Thursday, 15 September 2011

Sambas Bertengger di Posisi Tujuh

Sambas Bertengger di Posisi Tujuh
Kabupaten Pontianak Merosot
Oleh Ubay KPI
Kontingen Kabupaten Sambas mampu memperbaiki peringkatnya dalam perhelatan akbar olahraga empat tahunan Porprov Kalbar, Sambas mangkir di posisi tujuh se-Kalbar, dua tingkat lebih baik dari prestasinya pada Porprov IX tahun 2006.
Sambas pada Porprov X Kalbar 24-31 Juli kemarin berhasil meraih sebanyak 20 medali emas, 22 perak, dan 33 perunggu dari semua cabang yang diikuti. Emas terbanyak yang diperoleh Kabupaten Sambas yakni dari cabang olahraga dayung dengan raihan lima medali emas, kemudian dari selam dengan empat emas, dan 3 emas dari panahan, sedangkan kurangnya disumbang dari cabor angkat berat, panjat tebing, taekwondo, dan tenis lapangan masing-masing dua emas.
Komandan Kontingen Sambas, Chifni  Burhanudin pada beberapa waktu lalu menyampaikan, target SWambas ialah memperbaiki peringkat dengan segala persiapan yang telah dilakukan dan yang ada. “Kami bahagia mampu mencapai target awal, ini semua adalah hasil dari kerja keras atlet yang memiliki emosional tinggi terhadap daerah, ini semua tidak lepas dari mereka sebagai pejuang Sambas dan juga tidak bisa dilepaskan peran pemerintah daerah serta rekan-rekan pengurus yang ikut memfasilitasi mereka,” kata Chifni Burhanudin saat dihubungi via telepon kemarin.
Sedangkan Kabupaten Pontianak yang masih tetap mempertahankan peringkatnya sebagai peringkat kedua Kalbar Porprov, merosot perolehan medalinya dari Porprov IX Kalbar tahun 2006. Pada Porprov tahun ini Kabupaten Pontianak hanya mampu meraih 42 emas, 43 perak, dan 66 perunggu. Sedangkan pada Porprov IX Kalbar, Kabupaten Pontianak yang masih bergabung dengan kabupaten baru Kalbar yakni Kubu Raya, meraih 59 emas, 64 perak, dan 88 perunggu.
Medali emas Kabupaten Pontianak pada Porprov X Kalbar tahun 2010 yang banyak menyumbangkan medali emas terdiri dari empat cabang olahraga yakni, PABBSI dengan 7 emas, atletik, renang, dan anggar masing-masing 6 emas.

Teka-teki Mahasiswa Baru STKIP-PGRI Pontianak

Teka-teki Mahasiswa Baru STKIP-PGRI Pontianak
Oleh Ubay KPI
Pasca seleksi tertulis, wawancara, dan tes kesehatan calon mahasiswa baru yang berakhir beberapa hari lalu. STKIP-PGRI Pontianak tengah melihat hasil tes masing-masing calon mahasiswa. 2.500 kursi untuk mahasiswa baru masih tersebut masih teka-teki. Siapa sajakah yang dinyatakan lulus?
Tinggal menunggu hasil. Pengumuman hasil seleksi calon mahasiswa baru STKIP-PGRI Pontianak tahun akademik 2011-2012 akan dibeberkan pada tanggal 19 September mendatang.
Hal itu disampaikan Ketua STKIP-PGRI Pontianak, Samion saat dihubungi sore kemarin. Pengumuman hasil seleksi mahasiswa baru menurut Samion akan dipublikasikan melalui media cetak Kalimantan Barat. Satu hari setelah pengumuman tersebut, mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi sudah bisa melakukan pendaftaran.
“Pasti kita akan publikasikan melalui media cetak pada tanggal 19 September mendatang,” ujarnya.
Animo pemuda untuk masuk perguruan tinggi STKIP-PGRI Pontianak sangat tinggi. Lebih dari 3.800 mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru yang dilaksanakan tanggal 7 September lalu. “Ada sekitar 1.500 calon mahasiswa akan gugur pada seleksi tahun ini,” ujarnya.
Samion mengharapkan, apapun hasil dari keputusan panitia seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun ini bisa diterima dengan lapang dada oleh semua kalangan. Khususnya calon mahasiswa baru yang tidak lulus. “Sebab seleksi memang sangat ketat. Mereka berebut sekitar 2500 kursi. Sedangkan yang mendaftar sangat banyak,” kata Samion.
Minat mahasiswa baru pada tahun ini sangat tinggi di dua program studi yang dilaksanakan STKIP-PGRI Pontianak, ialah Teknologi Informasi Komputer dan Penjaskes. Dua program studi ini merupakan program studi yang banyak diminati dari sepuluh program studi yang ada di STKIP-PGRI Pontianak.
Samion juga menyebutkan fasilitas yang ada di kampus STKIP-PGRI Pontianak. Sejalan dengan banyaknya peminat, perkuliahan di STKIP-PGRI Pontianak berlangsung pagi dan sore. “Kamu tetap akan berusaha memberi fasilitas lengkap. Termasuk dengan pembangunan kampus anyar di Ampera yang terus dikembangkan. Hal itu dilakukan untuk kenyamanan semua mahasiswa,” ujarnya.

Tuesday, 13 September 2011

600 Burung Ikuti Lomba Kicauan Burung Brajamusti

Bergelantung
Sangkar burung bergelantung di Taman Burung Gitananda, sembari dewan juri menilai masing-masing kicauan burung pada lomba burung berkicau Brajamusti tahun 2011. Minggu (11/9) pagi kemarin. FOTO: Ubay KPI
600 Burung Ikuti Lomba Kicauan Burung Brajamusti
Oleh Ubay KPI
Menyambut semarak perayaan ulang tahun Paskas ke-64 yang jatuh pada tanggal 17 Oktober nanti, Taman Burung Gitananda riuh dengan kicauan burung berbagai macam jenis. Lomba burung berkicau merupakan salahsatu satu agenda dari peringatan ulang tahun tahun Paskas tahun ini.
Lebih dari 600 burung berbagai jenis ikut serta beradu menampilkan bunyi burung masing-masing. Tak lain, yang paling indah, pastilah mendapatkan juara dengan total bonus jutaan rupiah.
Burung-burung diadu sesuai dengan jenisnya. Burung-burung dinilai oleh delapan dewan juri. Tak alang-alang, untuk menjaga independensi penilaian, panitia pelaksana mendatangkan 4 dewan juri dari pulau Jawa. Dan empat orang juri independen asal Kalimantan Barat.
Burung-burung yang akan diadu ditempatkkan di sebuah bangunan panjang di bagian belakang Taman Gitananda. Sedangkan burung yang masih belum dan atau sudah dilombakan, panitia juga menempatkan tenda khusus.
Lomba burung berkicau ini dilaksanakan oleh Brajamusti. Tahun ini merupakan tahun kelima dilaksanakannya lomba burung berkicau. Selain lomba ini, menyambut perayaan ulang tahun Paskas ke-64, Brajamusti juga melaksanakan berbagai lomba dan pertandingan. Seperti sepakbola, basket, voli, mengggambar dan modifikasi motor.
Ketua Panitia Lomba Burung Berkicau, Salidi ditemui di Gitananda siang menjelang sore kemarin menuturkan, tahun ini merupakan tahun ketiga perebutan piala Brajamusti. Perkembangan dari tahun-tahun keikutsertaan masyarakat pada lomba ini terus meningkat. Hingga akhirnya, pada tahun ini, lebih dari 600 burung ikut kontes. “Hampir 700-an burung ikut pada lomba hari ini (kemarin),” ujar Salidi.
Letnan Hendra Wattemena yang merupakan coordinator secara keseluruhan lomba dan pertandingan menyambut ulang tahun Paskas ke-64 sore kemarin menjelaskan, agenda perlombaan dilaksanakan Brajamusti untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. Pasalnya, Paskas tidak terlalu dikenal oleh masyarakat seperti halnya polisi. Paskas merupakan pasukan yang diperuntukan untuk ketahanan Negara.
“Sehingga tugas yang dilakukan tidak selalu setiap saat. Hanya dalam waktu tertentu saja,” ujarnya.
Karenanya, Brajamusti untuk lebih mendekatkan diri dan merangkul masyarakat. Melaksanakan kegiatan yang sifatnya positif.

IMI Kalbar Eksebisikan Gass Track

Mulyatim Elly
IMI Kalbar Eksebisikan Gass Track
Oleh Ubay KPI

IMI Kalbar akan mengeksebisikan kelas gass track cabang balap motor pada Porprov Juli mendatang.
Eksebisi kelas  motor gass track akan dilaksanakan di sirkuit Syarif Machmud Alqadrie Pontianak yang akan dilangsungkan pada tangga 30 Juli  atau hari terakhir Porprov ke-10 Kalbar.
Dikatakan oleh Bidang Olahraga Pengprov IMI Kalbar yang juga sebagai pelaksana balap motor pada Porprov mendatang, Mulyatim Elly kelas gass track dieksebisikan karena di Kalbar masih belum banyak pembalap di kelas ini.
Sedangkan untuk kelas balap motor, pada Porprov Juli nanti akan mempertandingkan sebanyak tiga kelas yakni, MP 1, MP 3, dan MP 5. dari tiga kelas yang akan dipertandingkan tersebut, Mulyatim Elly mengatakan akan memperebutkan sebanyak 6 medali emas.
“Masing-masing kelas ada dua nomor yakni, nomor perorangan dan nomor beregu, jadi jumlah semua medali yang disediakan adalah enam medali,” ujar Mulyatim Elly saat dihubungi, Selasa (29/6) lalu.
Mulyatim Elly juga mengatakn bahwa even Porprov nanti juga sekaligus sebagai Kejurda sehingga nantinya siapapun yang akan menjadi juara di tiga kelas tersebut akan menjadi wakil Kalbar pada pra PON di Riau nanti.
Untuk cabang balap motor, jumlah daerah akan mewakilkan pembalapnya pada Porprov nanti hanya berjumlah 11 daerah, terdapat tiga daerah yang absent yakni Kayong Utara, Kapuas Hulu, dan Ketapang.
Untuk cabang balap motor, pelaksanaan pertandingannya akan dilaksanakan di sirkuit Pasir Panjang Singkawang, sedangkan untuk kelas gass track.
Mulyatim Elly juga menyampaikan untuk peserta cabang balap motor yang iktu serta pada Porprov nanti semuanya tidak ada masalah administrasi. “Semua telah kleer, dan semua pembalap yang diajukan daerah sah dan sudah ditetapkan, tinggal menunggu dua pembalap dari Kota Pontianak yang informasinya akan menyusul,” kata Mulyatim Elly.

