ST, Chang Sese.
Kesan ini ditegaskan oleh Krisna perwakilan dari MPK bahwa ST ini pengalaman yang luar biasa. “Saya mengetahui banyak hal baik dalam sisi pengetahuan maupun pengalaman hidup yang nyata. Ujar putra dan Kabupaten Sanggau ini,” ungkapnya.
Kunjungannya kali ini, team basket SMA Santo Paulus berkompetisi dengan team basket dari Serawak yang merupakan sekolah bergengsi dalam bidang olah raga tersebut. Pertandingan yang digelar di Indoor Swinburne Serawak dimulai pukul 13.00 - 17.00 waktu bagian Serawak.
"Kami tidak tahan dengan AC tidak biasa main di Indoor. Sebenarnya kita bisa menang karena pola permainannya hampir sama,” ujar Septian pemain basket DBL 2011.
"Saya senang bisa bertanding di luar negeri selama ini kita hanya berhadapan di wilayah sendiri tetapi kali ini merupakan pengalaman yang berharga bagi saya" kata Merysa yang sering kali bertanding di DBL dan Prapon (Pekan Olah raga provinsi) 2011 di Jawa Tengah.
Akhirnya semuanya terjawab dalam satu tema ST 2011 "One Heart, One Vision Joint with Us" SEKALI SANTO PAULUS TETAP SANTO PAULUS.
Kepala Sekolah SMA Santo Paulus Pontianak, Valensius Ngardi ditemui di ruang kerjanya siang kemarin menjelaskan agenda study tour memberikan banyak pembelajaran terhadap anak didik serta guru yang bisa diterapkan di SMA Santo Paulus ke depannya.
“Anak-anak serta guru sudah melihat secara langsung bagaimana pendidikan di sana (Malaysia), dari perjalanan suatu perubahan bentuk pemikiran anak akan termodifikasi dengan pembelajaran yang di dapat di Indonesia untuk lebih maju,” ujarnya.

TI Membidik Bibit Muda

TI Membidik Bibit Muda
Oleh Ubay KPI

Melalui kejuaraan tingkat junior dan pra junior yang dilaksanakan di Gedung POBU Untan, 2-3 Juli 2011 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, suatu langkah Taekwondo Indonesia Kalimantan Barat untuk mendapatkan bibit baru penerus taekwondo yang nantinya bisa memberikan prestasi di tingkat nasional.
Kejuaraan taekwondo se-Kalimantan Barat yang dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pontianak, Suparman dan dihadiri dari Dispora Provinsi Kalbar dan KONI Kalbar, serta Pengprov TI Kalbar akan memperebutkan piala Walikota Pontianak yang diikuti sebanyak 210 atlet di tingkat junior dan pra junior yang berasal dari lima daerah di Kalimantan Barat yakni Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kubu Raya, Sanggau, dan Sintang.
Ketua Panitia, Rizarwin ditemui usai pembukaan mengatakan selain untuk mencari bibit baru taekwondo Kalbar juga untuk mencari atlet berpotensi yang nantinya bisa disiapkan untuk Pomnas 2012 di Jakarta, Oktober mendatang.
“Melihat prestasi taekwondo Kalbar semakin meningkat, kita juga optimis bahwa perkembangan olahraga ini akan lebih maju sesuai dengan semboyan “Indonesia Maju”,” ujarnya.
Sekum TI Kalbar, Ambo Mangan usai pembukaan juga menyampaikan dalam piala Walikota Pontianak ini bisa muncul bibit unggul yang bisa dibina lebih maksimal baik melalui dojang masing-masing atau Pengprov TI sendiri.
“Kalbar memiliki puluhan dojang yang terus memberi kontribusi atlet kepada Pengprov, dari itu Pengprov membuka diri membantu serta mendukung setiap langkah yang mengarah pada kemajuan taekwondo Kalbar,” ungkapnya.