Mempawah dan Ketapang Wakili Kalbar di O2SN Nasional Tingkat SMK

Mempawah dan Ketapang Wakili Kalbar di O2SN Nasional Tingkat SMK
Oleh Ubay KPI
Tim bola voli putra SMK Kabupaten Pontianak dan tim putri Ketapang akan menjadi wakil Kalbar pada pelaksanaan Olimpiade Olahraga dan Seni Nasional di Jakarta yang akan dilaksanakan mulai tanggal 10 Juli 2010 nanti.
Dipastikannya dua tim daerah tersebut menjadi wakil Kalbar ke tingkat nasional setelah pada seleksi tingkat daerah Kalbar yang dilaksanakan di Pontianak di lapangan SMTI mulai tanggal 29-30 Juni kemarin, keduanya tampil sebagai juara mengalahkan tim perwakilan daerah kabupaten/kota se-Kalbar.
Tim Kabupaten Pontianak sukses nenjadi juara pada seleksi O2SN Kalbar kemarin setelah di partai final mampu menundukkan saingan beratnya yakni tim yang berasal dari kota yang berjuluk “Seribu Kelenteng” Kota Singkawang.
Sedangkan di kategori putri yang juaranya berhasil digondol oleh Kabupaten Ketapang, di partai final yang dilaksanakan pada Rabu (30/6) kemarin pagi menaklukkan perlawanan tim yang berasal dari kabupaten terbaru kedua Kalbar, yakni Kabupaten Melawi.
Untuk tempat ketiga, kategori putra di duduki oleh Kabupaten Sanggau, sedangkan kategori putri diraih oleh Kota Pontianak. Dan peringkat keempat, putra diraih oleh Kabupaten Sekadau, dan putri diraih oleh Kabupaten Sintang.
Pelaksana Pertandingan bola voli tingkat SMK, Yosep saat dihubungi kemarin menyatakan, sejak awal pertandingan, kedua tim putra dan putri yang berhasil menjadi juara tersebut memang sudah menampakkan kalau kedua minimal akan lolos menjadi finalis. Hal itu dikatakan oleh Yosep sesuai dengan penilaian sepanjang mengamati pertandingan baik putra aatau putri.
“Saya optimis mereka setidaknya akan mampu bersaing dengan daerah lain di tingkat Nasional nanti, untuk menjadi juara, bukan saya meremehkan mereka, namun daerah lain sepertinya akan banyak yang difavoritkan,” kata Yosep yang juga anggota Pengprov PBVSI Kalbar.

Sintang: Semua Pengcab Sudah Laksanakan TC

Sintang: Semua Pengcab Sudah Laksanakan TC
Anggar Harapkan Dulang Emas
Oleh Ubay KPI

Pelaksanaan Porprov yang tak sampai sebulan lagi, even akbar Kalbar tersebut sudah dalam hitungan jari. Persiapan demi persiapan dilakukan oleg masing-masing daerah dengan tujuan mampu membawa medali sebanyak-banyaknya.
Meski dengan anggaran yang sangat minim, Sintang menyatakan telah siap untuk bersaing dengan daerah lain dalam perebutan medali di Porprov mendatang. Sumarsono, Ketua KONI Sintang menyatakan semua Pengcab yang cabang olahraganya akan diikuti oleh kontingen Sintang nanti secara keseluruhan telah melaksanakan TC terpusat.
“Kami telah berbuat sebaik mungkin untuk prestasi putra-putri Sintang serta untuk nama Sintang dalam olahraga. Menjelang Porprov ini, secara keseluruhan dari 24 cabang yang akan diikuti, Sintang semua telah melaksanakan TC dan sekarang sudah memasuki tahap pemantapan,” ujar Sumarsono saat dihubungi. Selasa (29/6) kemarin.
Sumarsono juga menambahkan, harapan terbesar dirinya untuk dapat meraup medali sebanyak-sebanyaknya yakni di cabang anggar, karena cabang ini  Sintang memiliki atlet yang cukup berbakat meski nantinya akan bersaing dengan daerah Kabupaten Pontianak dan Kota Pontianak yang merupakan daerah kuat di cabang anggar.
Selain anggar, prediksi sementara, Sintang juga berpeluang mendulang banyak emas di cabang renang, hal itu dikatakan oleh Sumarsono sesuai dengan hasil Kejurda terakhir kemarin yang menempatkan Kabupaten Sintang di peringkat kedua setelah Kota Pontianak.
Dua cabang tersebut oleh Sumarsono diharapkan mampu membantu memenuhi target KONI yang menargetkan mempertahankan peringkat ke tiga Kalbar.
“Cabang lain juga tetap kami perhatikan, semua cabang kami perhatikan sama tak ada istimewa. Dengan itu, cabor lain juga diharapkan mampu meraih medali sebanyak mungkin,” pungkas Sumarsono yang saat ditemui didampingi oleh Sekum KONI Kabupaten Sintang.

Kubu Raya Taklukkan Ketapang di Titik Putih

Seraya mengibarkan bendera Kubu Raya, supporter Kabupaten Kubu Raya menyemangati tim Kubu Raya saat tampil menghadapi Kabupaten Ketapang pada partai final cabang sepak bola Porprov X Kalbar tahun 2010. Kubu Raya menang melalui drama adu pinalti. FOTO: Ubay KPI
Kubu Raya Taklukkan Ketapang di Titik Putih
Oleh Ubay KPI
Bermain di stadion Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak, partai final sepak bola Porprov X Kalbar yang menampilkan Kubu Raya yang Vs Ketapang, Sabtu (31/7) kemarin Kubu Raya akhirnya mampu menaklukkan perlawanan tim Ketapang dengan drama adu pinalti.
Bermain dihadapan supporter yang meruah di tribun SSA yang didiominasi oleh supporter Kubu Raya, Ketapang di babak pertama bermain sangat tertekan dan banyak bertahan. Akan tetapi, meski peluang banyak yang diraih Kubu Raya, Iwan Bujang, dkk sampai dengan akhir babak pertama tak mampu menciptakan satu gol pun, begitu pula sebaliknya Ketapang yang bermain bertahan sepanjang babak pertama, dan bermain dihadapan supporter Kubu Raya yang lengkap dengan drum band, Ketapang tak mampu menuai gol, dan hanya memiliki satu peluang emas melalui kapten timnya, Candra Debi yang melepas tendangan keras dari luar kotak pinalti, namun masih mampu diantisipasi oleh Pranayan penjaga gawang Kubu Raya.
Memasuki paruh kedua, Kubu Raya semakin santer melancarkan serangan meskipun kadang serangan balik Ketapang sangat membahayakan gawang Kubu Raya. Di babak kedua, Ketapang bermain lebih lepas dan sering kali memberikan balasan serangan. Peluang emas Ketapang terjadi dua kali, pertama melalui Candra Debi tendangan dari luyar kotak, kedua melalui Dedi Desa yang memanfaatkan umpan matang dari Bagus Amrullah, keduanya semua gagal memetik gol karena mampu dibaca oleh Pranayan. peluanh ketiga melalui M. Jainudin yang melepas tendangan keras namun masih membentur mistar gawang Kubu Raya.
Sedangkan Kubu Raya banyak sekali memilik banyak peluang di babak kedua, melalui Iwan Bujang, Suryadi, Pilianus, Edi Sutanto, dan Rudi Pramono. Semuanya belum mampu mengarah sasaran dengan tepat. Sampai dengan akhir babak kedua, kedua tim masih bermain imbang tanpa gol.
Skor 0-0 kemudian dilanjutkan dengan pertandingan 15x2 menit. Sampai dengan akhir dua babak tambahan, kedua tim juga masih belum mampu mencetak gol.
Pertandingan kemudian dilanjutkan dengan adu pinalti. Masing-masing tim mengutus lima eksekutor. Kubu Raya mempercayakan kepada Edi Sutanto, Pilianus, Hardian, Hengki Tornando, dan Iwan Bujang. Sedangkan Ketapang menunjuk M. Jainudin, Candra Debi, Suryadi, Dedi Desa, dan Riza Kurniadi.
Drama adu pinalti berakhir dengan skor 5-4 untuk kemenangan Kubu Raya. Semua eksekutor Kubu Raya sukses melaksanakan tugasnya dengan sempurna, semua eksekutor mampu menjeblos gawang Ketapang yang dijaga Suhardi, sedangkan Ketapang, satu eksekutor gagal melaksanakan kepercayaannya, yakni penendang pertamanya, M. Jainudin yang tendangannya dibaca dengan mudah oleh Pranayan. Tendangan M. Jainudin yang menyisi ke sebelah kiri Pranayan mampu dimuntahkan keluar gawang sehingga Ketapang gagal meraih poin.
Eksekutor penetu Kubu Raya sebagai penendang terakhir yakni Iwan Bujang, berhasil menjebloskan di kulit bundar dan membuat Kubu Raya unggul 5-4. Setelah Bujang melaksanakan tugas dengan sempurna, ia meluapkan kegembirannya dengan lari menuju pelatihnya, Tajudin dengan berlari sambil membuka baju kebanggannya, Bujang disambut dengan senyum dan pelukan, sedangkan pemain Kubu Raya yang berjejer di tengah lapangan langsung sujud sukur dan saling berpelukan.
Kemudian, pemain Kubu Raya langsung mengerumuni Iwan Bujang dan saling tindih meluapkan kegembiraannya. Tidak hanya pemain, supporter Kubu Raya juga ikut turun masuk lapangan dengan membawa bendera Kubu Raya serta spanduk Kubu Raya yang bertulis “Kubu Raya untuk Indonesia”. Selain itu, ada salah satu pengurus PSSI Kubu Raya yang mengucurkan air mata saat berpelukan dengan Tajudin meluapkan bahagianya. Begitu pula supporter ada yang ikut meneteskan air mata.
Sedangkan, di sisi lain, penjaga gawang Ketapang Ilham Husein terkapar menelentangkan badannya di dekat gawang dengan hasil tersebut yang menempatkan timnya sebagai juara kedua. Sedangkan di tengah lapangan, pemain Ketapang hanya bisa tertunduk lesu dan sebagian pengurus dan manejer Ketapang mencoba menabahkan pemainnya.
Usai pesta bahagia dan kecewa kemarin sore, kemudian dilanjutkan dengan pengalungan medali kepada tiga tim juara, pertama Kubu Raya, kedua Ketapang, dan ketiga Sambas.

4 Cabor Bermasalah

4 Cabor Bermasalah
Oleh Ubay KPI
Hasil rapat meeting yang dilaksanakan di ruang rapat hotel Kapuas Palace Selasa (29/6) kemarin, panitia menetapkan ada sebanyak 4 cabor yang masih bermasalah dan belum ditetapkan keabsahan atletnya. Empat cabor yang atletnya masih perlu kejelasan status dan administrasinya tersebut yakni cabang bulu tangkis, tenis meja, tinju, dan atletik. Pada rapat meeting kemarin, 4 cabang ini sempat dibahas namun masih belum menemukan titik pangkal kejelasan atlet yang bermasalah, sehingga panitia menetapkan untuk 4 cabang tersebut terhadap atlet yang bersangkutan keabsahannya masih ditunda. Erwin Anwar  dalam rapat kemarin menjelaskan, tidak disahkannya beberapa atlet tersebut karena dalam administrasi yang telah dikirim oleh Pengcab daerah tidak menguatkan kalau atlet tersebut merupakan domisili daerah Kalbar. “Mutasi antar propinsi harus dilampirkan dengan surat pernyataan pindah penduduk, keterangan dari daerah asal atau kesepakatan, serta harus diketahui oleh KONI,” ujar Erwin Anwar. “Sampai dengan hari ini, dari kontingen tak ada yang menyerahkan berkas mengenai perpindahan atlet antar propinsi,” tegas Erwin Anwar. Erwin Anwar menjelaskan dari beberapa atlet yang bermasalah di beberapa cabang tersebut yakni mereka ada menggunakan kartu identitas yang kelahirannya di luar Kalbar, dan ada juga yang menggunakan kartu identitas sementara. Makanya, untuk mengantisipasi agar Kalbar tidak dirugikan seperti pada tahun sebelumnya, panitia menunda keabsahan atlet bersangkutan. “Dan juga setelah kami mintai keterangan dari Pengprov mengenai atlet tersebut, mereka yang belum jelas identitasnya merupakan atlet yang namanya belum pernah tercantum dalam nama-nama atlet Kalbar dalam even-even sebelumnya,” lanjut Erwin Anwar. “Kami beri batas waktu satu minggu setelah rapat meeting, bila mereka tidak menunjukkan bukti autentik mengenai status jelasnya atlet tersebut, maka mereka tidak boleh bermain di Porprov,” tambahnya.

Ketapang Akui Fisik Pemain Kubu Raya

Ketua KONI Kabupaten Kubu Raya. H. Suzaini menyerahkan secara simbolis bonus kepada atlet Kubu Raya yang sukses menyumbangkan medali pada Porprov X Kalimantan Barat. Peraih medali perak diberi bonus Rp5 juta sedangkan medali emas Rp7.5 juta. Kabupaten Kubu Raya berhasil menempati peringkat kedua setelah Kota Pontianak. FOTO: Ubay
Ketapang Akui Fisik Pemain Kubu Raya
Oleh Ubay KPI
“Fisik Anak Kubu Raya memang sangat bagus, pemain kami sangat kelelahan bermain selama empat babak, tapi saya lihat pemain Kubu Raya performa staminanya masih sangat kuat,” kata pelatih Ketapang Huzaimi.
Dalam pertandingan final kemarin, Hizaimi mengatakan pertandingan sangat dramatis dan anak-anak Ketapang sudah berusaha dengan baik, namun dewwi fortuna masih belum memihak kepadanya. Ketapang dalam pertandingan kemarin memiliki banyak peluang di akhir babak kedua yang selalu menyerang dan menyulitkan pertahanan Kubu Raya, akan tetapi kurang ketenangan pemain membuat semua tak membuat hasil.
Huzaimi melanjutkan, Ketapang pada intinya meski tak mampu juara namun sudah mencpai target yakni mesuk final. Dengan permainan anak-anaknya, Huzaimi mengatakan sangat bangga karena telah memperlihatkan permainan fair play nya saat pertandingan begitu pula dengan Kubu Raya yang bisa  mengerti dengan aturan bagaimana sebenarnya arti farir play.
Sedangkan Pelati tim Kubu Raya, Tajudin saat ditemui usai pertandingan kemarin mengatakan prestasi ini sangat luar biasa, Karena baru pertama kali Kubu Raya tampil sudah mampu memberikan yang terbaik. “Ini adalah rahmat dari Allah untuk mereka, dan juga untuk semua, khususnya pecinta sepak bola,” ujar Tajudin.
Mengenai pertandingan final kemarin, Tajudin mengatakan selalu memberikan intruksi kepada pemain agar bermain all out, namun pemain masih tetap berhati-hati, dan hasilnya dari kehatia-hatian sempat terganjal dengan serangan yang sempat membahayakan gawang Kubu Raya.
Dengan keberhasilan ini, Tajudin menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kubu Raya yang telah antusias mendukung tim sepak bola dengan hadir menyaksikan langsung serta memberikan dukungan semangat kepada pemain, dan kepada bupati sangat berterima kasih karena telah membantu dan ikut langsung menyaksikan pertandingan. “Dengan hadirnya pak bupati pada saat pertandingan, itu sangat sebuah penghargaab kepada kami, dan juga menjadi motofasi kepada pemain serta penggugah semangatnya,” kata Tajudin.
Sedangkan Iwan Bujang pemain Kubu Raya saat dihubungi kemarin juga mengatakan sangat berterima kasih kepada  bapak bupati Kubu Raya yang telah ikut menyaksikan pertandingan tim Kubu Raya bertanding di babak final. “Saya pribadi sangat termotivasi ketika melihat babak Muda Mahendrawan ada di tribun utama menyaksikan saya dan teman-teman bermain, terima kasih pak bupati,” kata Iwan Bujang.
 

Kota Pontianak Lampuai Target Emas

Kontingen Kota Pontianak berada di barisan terakhir pada devile pembukaan Porprov X tahun 2010. Dengan seragam kebagaannya berwarna hijau, Kota Pontianak sebagai kota berwawasan lingkungan dan kota Khatulistiwa, kembali berhasil menyabet juara umum di Porprov X. FOTO: Ubay KPI
Kota Pontianak Lampuai Target Emas
Kubu Raya Capai Target
Oleh Ubay KPI
Kota Pontianak dalam debutnya memperebutkan medali pada Porprov X Kalbar 24-31- Juli 2010 dengan menargetkan juara umum dengan target medali emas kurang lebih 150 emas, tercapai. Bahkan Kota Pontianak melampuai dari batas target medali emas yang dicanangkan KOKOT Pontianak.
Kota Pontianak berhasil mengoleksi sebanyak 170 medali emas dari semua cabang olahraga yang dipertandingkan, 107 peak, dan 85 perunggu.
Dari tiga puluh cabang olahraga yang memperebutkan medali, Kota Pontianak hanya kehilangan medali emas di enam cabor, enam cabor yang tak mampu menyumbangkan medali emas untuk Kota Pontianak yakni, anggar, balap motor, soft ball, sepak bola, sepak takraw, dan tinju. Sedangkan di 24 Cabor lainnya, Kota Pontianak berhasil mendulang medali emas dengan tertinggi dari cabor renang dengan 22 medali emas, kedua gulat dengan 19 medali emas, dan ketiga atletik dengan 17 medali emas.
Sedangkan kabupaten baru yang juga sebagai pendatang baru di Porprov Kalbar, Kubu Raya berhasil mencapai target umumnya yakni masuk dalam tiga besar Porprov X Kalbar. Kubu Raya menempati urutan ketiga setelah Kota Pontianak, dan Kabupaten Pontianak. Kubu Raya menempati peringkat ketiga dengan perolehan medali emas 31, perak 38, dan 82 perunggu. Emas terakhir yang dikoleksi Kubu Raya yakni disumbang dari cabang sepak bola yang merupakan penutupan semua Cabor Porprov X Kalbar di stadion Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak.
Sekretaris KOKAB Kubu Raya, Ya’kub saat dihubungi tadi malam mengatakan sangat bangga sekali dengan prestasi anak-anak Kubu Raya yang mampu menembus target dan masuk tiga besar. “Pada awalnya saya hanya modal optimis, dan itu sangat dipaksa untuk optimis masuk dalam tiga besar, karena kami sebagai tamu baru dan baru pertama kali mengikuti dan bersaing dengan daerah lain. Tapi setelah melihat hasil ini, saya sangat bahagia dan sangat berterima akasih kepada semua atlet Kubu Raya yang telah berjuang habis-habisan untuk Kubu Raya, dan juga kepada Pemkab yang telah ikut mendukung, serta rekan-rekan semuanya,” ujar Ya’kub.