Friday, 1 July 2011

Remamuda XXV Lebih Maju

Panggung utama Remamuda XXV. FOTO: Suryadi

Remamuda XXV Lebih Maju
Oleh Ubay KPI
Ajang antar remaja masjid terakbar bukan hanya se-Kabupaten Kubu Raya, namun juga se-Kalimantan Barat. Remamuda (Remaja Masjid Membangun Desa) melalui banyak kompetensi, mulai dari seni, olahraga, sain, dan kerohanian.
Di usianya yang ke-25, Remamuda kembali diselenggarakan yang melibatkan remaja masjid se-Sungai Ambawang, Kuala Mandor, dan Sebangki Kabupaten Landak yang ikut serta dalam ajang tahunan ini. Kali ini, pada pelaksanaan yang ke-25, Remamuda yang dipunggawai oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kecamatan Sungai Ambawang dilaksanakan di Parit Seribut, Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang.
Dari tahun ke tahun, pelaksanaan Remamuda selalu menantikan suatu perwajahan baru. Remamuda diharapkan bisa menjadi cikal bakal generasi yang bisa diorbitkan di tingkat yang lebih tinggi dari maisng-masing kecamatan, tahun ini perwajahan baru itu ditunaikan. Meski tak secara keseluruhan, beberapa cabang lomba sudah mulai membatasi usia peserta mengacu pada batasan usia di MTQ tingkat kabupaten atau sesuai cabang lomba di tingkat yang lebih tinggi. “Itu adalah komitmen kami, bagaimana kami bisa menciptakan suatu generasi yang bukan hanya manggung di ajang ini, namun mereka bisa tampil di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Ketua BKPRMI Kecamatan Sungai Ambawang, Agus Sulaiman.
Dijelaskan pula oleh Agus Sulaiman, Remamuda sudah banyak mengorbitkan generasi muda ke tingkat kabupaten, namun juga ke tingkat provinsi. “Dari itu kami (pengurus) terus ingin meningkatkan mutu, khususnya bagi mereka yang juara di ajang ini. Nantinya mereka akan kembali dibina untuk tingkat yang lebih tinggi, ini adalah proses perjenjangan,” tambahnya.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini selalu diikuti oleh banyak kontingen. Tahun ini, sebanyak 63 tiga kontingen ikut serta dalam ajang Remamuda yang biasanya dilaksanakan selama sepekan. Begitu juga dengan perebutan juara umum, selalu beradu saing antar remaja masjid dalam meraih prestasi. 
Di kepengurusan pimpinan Agus Sulaiman yang terpilih pada tahun lalu yang merupakan Remamuda pertama dilaksanakan masa kepreriodeannya juga menampilkan pernak-pernik baru, ialah bulletin Remamuda yang terbit setiap hari seputar pelaksanaan Remamuda. Buletin ini direncanakan akan ditindak lanjuti menjadi bulletin mingguan. “Insya Allah kalau ada dukungan kita terbit setiap minggu, BKPRMI siapa melaksanakan yang nantinya bisa dibaca jamaah-jamaah di masjid,” ungkapnya.
Ketua Panitia Remamuda ke-25, Khairi Dahlan menjelaskan, selaku panitia atau tuanrumah tetap ingin memberikan yang terbaik bagi setiap kontingen mulai dari penginapan hingga sarana perlombaan. “Kita tidak bisa melakukan apa-apa tanpa bantuan masyarakat Parit Seribut serta BKPRMI dan seluruh kontingen. Kita melaksanakan apa yang telah ditetapkan oleh BKPRMI,” ujarnya.
Khairi Dahlan juga menjelaskan mengenai persiapan kegiatan Remamuda XXV, jauh-jauh hari sudah melakukan koordinasi dengan masyarakat untuk acara se-akbar Remamuda. “Semua masyarakat lingkungan kegiatan kita libatkan untuk kebaikan dan kesuksesan bersama,” tuturnya.
Pada acara pembukaan yang dilaksanakan, Kamis (30/6) siang kemarin diawali dengan de vile kontingen dan dibuka oleh Kabag Kessos Sekda Kabupaten Kubu Raya, Jakariansyah mewakili Bupati Kubu Raya yang tidak bisa hadir. Pada Minggu (2/7) besok, Remamuda XXV juga dapat sentuhan perhatian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya yang bekerjasama dengan melakukan pengobatan gratis di lokasi Remamuda XXV Parit Seribut Desa Jawa Tengah.

Telkomsel Tingkatkan Pelayanan Konsumen

Telkomsel Tingkatkan Pelayanan Konsumen
Oleh Ubay KPI

Dalam memberikan pelayanan terhadap konsumen, PT Simpatindo Multimedia Kalimantan Barat meningkatkan sarana pelayanan dengan membuka geraiHALO baru yang berlokasi di Sungai Jawi, Jalan H. Rais A. Rahman Pontianak dan diresmikan secara terbuka oleh Wakil Walikota Pontianak, Paryadi. Kamis (30/6) pagi kemarin.
GeraiHALO Telkomsel dibuka untuk memberikan pelayanan lebih prima terhadap pelanggan Telkomsel sehingga tidak terfokus pada Grapari Pontianak di Jalan Ahmad Yani Pontianak. GeraiHALO Sungai Jawi memberikan pelayanan seperti di Grapari Pontianak, mulai dari customer servis hingga pelayanan konsumen seperti pelayanan ganti kartu rusak dan pembayaran yang menyangkut dengan Telkomsel.
Peresmian GeraiHALO Sungai Jawi kemarin dihadiri oleh Manager Branch Pontianak, M. Ibnu Sofian, Manager NO Kalbar, Ferynaldi, SPV NO, Rusli Ismaya, Direktur Sales Simpatindo Multimedia Pusat, Kristianto Yosaphat Tanadi, dan Manager Simpatindo Kalbar, Herny Juniarti.
Manager Branch Pontianak, M. Ibnu Sofian usai peresmian GeraiHALO Telkomsel pagi siang kemarin kepada wartawan menjelaskan, perkembangan GeraiHALO sekaligus menjawab tantangan Telkomsel ke depan seperti tema yang diusung ialah 100 juta pelanggan. Ibnu Sofian juga menjelaskan terhadap pertanyaan wartawan mengenai keluhan pelanggan terkait gangguan saluran, dikatakan Ibnu hal itu merupakan suatu kewajaran karena banyaknya pelanggan yang percaya terhadap Telkomsel, sehingga bagai sebuah pohon, dengan banyak daun serta ranting, dan buah maka akan menunduk pula. Begitu juga dengan saluran Telkomsel, banyaknya pelanggaan se-Nusantara juga berpengaruh.
“Sekarang kita tengah menambah daya saluran lebih modern dan memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan,” ujarnya.
SPV Gerai Halo Sungai Jawi, Hadi Farmanto siang kemarin juga menjelaskan, dengan telah dibukanya GeraiHALO Telkomsel Sungai Jawi, konsentrasi pelanggan tidak lagi hanya kepada Grapari. Akan tetapi, sudah bisa melakukan segala jenis keperluan di GeraiHALO Telkomsel Sungai Jawi.
GeraiHALO Sungai Jawi juga menyediakan customer servis serta kasir yang memberikan pelayanan kepada konsumen. “Hal ini untuk mengcover permintaan pelanggan untuk membuka cabang agar tidak fokus di Grapari Pontianak. Gerai ini merupakan relokasi dari GeraiHALO yang ada di Siantan,” ungkapnya.