UKM Aeromodeling Untan Berdemontrasi

Permainan olahraga aeromodeling belum banyak dimintai. Kampanye dan demontrasi sering dilakukan untuk lebih memasyarakatkan. Banyak sudah prestasi yang ditorehkan atlet Kalimantan Barat di cabang olahraga ini.
UKM Aeromodeling Untan Berdemontrasi
Oleh Ubay KPI
UKM Aeromodeling Universitas Tanjungpura Pontianak yang baru seumur jagung akan melakukan demontrasi aeromodeling pada upacara penerimaan mahasiswa baru Universitas Tanjungpura yang akan dilaksanakan di halaman Rektorat Untan, Senin (12/9) pagi besok.
Demontrasi tersebut akan dilakukan sekitar 30 menit di hadapan mahasiswa baru Universitas Tanjungpura Pontianak tahun akademik 2011/2012.
Ketua UKM Aeromodeling Untan Pontianak Fitriana Puspa dihubungi siang kemarin menuturkan, demontrasi dilakukan untuk memperkenalkan kepada mahasiswa baru mengenai UKM teranyar di lingkungan Untan Pontianak. Selain itu, demontrasi dilakukan pula untuk lebih memasyarakatkan olahraga aeromodeling kepada mahasiswa yang prospeknya ialah dapat berperan serta dalam meningkatkan prestasi olaharaga Kalimantan Barat.
“Demontrasi akan dilakukan setelah upacara selesai, dan kami sudah melakukan koordinasi degan panitia upacara,” ujar Fitiriana.
Rektor Universitas Tanjungpura Pontianak, Thamrin Usman dihubungi via telepon seluler siang kemarin menuturkan, upacara penerimaan mahasiswa baru yang telah dinyatakan lulus dan menjadi mahasiswa baru di kampus Untan sebagai motivasi membangun jati diri mahasiswa yang baru akan memasuki dunia pendidikan baru yang jauh berbeda dengan pendidikan sebelumnya.
Dengan berubahnya status dari siswa menjadi mahasiswa, menurut Thamrin Usman, mereka dihadapkan dengan pendidikan yang suasananya lebih berat. “Artinya mereka yang akan mereka hadapi tidak seperti pada di bangku SMA, namun lebih tinggi dan perlu keseriusan dalam empat atau lima tahun ke depan,” ungkapnya.
Begitu juga dalam hal kompetisi, mereka dihadapkan dengan saingan yang lebih berat dibanding sebelumnya. Sebab kompetisi untuk masuk Untan sangatlah berat. Bersaing dengan ribuan calon mahasiswa.
“Pastinya kami akan menerima dengan baik mahasiswa baru. Dan dalam upacara nanti, kita lebih memberikan motivasi bagaimana menjalin pendidikan di perguruan tinggi,” ujarnya. 

Dispora Kalbar Rekrut Sarjana Penggerak Pembangunan

Dispora Kalbar Rekrut Sarjana Penggerak Pembangunan
Rendahnya kualitas sumberdaya manusia di pedesaan dan tingginya angka pengangguran sarjana di Indonesia mendapat respon pemerintah.
Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Kalbar, Hj. Utin Kusumawaty mengatakan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalbar memberikan kesempatan kepada para sarjana untuk mengikuti program pemuda sarjana penggerak pembangunan di pedesaan (PSP-3) tahun 2011.
“Program ini bukan saja sebagai upaya mengangkat kualitas sumberdaya manusia dan menekan angka pengangguran sarjana, tetapi mengubah paradigma para sarjana selama ini dari mencari pekerjaan menjadi menciptakan lapangan kerja atau berwirausaha,” tutur Utin, Minggu (4/9) kemarin.
Secara teknis, Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga, Surachman mengatakan program PSP-3 tahun ini, Kalbar akan merekrut 36 peserta yang akan ditempatkan ke desa-desa di 6 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, Jatim dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ditanya soal persyaratan, Surachman menuturkan ada 10 prasyarat yang mesti dilengkapi.
“Yang jelas, sarjana (S1), usia maksimal 28 tahun, memiliki KTP, belum pernah menikah, berbadan sehat, berkelakuan baik, belum memiliki pekerjaan tetap, sanggup mentaati ketentuan penugasan masa kontrak, melampirkan pas photo berwarna 3x4 dan jika ada surat refrensi pengalaman kerja dari lembaga kerja resmi,” jelas Surachman.
Kata Surachman, bagi yang berminat silahkan membuat lamaran yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalbar di Jalan Dr. Sutomo Nomor 1 dan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) Universitas Tanjungpura Pontianak Jalan Ahmad Yani Pontianak.
“Pendaftaran peserta dilaksanakan sejak tanggal 23 Agustus 2011 hingga 19 September 2011, setiap hari kerja dengan membawa persyaratan dalam rangkap dua. Sedangkan hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada tanggal 21 September 2011,”  tegas mantan Anggota Panwaslu Kalbar ini.

Juli, Ekspor Kalbar Menurun

Juli, Ekspor Kalbar Menurun
Oleh Ubay KPI
Ekspor barang Kalimantan Barat pada periode Juli mengalami penurunan hingga mencapai 5,50 persen dibandingkan bulan Juni tahun 2011 dari US$ 162,97 juta turun menjadi US$ 154. Hanya saja, penurunan ekspor pada periode Januari-Juli 2011 mengalami peningkatan dibanding dengan periode Januari 2010. Peningkatan ini mencapai 94,07 persen.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Statistik Distribusi, Edi Rahman Asmara pada jumpa pers di kantor BPS Provinsi Kalimantan Barat, Senin (5/9) lalu.
Komoditi  yang memberikan sumbangan besar dalam ekspor barang selama bulan Juli ialah karet dan barang dari karet, biji kerak, abu logam, dan kayu dan barang dari kayu. Komoditi ini menyumbang sebesar 97,90 persen dari total ekspor selama bulan Juli.
Ekspor barang dari Kalimantan Barat selama bulan Juli banyak bertujuan di negara Asia, seperti China, Jepang, dan Republik Korea. Tujuan lainnya ekspor barang Kalimantan Barat meliputi Argentina, Hungaria, Amerika Serikat, dan Italia. Empat negara ini memberikan kontribusi mencapai 10,34 persen. Sedangkan untuk wilayah Asia mencapai 81,15 persen, sisanya ialah ke negara lain yang mencapai 8,51 persen.
Dalam pers release resmi yang dikeluarkan BPS Provinsi Kalimantan Barat tertanggal 5 September lalu, berbeda dengan nilai ekspor yang terjadi di Kalimantan Barat, nilai impor mengalami kenaikan mencapai 59,44 persen dibanding bulan Juni 2011. Dari US$ 22,40 juta menjadi US$ 35,71 juta.
Barang-barang impor yang masuk ke Kalimantan Barat selama Juli meliputi kapal laut, bahan bakar mineral, dan pupuk, serta beberapa barang mesin lainnya.
Tiga negara yang banyak memasok barang impor ke Kalimantan Barat ialah Singapura, Malaysia, dan China.

Monday, 12 September 2011

Borneo Tribune Siapkan Cerpen Khatulistiwa

Borneo Tribune Siapkan Cerpen Khatulistiwa
Oleh Ubay KPI

Borneo Tribune saat ini sedang menyiapkan buku cerita pendek “Cerpen Khatulistiwa”. Buku ini berisi kumpulan cerpen yang ditulis oleh peserta pelatihan menulis cerpen yang diselenggarakan Harian Borneo Tribune Agustus lalu.
Pertemuan membicarakan persiapan penerbitan dilaksanakan Minggu (11/9/2011) di Ruang Club Menulis STAIN Pontianak, dipandu Yusriadi. Yusriadi akan menjadi editor buku tersebut.
Pada awal pertemuan, Yusriadi menyerahkan pruf (naskah yang akan dicetak) kepada peserta. Para peserta membaca pruf naskah, terfokus pada tulisannya sendiri. Mereka menambah yang kurang, memperbaiki yang salah.
“Perbaikan ini akan diinput nanti,” kata Yusriadi.
Untuk sementara, Cerpen Khatulistiwa memuat 20 naskah dengan tebal 150 halaman. Di antara naskah itu adalah “Bang Bujang Pontianak,  Cerpen Karya : Mega Karina Mamusung, Kehilangan, Cerpen Karya : Maudina Tri Hartasya, Kopi Pancong
Cerpen Karya : Shinta Anggraini, Si Manis Jembatan Tol, Cerpen Karya: Nur Satria Wulandari, Pontianak di Subuh Itu, Cerpen Karya: Suherman.
Mawar di Tepi Sungai Kapuas, Cerpen Karya : Evi Dwi Lestari, Rejeki di Kota Pontianak, Cerpen Karya: Suwito, Senyuman Terakhir di Lampu Merah, Cerpen Karya: Shinta Anggraini, Sisi Lain cerpek karya Maudina Trihartasya, Siapa Menepuk Pundak Kiriku, Cerpen Karya: Didin Syadiddiningrat Ames Supriyatna, Sungai Kapuas
Menyimpan Cerita , karya Adelia Tania Sari, Kisah Sedih Bundaran Korem, Cerpen Karya : Ain Rizqy Faiqah,  Supadio Bandare Kite, Cerpen Karya : Aldi Renaldi, Kisah Putri Pontianak, Cerpen Karya : Aradhea Systhia Pawestry, Kotaku Kotamu Pontianak
Oleh: Bintang Saptanti,
Gara-gara Bubur Pedas, Cerpen Karya: Dilla Muniarty, "KP", Cerpen Karya: Irma Susianti, Wan Dollah, Cerpen Karya:Bustami, Dermaga Feri Bercerita, Cerpen Karya : Lucky Prisandy.
Selain itu, dalam pruf ini juga dilengkapi dengan cerpen bonus karya Yusriadi berjudul Pontianak Tak Seindah Dulu, Cerpen Anak Patin, Karya: Dedy Ari Asfar, Cerpen Mengapa Namaku Budi karya: Farninda Aditya dan cerpen Cinta dan Cita di Perempatan karya Ubay KPI.
“Beberapa lagi karya siswa menyusul karena sekarang dalam proses perbaikan dan penyempurnaan,” kata Yusriadi.
Setelah mengoreksi karya masing-masing, pertemuan kemarin dilanjutkan dengan perencanaan launching. Launcing akan dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2011, bersamaan dengan hari ulang tahun Kota Pontianak.

Turnamen Futsal FSO2S

Turnamen Futsal FSO2S
Pendaftaran Ditutup 23 Januari 2010
Oleh Ubay KPI

SMA Muhammadiyah 1 menggelar turnamen futsal tingkat SMP/MTs se-Kota Pontianak dan kawasan sekitar Sungai Raya. Turnamen ini merupakan rangkaian dari dalam acara Festival Seni Olimpiade Olahraga dan Sains (FSO2S) yang diselenggarakan SMA Muhammadiyah 1.
Turnamen ini juga sebagai sarana untuk mencari bibit yang bisa berprestasi baik di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya juga sebagai sarana untuk memperkenalkan Muhammadiyah kepada siswa-siswa Sekolah menengah pertama (SMP) baik dari segi akademik ataupun ekstrakurikuler, sehingga nantinya selain sukses dalam pelaksanaan olahraga juga para lulusan SMP tertarik dengan Muhammadiyah dan melanjutkan pendidikan sekolah atasnya ke SMA Muhammadiyah 1.
“Pelaksanaan ini serangkaian Festifal Seni Olimpiade Olah Raga dan Sains (FSO2S) ke-17 dan juga untuk memperkenalkan Muhammadiyah kepada anak-anak SMP/MTs,  yang nantinya ketika tahu dengan kegiatan ekstra sekolah diharapkan tertarik dengan Muhammadiyah dan masuk SMA di sini,” ungkap Agus Budi Koordinator Pertandingan Futsal saat ditemui di SMA Muhammadiyah 1 kemarin.
Kepala Sekolah SMAM 1 Ahmad Zaini menambahkan, “Kegiatan ini bertujuan secara internal yaitu untuk menumbuhkan persahabatan antar sekolah dalam meningkatkan prestasi”.
Pelaksanaan turnamen futsal ini akan diselenggarakan mulai tanggal 24-30 Januari bertempat di lapangan Total Futsal Jalan Abdurrahman Saleh (BLKI).
Pendaftaran dimulai sejak tanggal 14 Desember sampai dengan 23 Januari bertempat di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 1 Jalan Parit H.Husin II. Hingga (19/01) tim futsal yang  mendaftar sudah ada 29 tim yang berasal dari Kota Pontianak dan Sungai Raya. Sedangkan teknikal meting akan dilaksanakan pada tanggal 23 Januari di gedung SMA Muhammadiyah 1 jam 15.00.
 “Untuk pendaftaran, sampai saat ini masih terbuka dan batas akhirnya hingga sebelum pelaksanaan teknikal meeting nanti,” tambahnya.


Topas, Pencinta Cassillas

Topas, Pencinta Cassillas
Oleh Ubay KPI
Secara permainan, SMA Panca Bakti memang kalah pada pertandingan kemarin saat melawan SMKN 7 Pontianak. Namun yang membuat mencengangkan adalah penampilan Topas penjaga gawang SMA Panca Bakti yang bermain begitu sempurna. Topas sering kali mematahkan serangan yang digempur dengan bertubi-tubi oleh penyerang SMKN 7 Pontianak. SMKN 7 hanya mampu menyarangkan satu gol ke gawang Topas.
Penjaga gawang yang kini duduk di kelas 3 SMA menjadi penjaga gawang sejak naik kelas 2 SMA dan sejak itu dipercaya untuk menjadi penjaga gawang utama SMA Panca Bakti hingga sekarang.
Kiper yang menyukai Iker Casillas penjaga gawang tim Spanyol ini hanya kebobolan 5 gol dari empat kali pertandingan di Justitia Futsal 8.
Diakui, ia menyukai Iker Casillas karena ia penjaga gawang yang bagus, serta dari hasil menyaksikan Iker Casillas saat bertanding, Topas banyak mengetahui tentang teknik menepis bola dan menangkap serta menjaga badan dari serangan lawan untuk tidak cedera. Dari hasil menyaksikannya itu, kemudian Topas mempraktekkannya ketika latihan.
Penjaga gawang kelahiran 23 Agustus 1990 putra dari pasangan bapak Guntoro dan ibu Sijianti ini selain berlatih bersama temannya-temanya, ia juga dibimbing oleh penjaga gawang futsal Kalbar yakni Ferdiansyah yang juga merupakan alumni dari SMA Panca Bhakti. Di bawah bimbingan Ferdiansyah, Topas merasa lebih bagus dari sebelumnya karena Topas sering latihan dan diberikan teknik sebagai kiper oleh pelatihnya.
Menurut Topas kunci untuk pandai menjaga gawang tidak sulit, kuncinya ialah asalkan tekun dan mau berlatih. “Tidak sulit menjaga penjaga gawang yang bagus, yang penting niat kita untuk berlatih dan punya kemauan,” katanya saat di wawancarai kemarin.
Selain menjadi penjaga gawang SMA Panca Bhakti, Topas juga pernah menjadi penjaga gawang tim futsal Safani, namun sekarang sudah keluar.
Ia mengakui, kesulitannya dalam mengontrol bola saat pertandingan ialah ketika tendangan bebas, karena kadang pagar betis tidak rapat serta tendangan bebas menurutnya sangatlah keras, apalagi dalam jarak  yang dekat.
Menurut ceritanya, selama menjadi penjaga gawang, ia hanya satu kali cedera, yaitu cidera saat mengikuti turnamen EFC 2 kemarin. “Bibir pecah kena siku lawan,” ceritanya.

Tim Sorak Etnik Gembala Baik Unik

Tim Sorak Etnik Gembala Baik Unik
Oleh Ubay KPI
Tim Sorak Etnik SMA Gembala Baik tampil unik. Tim sorak yang beranggotakan 12 orang ini menggunakan pakaian tiga macam etnik yang ada di Kalimantan Barat yakni pakaian adat Melayu, Dayak dan Tionghoa.
Ke-12 orang Tim Sorak Etnik Gembala Baik, ialah: Andri dan Fera Marita mengenakan pakaian adat Melayu, Aloysius dan Sely menggunakan pakaian adat Dayak, Febriani dan suwendi memakai pakai adat Tionghoa.
Sedangkan Iwan memakai baju kaos bergaris horizontal, garis-garinya berwarna pink dan putih sehingga mirip seperti baju kaos yang biasa digunakan oleh Sakera. Ke-5 anggota Tim Sorak lainnya Jeniver, Ratna Sari Dewi, Heni, Ana Utami dan Febriani menggunakan baju seragam warna hijau putih.
Baju-baju adat itu mereka sewa dari sanggar Borneo, dibayar pihak sekolah.
Tim Sorak Etnik ini nampak unik karena mengkombinasikan antara pakaian adat dan pakaian  yang biasa digunakan oleh para cheerleaders. Tim ini dipimpin oleh Ratna Sari Dewi yang juga sama-sama murid SMA Gembala baik yang saat ini duduk di kelas XI.
Dalam penampilannya ia mengkombinasiakan antara fashion show dengan dancer sehingga pada saat ia tampil tampak begitu sesuai.
Ratna mengatakan latihan untuk persiapan ini hanya satu minggu dan dalam satu minggu itu mereka merancang gerakan juga pakaian, sehingga ia memutuskan untuk mengkombinasikan pakaian itu karena beralasan di daerah Kalimantan Barat begitu banyak ragam etnis serta budaya, jadi mereka punya inisiatif untuk mengkombinasikan hal itu.
“Ini semua ide kami bersama, hal ini sebagai bentuk bahwa daerah kita beraneka macam budaya dan etnis jadi perlu kita tonjolkan bersama,” kata Ratna saat dikonfirmasi tentang keunikan tim soraknya.

Tim Basket SMAN 7

Tim Basket SMAN 7
Harapkan Masuk Final
Oleh Ubay KPI

Tim basket SMAN 7 Pontianak dipastikan ikut andil dalam Liga Basket Pelajar, dan akan bersaing dengan tim basket lainnya untuk menjadi yang terbaik. Sebagai target awal tim basket SMAN 7  masuk final dan nantinya akan bersaing dengan finalis lainnya.
Walaupun tim basket SMAN 7 dalam turnamen ini memang tidak diperkuat oleh pemain senior yakni pemain-pemain yang sekarang duduk di kelas XII namun Koordinator Guru Olahraga SMAN 7 Jamaluddin BY, optimis akan dapat tampil sebagai finalis. Latihan-latihan yang rutin sudah dilakukan dan sekarang tinggal bertanding dan menghadapi lawannya.
“Dengan motivasi serta semangat, didukung dengan latihan yang kontinyu kami yakin tim kami akan masuk final, dan untuk selanjutnya akan ditentukan pada partai final itu,” katanya.
Ia menambahkan “Secara keseluruhan anak-anak sudah siap tanding dan bersaing dengan tim basket lainnya meskipun pemain-pemain yang ikut pada turnamen ini adalah juniornya yakni anak kelas X dan XI”.
Dalam turnamen kali ini tim basket SMAN 7 yang akan diperkuat oleh Rizal, Mario, Dhika, Gama, Ridho, Julfi, Jandi, Bagus, Dirga, Jaka, Teguh dan Dewa di tim Putra, sedangkan di tim putri akan diperkuat oleh Danti, Lola, Dewi, Febri, Wulan, Fini, Dara, Atni, Aina, adel, Ai’ dan Miftah.
Pelatih tim basket  SMAN 7 Nur Setia Budi mengatakan secara mental para pemain sudah tidak diragukan lagi tapi untuk fisik para pemain masih perlu pemantapan karena pada turnamen dipastikan butuh perjuangan yang berat untuk mewujudkan target awal tadi yakni menjadi finalis.
Rizal serta Danti dan kawan-kawan yang mendapat dukungan penuh baik dari guru olahraga, dewan guru serta para murid sekolah tersebut, diharapkan dapat bermain dengan sebaik mungkin.
Rizal pemain belakang SMAN 7 ini mengatakan untuk mengejar target sudah banyak latihan yang mereka lakukan. “Sekarang tinggal kita bertanding dengan sebaik mungkin dan akan berusaha untuk menjadi juara”.
Danti serta Lola pemain SMAN 7 lainnya mengemukakan mereka akan berusaha tampil bagus. “Kami akan mencoba untuk bermain bagus dengan latihan yang sudah kami lakukan serta dapat mewujudkan apa yang kawan dewan guru serta kawan-kawan harapkan, dan kepada kawan-kawan semua mohon dukungannya,” harapnya.
Dukungan untuk Rizal-Danti, dkk, disampaikan Eldy Setiawan, rekan mereka pelajar SMAN 7.
“Dalam rangka untuk mewujudkan itu kami dengan kawan-kawan akan mendukung mereka dengan menjadi supporter, dan saya berpesan kepada pemain untuk tidak menyerah, terus berjuang, meskipun kita belum pernah juara 1, namun yakinlah suatu waktu kita akan bisa,” ungkap Eldy dengan penuh semangat.

SMAN 6 Putri 6 – 36 SMK Immanuel II

SMAN 6 Putri 6 – 36 SMK Immanuel II
Oleh Ubay KPI

Tim basket SMAN 6 Putri kalah saat menghadapi tim basket Immanuel II pada pertandingan penyisihan Liga Baket Pelajar pada Minggu (24/01). Mereka kalah 6-36 untuk keunggulan SMK Immanuel II.
Tim ini memang tampak tidak siap. Mereka tampil tanpa adanya pelatih yang juga guru olahraga SMAN 6, sehingga membuat mereka kurang arahan. Mereka hanya mendapat arahan dari guru pendamping.
“Kami tidak tahu kenapa guru olahraga tidak ikut mendampingi hari ini. Saya tadi ditelepon oleh murid bahwa mereka kurang pendamping, kalau tidak ada pendamping maka mereka tidak bisa ikut pertandingan, jadi karena itu maka saya datang,” kata Pon, guru pendamping saat ditanyai usai pertandingan.
Meski demikian, Pon mengaku bangga melihat penampilan tim sekolahnya. ”Saya lihat tadi anak begitu semangat dalam bermain meski kenyataannya kalah. Saya sangat bangga kepada semangat meraka, meski tanpa dia tetap bisa bermain sesuai kemampuan,” katanya.
Salah satu pemain SMAN 6 mengatakan tidak tahu kenapa gurunya tidak datang hari ini. “Padahal keberadaan beliau sangat kami harapkan dan sangat berarti bagi kami dalam bermain,” ungkapnya. Namun pemain ini tidak mau menyebutkan namanya.
Pertandingan ini sempat terganggu karena mati lampu. Menurut Vita, pemain senior yang ikut mendampingi pemain SMAN 6, lampu padam mengganggu konsentrasi pemain mereka.
“Konsentrasi pemain sedikit terganggu karena padamnya lampu. Jadi kami tidak tahu waktu yang berjalan sudah berapa menit dan sisa berapa menit,” katanya saat ditemui di tribun penonton usai pertandingan.

SMPN 8 Kalahkan SMP Haruniyah

SMPN 8 Kalahkan SMP Haruniyah
Oleh Ubay KPI

SMPN 8 mengalahkan SMP Haruniyah dengan skor tipis 4-3 pada pertandingan enam belas besar lanjutan turnamen futsal Muhammadiyah 1 di lapangan Total Futsal Jalan Abdurrahman Saleh, Rabu (27/1) kemarin.
Babak pertama SMP  Haruniyah unggul lebih dulu dengan 2-0 melalui gol Eswandi dan Fatoni. Gol ini kemudian dibalas oleh pemain SMPN 8 melalui dua gol yang diciptakan oleh Evan.
Setelah turun minum, kedua tim saling bergantian menyerang. Hingga menit ke-10 belum ada gol yang tercipta di babak kedua. Baru pada menit ke-11  SMPN 8 menciptakan gol lewat tendangan Dian yang masih membentur pemain belakang Haruniyah dan tak dapat dikuasai oleh penjaga gawang Haruniyah. Skor berubah 3-2. pada menit 14 kembali SMPN 8 memperbesar keunggulan melalui Yatri setelah bola hukuman dekat garis finalti. Bola mati itu dihadapi Afif yang  kemudian ditarik ke belakang, dan Yatri mampu membobol gawang Haruniyah skor 4-2.
Selang dua menit kemudian, Tino Parayoga dari SMP Haruniyah memperkecil ketinggalan menjadi 4-3 melalui tendangan bebas yang tak dapat diantisipasi oleh penjaga gawang SMPN 8. Hingga peluit panjang dibunyikan kedudukan tetap tak berubah 4-3 untuk keunggulan SMPN 8.
Abdul Aziz, guru pendamping Haruniyah mengatakan pada awalnya pemain Haruniyah bermain bagus sampai unggul dua angka. Tetapi setelah memasuki 10 menit pertama anak-anak stamina kurang sehingga lawan mampu membalss dengan dua gol.
“Awalnya anak bermain sangat bagus tapi pas berjalan lebih lama pertandingan stamina anak-anak menurun dan berpengaruh pada permainan sehingga irama mereka tidak terkontrol,” katanya.
Sedangkan Gusti pelatih SMPN 8 mengatakan dia memanfaatkan serangan balik dikarenakan pemain Haruniyah sering kali lupa pertahanan saat melakukan serangan. Pada awalnya Gusti pesimis menghadapi  Haruniyah, tapi karena melihat anak-anaknya semangat sehingga  ia ikut optimis untuk memenangkan pertandingan ini.

SMPN 2 A Kalahkan SMP SSA

SMPN 2 A Kalahkan SMP SSA
Oleh Ubay KPI

Tim futsal SMPN 2 mengalahkan tim futsal SMP Sultan Syarif Abdurrahman 7-3, pada turnamen FSO2S Muhammadiyah 1 yang dilaksanakan di lapangan Total Futsal, Jalan Abdurrahman Saleh (BLKI) Pontianak pada hari Senin (25/01).
Gol-gol SMPN 2 A terjadi pada babak pertama 5 gol dan 2 gol pada babak kedua.
Pada babak pertama, gol pertama SMPN 2 terjadi pada menit kedua melalui sundulan kepala Naufal saat mendapat bola lambung yang dilemparkan oleh penjaga gawang SMPN 2 Aryo. Setelah itu, di menit ke-7 Naufal menggandakan skor 2-0 untuk SMPN 2. Selang beberapa menit Aryo tak mampu membendung tendangan keras Iwan pemain SMP SSA yang dilepaskan dari luar kotak pinalti sehingga skor berubah menjadi 2-1. Pada menit ke-10 kembali bola bersarang di gawang SMP SSA yang dikawal oleh Zamzami melalui bola lemparan penjaga gawang SMPN 2 yang mengarah pas di depan gawang SMP SSA dan bola masih membentur salah satu pemain SMPN 2 sehingga bola masuk, skor pun berubah menjadi 3-1.
Selanjutnya Iwan memperbesar keunggulan untuk SMPN 2 melalui serangan balik yang tak terkawal oleh satu pun pemain SMP SSA dan dengan mudah Iwan menjebloskan si kulit bundar. Skor berubah menjadi 4-1. Masih pada babak pertama, SMPN 2 kembali mencetak gol melalui Ivan setelah mendapat umpan  dari Rafi skor menjadi 5-1. Baru pada menit terakhir SMPN 2 mengecilkan ketinggalan menjadi 5-2 melalui Rito yang melepaskan tendangan dari garis tengah yang tak mampu dijinakkan Aryo penjaga gawang SMPN 2.
Pada babak kedua SMPN 2 kembali menambah 2 gol lewat Andreas pada menit ke-15 dan Fikri menit ke-18. Sedangkan SMP SSA hanya mampu menambah satu gol lewat Alfian yang mengecoh kipper SMPN 2 . Sampai akhir babak kedua skor berakhir dengan 7-2 untuk kemenangan SMPN 2.
Menurut Aryo, keberhasilan SMPN 2  berkat kerja sama tim yang baik serta selalu agresif dalam permainan. Sebenarnya serangan begitu banyak yang dilancarkan oleh pemain SMPN 2 namun mereka kurang sabar dalam penyelesaian terakhir sehingga peluang-peluang selalu kurang akurat.
Sedangkan Firdaus yang mendampingi pemain SMP SSA mengatakan ia sangat bangga kepada anak-anaknya karena mereka telah bermain sportif dan bagus. Karena mereka baru kali kedua bertanding dalam turnamen seperti ini. “Kekurangan yang perlu dibenahi yaitu kerjasama pemain, komunikasi antar pemain serta fisik,” katanya saat ditanyai usai pertandingan.
Sementara itu pada partai lainnya, MTsN Syu’ban mengalahkan  SMPN 22 dengan skor 12 – 4. SMP Sirajul Ulum menundukkan SMP Muhammadiyah 3 dengan skor 11 – 4, SMPN 2 B dengan susah payah mengatasi perlawanan  SMPN 11 dan skor terakhir 6 – 5.
MTs 1 ditundukkan  SMP Mujahidin, skor 4 – 6. SMP Miftahus Sa’adah dikalahkan  SMP Bruder dengan skor 4 – 5.

Lanjutan FSO2S Muhammadiyah 1

Lanjutan FSO2S Muhammadiyah 1
SMP Muhammadiyah 1 Kalahkan SMPN 3 (6-3)
Oleh Ubay KPI

Tim futsal Muhammadiyah 1 yang diperkuat oleh Agung D, Subandi, Kasmayuda, Lutfi, Ari, Irfan, Aditya, Adit, Fajar dan Angga berhasil menyudahi perlawanan tim futsal SMPN 3 dengan skor 6-3, pada pertandingan yang dilaksanakan Selasa (26/01) kemarin.
Gol-gol yang disarangkan ke gawang SMPN 3 yang dikawal oleh Ade Ilham dibuka oleh Lutfi pada menit ke-3, kemudian gol balasan terjadi pada menit ke-12 melalui Taufiq lewat tendangan bebas depan kotak pinalti. Skor sama 1-1 bertahan hingga turun minum. 
Memasuki babak kedua, Muhammadiyah melakukan gol cepat lewat tendangan keras Kasmayuda dari arah kanan yang tak mampu ditahan oleh kipper SMPN 3. Kemudian gol tambahan disumbangkan oleh Subandi pada menit ke-4 setelah tendangan vollynya masih membentur Taufiq pemain belakang SMPN 3, sehingga arah bola tak terbaca oleh kipper SMPN 3, skor berubah 3-1.
Menit ke-7 babak kedua kembali Fauzi memperbesar keunggulan dengan menyarangkan bola ke jaring Ade Ilham setelah mendapat umpan matang. Dia yang berdiri bebas tanpa kawalan lawan menjebloskan si bulat bundar ke gawang SMPN 3. Skor pun bertambah menjadi 4-1.
Gol yang berturut-turut yang diciptakan oleh pemain Muhammadiyah 1 membuat serangan SMPN 3 mulai kendor. Nampak kehilangan semangat. Baru pada menit ke-9 pemain SMPN 3 bangkit dan melakukan serangan sehingga menciptakan banyak sekali peluang. Namun peluang itu tidak bisa dikonversi menjadi gol karena penyelesaian akhir yang kurang maksimal. Baru pada menit ke-16 SMPN 3 memperkecil ketinggalan melalui Dimas Aji yang mendapat bola sodokan dari Dimas D yang mengecoh kipper Muhammadiyah sehingga gol tercipta  dan skor 4-2.
Setelah itu kembali kedua tim saling serang dan bertahan,  namun keberuntungan memihak Muhammadiyah. Pertandingan yang menyisakan 4 menit dimanfaatkan oleh pemain Muhammadiyah dengan menambah 2 gol masing-masing diciptakan oleh Fajar dan Subandi. Sedangkan SMPN 3 hanya mampu menambah 1 gol dimenit terakhir babak kedua melalui gol Wafi kapten tim SMPN 3. Skor berakhir dengan 6-3 untuk kemenangan Muhammadiyah.
“Sebenarnya penampilan anak kurang bagus, karena mereka latihan sendiri, sedangkan di sekolah sangat jarang latihan. Masih banyak yang perlu diperbaiki terutama emosional pemain, mereka kerjasama kurang karena sama-sama emosi untuk mencetak gol sendiri,” kata Sugeng, guru olahraga SMP Muhammadiyah 1.
Aditya penjaga gawang Muhammadiyah mengaku bangga dengan kemenangan ini. “Kami sangat bangga  dengan hasil ini dan kami berharap kami dapat mengulangi lagi pada pertandingan-pertandingan selanjutnya,” harapnya.



SMP Immanuel 4-2 SMP Pertiwi

SMP Immanuel 4-2 SMP Pertiwi
Oleh Ubay KPI

Dengan gaya bermain cepat SMP Immanuel mengalahkan SMP Pertiwi dengan  skor 4-2 pada pertandingan turnamen futsal Muhammadiyah 1 kemarin.
Pada babak pertama, pemain SMP Immanuel mampu menembus pertahanan SMP Pertiwi baik lewat serangan balik atau serangan pendek, namun seringkali tendangan-tendangan  pemain Immanuel mampu dikuasai oleh kipper SMP Pertiwi . Dalam sepuluh menit pertama Immanuel mampu meninggalkan SMP Pertiwi dengan dua nol lewat gol Juindo pada menit pertama dan Dwi menit ke-3. 10 menit terakhir babak pertama SMP Pertiwi melakukan perlawanan yang cukup rapi serta  teratur, sehingga mampu menyamakan kedudukan oleh Victor pada menit 15 dan 18. Hingga turun minum skor tetap sama imbang 2-2.
Di menit awal babak kedua, Ridwan yang mendapat umpan dari Dwi dengan cukup bebas menyodor bola ke gawang SMP Pertiwi, dan skor pun berubah menjadi 3-2 untuk keunggulan SMP Immanuel. Dan di akhir babak kedua, Juindo melengkapi kemenangan Immanuel dengan 4-2 melalui serangan balik yang dilakukannya, setelah semua pemain Pertiwi menyerang untuk menyamakan kedudukan. Kekosongan di lini belakang Pertiwi tak disia-siakn oleh Juindo.
Usman, guru pendamping tim SMP Pertiwi mengakui kekalahan ini.
“Dalam permaianan ada yang kalah dan menang. Ajang untuk persahabatan dan silaturrahmi, kita akui kekalahan ini. Pada intinya kami hanya kalah di kecepatan saja, anak-anak kalah stamina,” kata Usman.
“Yang penting anak-anak dapat bermain sportif, itu yang lebih penting,” tambahnya.
Amin pelatih SMP Immanuel mengatakan, ”Sebenarnya anak-anak bermain kurang sempurna, penampilannya jauh dari yang diharapkan, tapi saya sangat bahagia karena mereka dapat bermain sportif, itu aja,” katanya.

Widia Kurniasih Kalahkan Klubnya

Widia Kurniasih Kalahkan Klubnya
Oleh Ubay KPI

Widia Kurniasih yang biasa dipanggil Wiwid merupakan bintang dalam di tim bola volley Idola Club Mandiri (ICM). Smashnya yang tajam dan akurat merupakan pendulang poin saat timnya menang atas PNEIL A Selasa (9/3), mengundang decak kagum penonton.
Wiwid memang pernah berlatih di PNEIL yakni sejak 2005-2009 pada pertandingan kemarin Wiwid mengalahkan PNEIL dengan 3 set langsung.
Gadis kelahiran 21 Juni 1988 saat ini masih duduk di bangku kuliah semester 6 di STKIP Pontianak Jurusan Penjaskes. Prestasi terakhirnya yaitu bersama STKIP menjadi juara pada turnamen bola volly IBV PM Fakultas Teknik Untan bulan Februari kemarin.
Selain bermain di klub ICM, ia juga menjadi pemain ini klub volley di kampusnya. Selain itu juga, Wiwid juga pernah mewakili tim bola volly Kota Pontianak di tingkat propinsi, bahkan Wiwid pernah menjadi pemain bola volly Kalbar yang ikut serta di pentas Nasional seperti Popwil di Jakarta tahun 2004 dan Piala Presiden di Pontianak tahun 2009 dan banyak lagi turnamen yang ikuti oleh Wiwid.
Cewek dengan tinggi badan 172 cm dan berat 70 Kg ini mengaku pertama kali tertarik pada bola volly sejak ia duduk di kelas 4 SD yang saat itu dirinya berada di Tayan Hulu Kabupaten Sanggau mengikuti ayahnya tugas di sana. Menurut Wiwid, pada awalnya ia dididik sendiri oleh ayahnya yang juga merupakan pemain volly. Baru ketika masuk SMA yang kebetulan orang tuanya pindah ke Pontianak dari Tayan Hulu, ia bergabung dengan klub yang ada di Pontianak sampai akhirnya Wiwid menjadi pemain hebat yang mampu mewakili Kalbar di tingkat nasional.
Putri dari bapak Abdul Ghani ini selain berlatih bersama kawan timya, ia juga sering latihan sendiri bila sedang berada di rumahnya.
Walaupun kemampuan Wiwid untuk kalangan Kalbar tidak diragukan, namun melihat kondisi berat badannya yang mencapai 70 Kg, sungguh tidak ideal bagi seorang atlit bola volly. “Saat ini saya tengah berusaha keras untuk menurunkan berat badan dengan menambah jam olah raga,” ungkapnya saat ditemui usai mengalahkan Tunas Raya di Gor Pangsuma Senin kemarin.
Wiwid, saat ditanyai tentang kesibukannya antara latihan dan kuliah mengaku sangat sulit untuk membagi waktu, apalagi Wiwid masuk kuliah pada sore hari. “Kadang latihan pas pulang kuliah, dan usai latihan kalau ada tugas kuliah dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas,” ungkapnya.
“Kalau tak ada tugas kuliah kadang ngumpul dengan kawan atau jalan-jalan,” tambahnya.
Wiwid menyebutkan saat ini waktu latihan dalam satu minggu sebanyak tiga hari yakni Selasa, Kamis dan Sabtu. Ia mengharapkan permainannya semakin bagus dan mampu menembus kembali mewakili Kalbar dan bahkan ia menginginkan dapat menjadi wakil Indonesia di tingkat internasional. Saat ini Wiwid tengah berusaha untuk meningkatkan kualitas untuk dapat mewujudkan keinginannya tersebut dengan latihan yang sungguh-sungguh dan kontinyu.

Wakil Mempawah Gagal

Wakil Mempawah Gagal
Oleh Ubay KPI

Tim futsal SMAN 1 Siantan yang menjadi satu-satunya wakil dari Kabupaten Mempawah yang ikut serta dalam kejuaran Justitia Futsal 8 tahun 2010 gagal melaju ke babak 8 besar setelah pada babak 16 besar kalah dari SMA Bina Utama Pontianak. Pada pertandingan yang diselenggarakan pada hari Senin (08/2) kemarin di Gor Pangsuma Pontianak, SMAN 1 Siantan kalah 0-1. Gol SMA Bina Utama terjadi pada menit akhir pertandingan babak kedua.
Kegagalan SMAN 1 Siantan untuk melaju ke 8 besar ditanggapi dengan legowo oleh pelatih SMAN 1 Siantan bapak Pujiono. Ia mengatakan kekalahan dalam pertandingan adalah hal biasa terjadi. Dalam permainan ada yang kalah dan ada yang menang. Segalanya sudah dilakukan oleh anak asuhnya, pemain SMAN 1 Siantan sudah bermain maksimal dan nasib saja yang belum berpihak kepadanya.
“Anak-anak sudah bermain maksimal dan sudah bermain bagus, hanya saja nasib belum memihak kepada kami. Dan dalam permainan pasti ada yang kalah dan ada yang menang,” ungkapnya saat diwawancarai usai pertandingan.
Dengan hasil itu, Pujiono juga memotivasi anak asuhnya untuk menerima segala kenyataan supaya anak-anaknya pulang dengan tanpa beban. Ia juga menanamkan kepada pemainnya jiwa sang pemain sejati. Bahwa itulah permainan.
“Saya tanamkan kepada mereka menjadi pemain sejati, yakni inilah permainan, kadang menang dan kadang kalah, dan pasti dalam permainan ada yang lebih baik,” tegasnya.
Direncanakan, semua pemain SMAN 1 Siantan akan pulang malam itu juga usai pertandingan setelah sebentar melepas lelah dan membalikkan mental pemainnya. Supaya pemainnya tidak shock dengan kekalahan itu.
“Mobil sudah menunggu, kami akan pulang malam ini juga, karena setiap kami bertanding kami selalu pulang pergi.” Katanya.
Ia menambahkan, “namun kami tidak akan langsung pulang, kami akan beri waktu anak-anak untuk melepas lelah dan sedikit refresing. Karena kami tahu, dengan hasil ini anak-anak pasti kecewa, apalagi kekalahan itu terjadi di menit akhir,” tambahnya.
Kekalahan itu sangat dirasakan oleh kapten SMAN 1 Siantan, Khairil Putra, ia sangat kecewa dengan hasil itu, namun ia tetap berpegang teguh dengan apa yang ditanamkan oleh pelatihnya. “Menerima segala kenyataan, dalam permainan ada yang kalah dan ada yang menang”. Meskipun ia sudah berusaha dengan semaksimal mungkin. “Kami sudah berusaha sekuat tenaga, namun kami tidak mampu,” katanya sambil tertunduk lesu bercampur kecewa.
Khairil Putra juga mengucapkan terima kasih kepada sekolah, dewan guru yang telah memfasilitasi segala kebutuhan sejak pertama bertanding, serta kawan-kawannya yang telah mendukung dan memotivasinya. Ia berharap mudah-mudahan keikutsertaan SMAN 1 Siantan dalam turnamen tidak hanya sampai di saat ini. Ia mengharapkan tahun depan muncul generasi baru dan sekolah tetap mengikutsertakan kembali.
Ia meminta juga meminta maaf kepada sekolah dan seluruh dewan guru karena belum dapat memberikan yang terbaik untuk sekolahnya.
Pujianto pelatih SMAN 1 Siantan juga mengatakan bahwa seluruh pemain akan diberikan penghargaan dari sekolah, yang penghargaan itu akan tetap dikenang sampai pemain keluar dari sekolah. Namun Pujianto merahasiakan bentuk penghargaan yang akan diberikan kepada pemainnya tersebut.

Wajah Baru Kalahkan Pimpinan Klasmen Liga U-21

Wajah Baru Kalahkan Pimpinan Klasmen Liga U-21
Oleh Ubay KPI

Wajah Baru berhasil menang 1-0 atas tim pimpinan klasemen sementara Porti pada pertandingan lanjutan Liga U-21 Sabtu (27/2) kemarin di lapangan Keboen Sajoek Pontianak.
Kemenangan tim besutan Iwan ini diperoleh karena pada akhir babak pertama mendapat hadiah pinalti dari M. Sadikin wasit yang memimpin pertandingan  karena Ari handball di dalam kotak pinalti. Peluang emas tersebut diselesaikan dengan mulus oleh Pompy yang menjadi eksekutor kemarin.
Dengan gol yang diciptakan Pompy lewat titik pinalti membuat Porti ketinggalan 0-1 dan setelah beberapa detik setelah gol terjadi peluit panjang berbunyi bertanda babak pertama usai.
Sepanjang babak pertama sebenarnya Porti lebih mendominasi permainan, namun dari 9 kali tendangan yang mengarah ke gawang Wajah Baru semuanya dapat diantisipasi oleh Miftah penjaga gawang Wajah Baru. Sehingga 40 menit babak pertama Porti tak dapat menciptakan gol.
Pada babak kedua serangan Porti sedikit reda dan permainan berimbang dengan silih berganti melakukan serangan. Namun 40 menit babak kedua kedua tim tak satu pun menciptakan gol. Sehingga sampai peluit panjang babak kedua dibunyikan skor tetap 1-0 untuk keunggulan Wajah Baru.
Dengan kemenangan ini, Wajah Baru memperbaiki peringkat dari sebelumnya yang berada di posisi 7 naik ke posisi 3. Sedangkan Porti yang sebelumnya berada di puncak klasemen harus turun ke posisi 3 klasemen sementara.
Di partai sebelumnya pada hari yang sama, Fisip yang berhadapan dengan Bima berakhir dengan skor 0-2 untuk kemenangan Bima. 2 gol Bima diciptakan oleh Rifky pada menit 14 dan 78.

Ulang Tahun Polnep ke-27

Ulang Tahun Polnep ke-27
Volly Ball Polnep Dimulai Hari Ini
Oleh Ubay KPI

Dalam rangka ulang tahun Polnep ke-27 dan Dies Natalis yang ke-23, panitia ulang tahun Polnep mengadakan pertandingan volly ball untuk umum yang akan diselenggarakan mulai hari ini Senin (8/3) di Gedung Olahraga Pangsuma Pontianak.
Pertandingan volly ball yang pertama kami digelar oleh panitia ulang tahun Polnep ini merupakan event yang pertama kali. Event ini diikuti oleh sebanyak 20 klub  putra dan 8 putri. Kegiatan ini akan berlangsung selama 7 hari mulai tanggal 8-14 Maret 2010.
Dari 20 peserta putra dibagi menjadi 5 group sedangkan peserta putri dibagi menjadi 2 group dengan menggunakan system setengah kompetisi.
Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Bola Volly Polnep I Alvia Al-hadi even bola volley Polnep yang pertama ini akan memperebutkan piala bergilir KONI Kalimantan Barat untuk tim putra, sedangkan untuk putri akan memperebutkan piala bergilir Direktur Politeknik Negeri Pontianak.
Pembukaan bola volly Polnep ini akan dibuka hari ini mulai jam 09.00. Direncanakan pembukaan akan dihadiri oleh Direktur Polnep bapak Mahyus, MM, Ketua KONI Kalimantan Barat bapak Sy. Machmud Alqadrie, Wali Kota Pontianak bapak Sutarmidji dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalbar ibu Utin Kusumawati. Pertandingan menurut jadwal yang telah dibuat oleh panitia baru akan dimulai jam 14.00.  
“Kami sudah undang mereka semua, namun kepastian datang atau tidaknya kita menunggu besok, yang pasti besok akan dihadiri oleh bapak Mahyus, MM selaku direktur Polnep,” kata Alvia saat diwawancarai kemarin.
Pembukaan hari ini akan dihibur pula oleh drum band dari mahasiswa Polnep.  


Saturday, 10 September 2011

David Maryansyah, S. Sos


Sosok yang bersahaja dan penuh keakraban. Tak hanya di kalangan anggota DPRD Kota Pontianak. Namun juga terhadap teman sejawat. Dialah David Maryansyah, pemuda yang sukses menduduki kursi DPRD Kota Pontianak Dapil Pontianak Utara melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuanga.